No Sleep Coffee ~ Mengadopsi Teknik Kopi Seduh Dingin Yang Unik

No Sleep Coffee

Menyeduh kopi dengan air panas, itu sudah biasa, bagaimana dengan kopi seduhan dingin? Dalam setahun terakhir, kopi dengan seduhan dingin atau cold brew coffe memang kian marak di Indonesia.

Kopi yang diseduh dengan air bersuhu kamar atau air dingin dalam waktu antara 12 jam–24 jam ini akan menghasilkan kopi konsentrat yang dapat dinikmati dengan tambahan susu atau es. Konon, dengan seduhan dingin, kadar asam pada kopi akan menurun sehingga saat dikonsumsi kopi ini tidak akan menimbulkan sakit perut atau maag.

Salah satu pelaku usaha yang menyajikan cold brew coffe ini adalah No Sleep Coffee. Merek kopi dingin ini diperkenalkan Riska Ilmii, Ardianto Putra, Gian, dan Pulung Aldila yang telah mempelajari teknik pembuatannya diluar negeri.

Saat pulang ke Indonesia, mereka sepakat membuka usaha kopi seduhan dingin ini dengan nama No Sleep Coffee. Bagaimana usaha No Sleep Coffee dan peluang bisnis cold brew coffe ini di Indonesia? Berikut ulasannya

Artikel lain: Sumatera Arabica Gayo, Sukses Berbisnis Kopi Gayo




Modal

Saat mengawali usaha ini, Riska dan teman-temannya mengeluarkan modal sebesar Rp 70 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli beberapa peralatan, bahan baku, dan kemasan botol kaca. Adapun tempat produksinya dilakukan di dapur pribadi sehingga mereka tak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa tempat.

Meski bahan baku yang digunakan adalah produk kopi lokal, namun usaha ini tetap akan membutuhkan modal yang cukup besar karena peralatan yang digunakan seperti cold press dan grinder untuk membuat cold brew coffee masih harus didatangkan dari luar negeri.

Pembuatan dan Varian Kopi 

Untuk proses pembutannya, No Sleep Coffee menggunakan bahan baku beberapa kopi dalam negeri yang di mix. Dengan proses mix ini, maka No Sleep Coffe menjadi satu-satunya produk cold brew yang memadukan beberapa jenis kopi, tutur Riska, salah satu pendiri No Sleep Coffe.




Ada dua varian kopi dingin seduhan No Sleep Coffee, yakni long black dan ice latte. Untuk varian long black coffee, jenis kopi yang digunakan adalah Arabica toraja, Arabica ijen, dan Arabica papua. Sementara itu, ice latte menggunakan biji kopi Arabica gayo, Arabica flores, dan Robusta temanggung. Harga kopi siap minum dalam setiap kemasan No Sleep Coffe berukuran 300 ml ini dijual dengan harga Rp 25.000 per botol.

Pemasaran dan Pemesanan

No Sleep Coffee ini sendiri tidak dijual di sebuah cafe atau kedai, namun dipasarkan secara ritel dan online agar bisa dinikmati lebih banyak konsumen. Selain penjualan online lewat #website resminya NoSleepCoffee.com, pihak No Sleep Coffe juga telah bekerjasama secara konsinyasi dengan beberapa restoran seperti Dapur Ciragil, Senopati, Vaplab Kemang, Senayan Trade Center, Cipete, dan Vaper Chamber SCBD. Jadi konsumen juga bisa menikmati No Sleep Coffe di tempat-tempat tersebut.

Prospek Cold Brew Coffee

Dalam prakteknya, usaha bisnis Cold Brew Coffe ini telah mendapat respon baik dari masyarakat. Itu artinya, cold brew coffee memiliki prospek yang cerah meski tergolong produk yang baru. Menurut para pelakunya, tren minum kopi seduh dingin akan berumur panjang karena kopi sudah ada sejak dulu dan telah menjadi salah satu minuman favorit.

Apalagi, dunia kopi yang kini kian kreatif dan inovatif meracik dan menciptakan varian-varian kopi baru. Pertumbuhan kelas menengah di negeri ini juga menjadi alasan kenapa bisnis ini akan cerah. Pecinta kopi dari Kelas menengah yang punya kantong lebih tebal dan gemar melakukan eksplorasi pada kopi ini tentu tak akan melewatkan begitu saja sajian Cold Brew Coffe ini.

Dengan konsep praktis yang diusungnya, Cold Brew Coffe akan menjadi pilihan ditengah padatnya dan sibuknya masyarakat dengan aktivitas sehari-harinya.

Baca juga: Bintaro Peoples Market ~ Menyulap Resto Menjadi Tempat Nongkrong Populer

Order dan Omzet

Meski pada awalnya, No Sleep Coffee ini ditawarkan hanya di lingkungan kerabat dan kenalan para pendirinya, namun kini pemesanan telah meningkat pesat jadi 1.000–1.500 botol saban bulan dari sebelumnya hanya 80 botol perminggu. Menurut penuturan Riska, sepanjang 2014, ia dan teman-teman bisa mengantongi omzet sampai dengan Rp 500 juta dengan keuntungan bersih yang lumayan besar, cetusnya.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud