Panas, Persaingan Operator Indosat dan Telkomsel Meruncing Akibat Aksi Sindir Lewat Spanduk

Panas, Persaingan Operator Indosat dan Telkomsel Meruncing Akibat Aksi Sindir Lewat Spanduk

indosat vs telkomsel
Image dari CNNindonesia.com

Sebuah persaingan #operator di Indonesia saat ini makin panas dan meruncing. Hal ini disebabkan oleh hal yang dilakukan oleh Indosat sebagai salah satu operator dengan melakukan sindiran terang-terangan pada operator lain yaitu Telkomsel. Melalui sebuah spanduk, pihak Indosat dengan gamblang menyatakan dan  menuliskan “Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik, Telkomsel? Gak mungkin.” Kemudian ada juga spanduk  lain yang bertuliskan , “Saya sudah buktikan nelpon ke Telkomsel Rp 1/detik.”

Aksi sindir Indosat ini sendiri kemudian menjadi viral di media sosial sejak Kamis, 16 Juni 2016. Persaingan antar-operator seluler sekarang memang sedang menjadi fokus banyak kalangan, sebab pemerintah sendiri sedang menggodok pembahasan skema penurunan tarif interkoneksi. Lalu bagaimanakah kisah dari aksi sindir dari Indosat yang berujung pada meruncingnya persaingan dengan operator Telkomsel ini? Berikut ulasannya.

Bos Indosat Benarkan Spanduk Singgung Telkomsel

Dari ramainya pembahasan soal sindiran Indosat lewat spanduk pada Telkomsel ini Alexander Rusli selaku Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo memberikan komentarnya. Menurut Rusli, apa yang ada di foto yang viral di media sosial tersebut adalah benar adanya. Lebih lanjut Rusli menyatakan bahwa foto tersebut adalah kegiatan event di booth dan bukanlah iklan.

Lebih lanjut Rusli juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan di event booth tersebut bukan soal persaingan harga namun sebuah strategi Indosat Ooredoo di suatu daerah.

Artikel lain: Tak Mau Kalah dengan Indosat Freedom 2.0, XL Tawarkan 7 Paket Ramadhan 2016

Respon Pihak Telkomsel

Setelah ramai di #media sosial akhirnya pihak Telkomsel pun angkat bicara. Tanggapan pihak Telkomsel sendiri diwakili oleh Adita Irawati selaku Vice President Corporate Communications Telkomsel. Dalam kesempatan tersebut Adita mengatakan bahwa persaingan bisnis memang merupakan sesuatu yang wajar yang bisa saja kemudian menciptakan industri lebih sehat.

Tapi Adita menyayangkan bila persaingan ini kemudian tidak dijaga kesopanan dan kesantunannya. Mengapa, karena menurut Adita persaingan yang tidak santun ini akan bisa merugikan masyarakat. Dalam pelayananya Telkomsel menurut Adita selalu berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan patuh pada ketentuan yang berlaku.

Selain itu Telkomsel juga menerapkan prinsip norma dan etika serta menghormati pihak lain Adita pun akhirnya menolak jika tarif layanan Telkomsel dikatakan mahal. Karena Telkomsel sendiri telah membebaskan pada penggunanya dengan banyak pilihan, sesuai dengan kebutuhan komunikasinya. Tak hanya itu dalam hal tarif, Telkomsel menurut Adita juga selalu transparan. Sebab, sebelum pelanggan membeli paket, mereka selalu kami berikan informasi harga dan biaya pemakaian setelah menelepon.

Senin, 20 Juni 2016, BRTI Panggil Indosat Terkait Iklan Sindir Telkomsel

Dari aksi sindiran terang-terangan Indosat kepada Telkomsel ini kemudian membuat Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) merencanakan akan memanggil pihak Indosat. Pemanggilan ini sendiri adalah untuk meminta penjelasan berkaitan dengan spanduk yang berisi sindiran Indosat yang terang-terangan pada tarif operator Telkomsel.

Dalam hal ini I Ketut Prihadi selaku anggota BRTI Bidang Hukum, menyatakan bahwa spanduk sindiran Indosat tersebut tidak etis untuk digunakan sebagai alat atau media iklan atau strategi menarik simpati publik. Hal ini menurut Ketut dikarenakan spanduk yang berisi yang menyebut nama dan menjatuhkan pihak atau nama yang disebut tadi.

Baca juga: Horee!! Bulan April Mendatang Tarif Telepon Beda Operator Bisa Makin Murah

Meminta Penjelasan dan Klarifikasi dari Indosat

Maka nanti dari sini BRTI pada hari Senin nanti akan memanggil Indosat untuk mendengarkan apa yang ada di balik pemakaian spanduk sindiran tersebut. Selain mengundang Indosat BRTI juga berencana juga untuk mengundang pihak Telkomsel.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan bahwa jika memang isi spanduk tersebut adalah iklan, maka semestinya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dapat melakukan imbauan dan peneguran pada pembuat iklan, dalam hal ini Indosat. Peneguran ini sendiri sudah layak diberikan jika memang benar hal tersebut adalah iklan karena apa yang disampaikan dalam dalam iklan itu berisi hal yang tidak etis dengan menyebut nama pesaing.

Undangan yang disampaikan Indosat sendiri adalah undangan yang bersifat resmi dan formal. Nantinya setelah undangan disampaikan pada Indosat, undangan lain juga akan ditujukan BRTI pada pihak Telkomsel. Dan tak hanya itu BRTI juga tak menutup kemungkinan juga mengundang seluruh operator seluler yang ada di Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan