MindTalk.com, Media Sosial Lokal Berbasis Minat

MindTalk.com, Media Sosial Lokal Berbasis Minat

MindTalk- Media-Sosial-Lokal

Satu lagi media sosial hadir dari kreativitas anak bangsa pada tahun 2012 kemarin. Media sosial yang bernama MindTalk ini merupakan jejaring sosial yang berfokus pada ketertarikan atau minat para penggunanya. Mindtalk yang berkantor di Jakarta dan Yogyakarta ini memang sengaja dikembangkan untuk bisa mengakomodir kebutuhan para penggunanya akan sebuah wadah dan ruang untuk berbagi.

Dengan sebuah channel, para pengguna bisa berkumpul disana untuk membagikan ide-ide mereka dalam bentuk foto, video maupun artikel secara mudah. Lalu seperti apakah #media sosial MindTalk (MindTalk.com) ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Figur Dibalik MindTalk

Berdirinya MindTalk.com tidak lepas dari sang founder Robin Marufi dan Danny Oei Wirianto. Robin yang mulanya menjalankan jejaring sosial bernama Digaku.com akhirnya sepakat untuk membangun MindTalk bersama Danny pada awal 2011. MindTalk.com sendiri berada dibawah Merah Putih Incubator (MPI), sebuah grup yang juga menaungi DailySocial.net, InfoKost.net, KrazyMarket.com, LintasBerita.com, dan beberapa startup lainnya.

Artikel lain: 7 Jejaring Sosial dari Indonesia yg Layak Untuk Dicoba

Media Saluran Minat

Karena berbasis minat, maka media sosial ini memiliki beberapa saluran minat seperti fotografi, teknologi, fesyen, selebriti, kesehatan, otomotif, hingga bisnis dan pemasaran yang bisa diikuti oleh para penggunanya. Didalam ruang yang diberi nama channel ini para pengguna dapat beraktivitas dan berinteraksi dengan pengguna lain seperti membagi foto, video, hingga artikel. Jika minat yang diinginkan belum tersedia di MindTalk, pengguna bisa membuatnya sendiri channel sendiri agar minatnya tetap tersalurkan.

MindTalk Membuka API

Selain layanan wadah penyaluran minat, MindTalk membuka layanan untuk pihak ketiga berupa pemrograman aplikasi  dan tampilan antarmuka (Application Programming Interface/API). Dengan layanan API ini memungkinkan siapa saja dari penggunanya untuk membuat aplikasi maupun game di MindTalk. Tujuan layanan ini diakui Danny adalah untuk memperkaya konten di social media tersebut dan sebagai bentuk dukungan untuk memperkenalkan aplikasi atau #game dalam negeri.

Keseriusan pihak MindTalk pada layanan API ini tidak main-main. Buktinya, beberapa waktu lalu, MindTalk telah sukses menggelar kompetisi pembuatan aplikasi di Malang dan Yogyakarta. Kompetisi pembuatan aplikasi yang ternyata menyedot antusiasme banyak kalangan ini rencananya akan diadakan di kota-kota lainnya.

Perkembangan MindTalk

Sejauh ini perkembangan MindTalk bisa dikatakan cukup sukses. Bagaimana tidak, sejak hadir dalam versi beta pada tahun 2011 hingga November tahun 2012 ini penggunanya telah mencapai 180.000. Dari jumlah tersebut, 85% adalah pengguna dari Indonesia dan 65% adalah pengguna aktif.

Karyawan yang kini menjalankan MindTalk sudah berjumlah 18 orang yang sebagian besar diantaranya adalah pemrogram, dan perancang user experience. Dengan suntikan dana yang mencapai 1 milyar rupiah, membuat MindTalk sangat leluasa untuk memperluas bisnisnya seperti  merekrut karyawan lagi atau mengembangkan fitur dan juga menumbuhkan operasional.

Aplikasi Mindtalk ini sekarang telah hadir pada semua platform smartphone mulai dari Android, iPhone, BlackBerry, Windows Phone. Selain sebagai aplikasi yang harus di unduh, MindTalk juga beberapa telah terpasang secara pre-installed pada sejumlah perangkat seperti Nokia Asha, Lumia 610 dan 510, serta Polytron Android. Untuk desktop, Mindtalk juga tersedia dalam bentuk #aplikasi di Google Chrome Web Store dan juga dapat diakses melalui semua jenis browser.

Beberapa Kelebihan MindTalk

Sebagai sebuah media sosial yang baru, tentu MindTalk akan menghadapi banyak persaingan menghadapi beberapa kompetitor dari para pemain lama. Meski media sosial saat ini pemainnya sudah sangat banyak dan menjamur namun pihak MindTalk memiliki beberapa kelebihan dari media sosialnya ini sebagai penguat dalam menghadapi persaingannya, seperti :

  • Menjadi forum yang dinamis, dengan keunikan berupa channel berdasarkan kategori sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimiliki para penggunanya.
  • Setiap user berpotensi menjadi admin pada kategori-kategori peminatan yang ada.
  • MindTalk memiliki sistem notifikasi yang realtime.
  • Dengan tanda hastag (#), stream yang terdapat pada setiap kategori dapat bertautan dan berhubungan dengan kategori lain.
  • Berbagi file media menjadi sangat mudah seperti halnya copy dan paste.

Baca juga: Kreavi, Media Sosial Untuk Para Pekerja Digital Kreatif Indonesia

Harapan MindTalk Ke Depan

Meski sudah terbilang sukses, pihak MindTalk masih menginginkan dan berharap bahwa media sosialnya ini bisa berekspansi ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, dan juga negara India, yang merupakan negara dengan potensi bisnis media sosial.

2 KOMENTAR

  1. Belajar Search Engine

    itu yang punya orang indonesia ya mas. keren banget kalo yang punya indonesia. kita harus mendukungnya tu dengan cara buat akun disana.

  2. Wah sudah lama saya gak main kesana, ternyata sudah banyak perubahannya :D

Tinggalkan Balasan