Nanutz, Bisnis Makanan Ringan Dengan Untung Super Besar

Nanutz-Bisnis-Makanan-Ringan

Bandung saat ini memang telah menjadi kota industri kreatif yang berhasil memproduksi berbagai produk laris-manis. Salah satu hasil kreativitas dari kota kembang ini adalah  produk makanan ringan. Bisnis makanan ringan memang sudah tak bisa disepelekan lagi.

Bandung sebagai kota perintis keberhasilan bisnis makanan ringan dengan bukti kesuksesan Maicih dan Karuhun semakin meyakinkan bahwa bisnis snack tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sejak Maicih dan karuhun ini berjaya, semua orang membuka mata pada bisnis makanan ringan untuk dijadikan pilihan baru untuk sukses di dunia bisnis.

Salah satu #bisnis kuliner yang lagi-lagi datang dari kota yang terkenal dengan Gedung Sate-nya ini adalah Nanutz. Bisnis snack kreasi Riza Rizki Adhiyaksa yang berawal dari pinggir jalan dengan modal Rp 300 ribu ini sekarang telah sukses  meraup keuntungan hingga Rp 750 juta perbulan dan juga telah memiliki swalayan sendiri.

Lalu seperti apakah bisnis snack yang diberi nama Nanutz ini sendiri? Berikut ulasannya.

Artikel lain: Tahu Jeletot ~ Peluang Usaha Makanan Ringan Modal Kecil

Inspirasi Nanutz Mania

Diakui Riza, nama Nanutz merupakan nama gabungan dari nama awal produknya yaitu Nachos dengan lagu boyband Smash berjudul Cinta Cenat Cenut. Saat ia masih belum puas dengan nama Nachos, Riza atau yang sering dipanggil juga dengan Ikhie ini terinspirasi lagu Cinta Cenat Cenut dari radio tetangga saat ia sedang memasak. Maka produk yang telah dilaunching pada bulan Maret 2011 ini pun ditetapkan dengan nama Nanutz atau Nanutz Mania.




Produk Nanutz Mania

Untuk produk Nanutz Mania ini sendiri sebenarnya terdiri dari banyak jenis dan variasi. Sebut saja, mi nyere (lidi-lidian) sebagai andalan, ada juga nachos atau pangsit goreng dan basreng (baso goreng). Produk lain dari Nanutz adalah keripik sosis, keripik singkong, Batagor buleud, Kerupuk Nemo, Oncom Negro, keripik kulit ayam serta Mariyu Bayem (Keripik Bayam) dan masih banyak yang lainnya.

Dengan banyak pilihan rasa seperti rasa Super Pedas, Medium, Lada Hitam, Rumput Laut, Keju Spesial & Keju Pedas, snack Nanutz ini menjadi sangat variatif. Mi nyere sendiri memiliki 18 varian rasa. Dengan ciri khas aroma wangi daun jeruk, Nanutz menjadi sebuah makanan tradisional yang telah dimodernisasi dengan variasi bentuk dan packaging yang fun dan menarik. Bahkan produk mi nyere produksinya dianggap sebagai pelopor mi nyere modern di Indonesia.

Produksi Nanutz Mania

Meski kini Nanutz telah sukses, namun Riza sebagai founder masih tak lepas tangan dalam kegiatan produksi. Ia menganggap bukanlah hal yang baik jika bisnis yang telah sukses kemudian langsung ditinggal dan dilepas begitu saja. Dalam proses produksi, setiap harinya Nanutz telah mampu menghasilkan 1.400 sampai 2.000 produk dengan sumber daya manusia sebanyak 28 pekerja.

Salah satu hal yang membuat Nanutz berkualitas dan bercita rasa tinggi adalah masih digunakannya tenaga alami dalam proses produksi bahan dan bumbunya. Tenaga alami ini diyakini oleh Riza tidak tergantikan oleh tenaga mesin dalam menghasilkan produk yang enak dan disukai banyak orang.

Pemasaran Nanutz Mania

Diawal-awal perjalanannya, Nanutz dipasarkan secara online lewat #media sosial. Media online dipilih oleh Riza karena yang paling murah dimana saat itu memang bisnisnya masih terkendala dana. Namun seiring perkembangan Nanutz, produk makanan ringan ini pada bulan Maret 2013 kemudian dipasarkan juga secara offline dengan membuka toko Swalayan di Jalan Babakan Ciparay 243 Bandung.




Selain toko swalayan milikinya sendiri, Riza kini juga telah bermitra dengan 75 orang agen yang tersebar di Indonesia. Tidak hanya tingkat lokal, saat ini Nanutz juga sudah dipasarkan hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Belanda dan Australia.

Baca juga: Bisnis Brownies Kukus Amanda, Si Gurih Empuk dari Bandung

Perjuangan Menuju Sukses

Perjuangan Nanutz mencapai kesuksesan ini tidak dilalui dengan mudah. Riza selaku founder menyatakan bahwa dirinya mengawali usahanya ini dari keadaan yang sulit. Dari berjualan dipinggir jalan yang seringkali main petak umpet dengan satpol PP hingga jualan di car free day dan pasar malam atau ikut nimbrung jualan di pameran. Saat jualan dipameran ini Riza sama sekali tidak keluar uang karena ia berjualan di luar tenda Maicih dari sisi tempat parkir yang ada.



1 comment on this postSubmit yours
  1. ada ada aja ya, namanya nanutz..

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud