Nama Mirip, Aplikasi Littergram “Dikeroyok” Facebook Dan Instagram

Nama Mirip, Aplikasi Littergram “Dikeroyok” Facebook Dan Instagram

littergram
Image dari Mirror.co.uk

Persaingan bisnis merupakan hal yang wajar terjadi di antara tingginya tensi antar pemilik bisnis dalam sebuah industri. Terlebih untuk industri besar seperti layanan berbasis online, persaingan merupakan hal yang tidak mungkin dihindari. Bahkan dari hal yang dirasa kecil sekalipun, bisa menimbulkan efek yang luar biasa besar bagi kelangsungan sebuah bisnis.

Sebagai contoh nyata, belum lama ini muncul gugatan dari perusahaan media sosial Facebook dan Instagram terhadap developer aplikasi asal Inggris, bernama Littergram. Konon kabarnya, masalah yang digugatkan pada Littergram nampak bukan merupakan masalah yang terlalu besar, yakni hanya penggunaan kata “gram” yang terdapat pada nama aplikasi tersebut. Bahkan secara konsep dan juga popularitas, bahkan kedua aplikasi yakni Instagram dan Littergram sangatlah jauh berbeda.

Facebook Patok Deadline Penggantian Nama

Dalam kasus ini, perwakilan perusahaan #Facebook sebagai induk perusahaan Instagram melayangkan gugatan lewat badan hukum Bristows yang berbasis di Inggris, menyatakan bahwa pengembang aplikasi kampanye anti-sampah Littergram terkait penggunaan materi yang melanggar unsur trademark atau kepemilikan nama dagang resmi. Dalam keterangannya, pihak penggugat meminta agar pengembang aplikasi Littergram segera melakukan pengubahan nama secara menyeluruh terhadap layanan aplikasi tersebut.

Dan terkait dengan tuntutan ini, pihak Facebook yang diwakili oleh firma hukum Bristows memberikan tenggat waktu bagi pengembang aplikasi Littergram untuk segera mengganti nama aplikasi tersebut. Batas waktu yang mereka berikan yakni mulai tuntutan diberikan hingga pada hari ini, Jumat (16/09/2016).

Artikel lain: 8 Fakta ‘Tersembunyi’ di Balik Media Sosial Facebook Saat Ini

Lebih rinci lagi, penuntut juga menyatakan bahwa masalah yang diperkarakan terkait dengan nama tersebut dikawatirkan mampu memberikan pengaruh buruk dan juga penurunan bagi aplikasi Instagram. Selain itu, dalam tuntutannya juga disebutkan bahwa konsep yang diusung oleh aplikasi Littergram juga mempunyai kemiripan dengan aplikasi #Instagram, yakni menggabungkan antara fasilitas berbagi foto serta sosial sharing.

Tanggapan Dari Pihak Tergugat

Menanggapi hal ini, pendiri dari aplikasi Littergram, Danny Lucas menyatakan bahwa pihaknya sudah menjalankan apa yang harus dijalankan bahkan sejak beberapa bulan yang lalu. Ia merasa bahwa permasalahan penggunaan kata -gram dalam akhiran nama aplikasi buatannya tidak perlu lagi diperdebatkan.

Menilik kembali tentang seperti apa aplikasi Littergram ini sebenarnya, aplikasi Littergram merupakan sebuah aplikasi yang bertujuan sebagai media penanggulangan sampah yang ada di Inggris. Secara umum aplikasi ini memberikan fasilitas bagi para penggunanya untuk melaporkan lewat konten foto atau video terkait dengan masalah sampah yang ada di daerahnya. Dengan begitu, para pengguna aplikasi ini bisa segera mendapatkan tanggapan dari pihak kebersihan setempat.

Danny Lucas sendiri mulai mengembangkan aplikasi Littergram pada tahun 2015. Dalam keterangannya, ia membuat #aplikasi Littergram sebagai langkah nyata penanggulangan masalah sampah utamanya di kawasan Inggris. Ia juga ingin menyebarkan kesadaran terhadap bahaya sampah dan juga keberlangsungan lingkungan hidup.

Terkait dengan tuntutan yang dialamatkan kepadanya, Lucas sudah menanggapi bahkan dengan cara yang cukup unik. Ia membuat sebuah video yang ia upload di YouTube yang ditujukan langsung kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dalam video tersebut dia mengutarakan keberatannya serta harapan agar pihak Facebook menyadari bahwa apa yang dilakukan (tuntutan pengubahan nama Littergram), merupakan hal yang tidak tepat.

Baca juga: Hidup Hancur Gara-Gara Sebuah Postingan Facebook, Pria Ini Dapatkan Ganti Rugi 1,5 Milliar!

Mengedepankan fungsi dari aplikasi Littergram yang ingin memberikan pembaruan positif terhadap lingkungan, Lucas menegaskan kepada mark Zuckerberg bahwa adanya upaya “penggulingan” justru menjadi bukti bahwa perusahaan Facebook tidak memiliki visi yang sama terkait masalah pelestarian lingkungan.

Ketika pertama kali mencuat, pihak Lucas juga telah berusaha untuk memenuhi tuntutan dari Facebook. Iya telah mengajukan nama aplikasi Littergram sebagai trademark alias berdagang yang resmi. Karena itulah, Lucas merasa bingung mengapa tuntutan ini tetap diberlakukan kepadanya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Facebook terkait keberlangsungan tuntutan dan juga langkah hukum yang ditempuh. Bagaimanapun semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua pihak. So, bagaimana menurut rekan-rekan sekalian?

4 KOMENTAR

  1. Semoga saja segera ada kejelasan secepatnya agar Littergram juga bisa berkembang seperti pendahulunya. Penasaran juga endingnya seperti apa.

  2. Kalau di gunakan di jakarta pasti keren

    • Di Jakarta dah ada pasukan orange (Y)

Tinggalkan Balasan