Nuraini Yeti: Mantan Narapidana yang Kini Menjadi Pengusaha Angkringan

Nuraini Yeti: Mantan Narapidana yang Kini Menjadi Pengusaha Angkringan

Nuraini Yeti
Image dari Tribunnews.com

Nuraini Yeti – Perjalanan hidup seseorang memang kadang sangat berat dan berliku. Masa lalu seseorang tidak bisa dijadikan sebagai justifikasi kehidupannya saat ini. Seperti apa yang dialami kebanyakan narapidana, mereka cenderung menjadi seseorang yang sulit diterima kembali di lingkungan.

Tidak heran memang jika masyarakat sedikit sulit menerima mereka kembali karena kesalahan yang telah mereka perbuat dulu. Sekedar diterima dan menjadi warga masyarakat normal saja kesulitan, apalagi untuk mendapatkan pekerjaan.

Nuraini Yeti, salah satu mantan narapidana yang juga mengalami hal ini. Pandangan sebelah mata sering didapatkan bagi seorang mantan narapidana ketika ia mencoba mencari pekerjaan seperti layaknya orang lain. Namun bagi seorang yang pantang menyerah seperti Yeti, ia tak mau tinggal diam saja. Ia tetap bekerja keras untuk tetap bertahan hidup dengan memanfaatkan setiap #peluang bisnis yang ada.

Ia kemudian memilih usaha angkringan sebagai peluang bisnis yang ia kerjakan. Bahkan dari bisnis yang ia kerjakan ini, kini membawa Nuraini Yeti menjadi seorang pengusaha sukses. Simak kisah perjalanan Nuraini Yeti selengkapnya di bawah ini.

Awal Mula Nuraini Yeti Menekuni Usaha Angkringan

Yeti mengaku dulu sempat mengalami kebingungan ketika baru keluar dari  masa hukuman di Lapas Wirogunan Yogyakarta. Pada awalnya Nuraini Yeti tidak menekuni bisnis angkringan, namun ia adalah seorang pegawai sebuah salon kecantikan. Namun seiring berjalannya waktu, ia kemudian beralih profesi menjadi seorang pengusaha angkringan. Ia mencoba membuka lembaran baru dengan memanfaatkan peluang usaha yang ada.

Dengan bekal uang dana sosial dari Lapas sebesar Rp 2 juta bersama ketiga temannya ia dan dibantu Bapas, Yeti mendirikan sebuah angkringan. Pada awal pendiriannya dulu, Yeti mengaku kesulitan mendapatkan pelanggan. Untuk menggaet pelanggan, ia rela pulang ke rumah ketika orang-orang terlelap dalam tidur nyenyaknya.

Artikel lain: Jual Pecel Online, Wanita Ini Sukses Raup Omset 3 Juta Perhari!

Seiring perjalanan waktu, ketiga temannya yang dulu bersama-sama mendirikan usaha bersama mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Namun kemunduran temannya itu tak membuat tekad Yeti memudar untuk terus menekuni bisnis angkringan tersebut. Berkat tekad dan ketekunannya, kini usaha angkringan yang ia rintis mulai menampakkan hasil dan berkembang semakin maju.

Usaha Yeti Bisa Membuka Lapangan Pekerjaan Baru

Dalam menjalankan bisnis angkringan ini, Yeti mengatakan bahwa masakan yang bisa dinikmati oleh konsumen adalah buatannya sendiri. Mulai dari nasi kucing, nasi yang berisi sambal teri sampai aneka lauk yang beraneka ragam semuanya dibuat oleh Yeti sendiri. Angkringan yang diberi nama Angkringan Bapas ini kini tiap hari selalu ramai dikunjungi oleh para pelanggan. Terutama di malam hari, banyak sekali warga masyarakat maupun beberapa komunitas mampir untuk menikmati hidangan yang ada di angkringan Bapas.

Angkringan Bapas yang dikembangkan Yeti ini kini bukan saja bisa untuk menghidupi dirinya sendiri, namun juga bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Yeti memiliki tiga karyawan untuk membantu melayani para konsumen di Angkringan Bapas-nya. Bahkan Angkringan Bapas ini rencananya akan dikunjungi oleh Bapak Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoli karena penasaran dengan usaha yang ia kerjakan.

“Besok katanya pak Menteri yang ada di gambar itu (Menkumham Yasonna Laoli) juga mau makan di sini (angkringan), karena penasaran dengan usaha kami,” demikian ujar Yeti penuh bangga.

Baca juga: Inspirasi Bisnis Dari Tukang Sayur Keliling, Profesi Yang Dianggap Remeh

Menjadi Inspirasi Bagi Narapidana Yang Lain

Apa yang dilakukan Yeti dengan mendirikan usaha angkringan ini sudah selayaknya menjadi inspirasi bagi mantan narapidana yang lain. Meski mantan napi, namun jika memiliki tekad yang kuat dan keinginan untuk berubah, maka kesuksesan yang diharapkan akan datang. Jadi apapun latar belakang dan masa lalu yang pernah dialami, jangan sampai itu menjadi beban dan membuat kita jadi lemah. Sebaliknya, justru dengan masa lalu yang kelam itu, seharusnya membuat seorang narapidana bekerja lebih keras dan lebih semangat lagi.

Seorang mantan narapidana pun jika serius dan benar-benar ingin merubah nasib, maka kesuksesan akan didapatkan. Bahkan bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga bisa berguna bagi orang lain dengan mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan