Messenger Lite ~ Versi Mini Messenger Untuk Pengguna Di Kawasan Minim Internet

messenger-lite

Image dari CNN.com

Jika sebelumnya kita disuguhkan dengan versi aplikasi Facebook Lite, yang menawarkan layanan Facebook namun dalam versi yang lebih kecil, kali ini giliran aplikasi sampingan milik #Facebook, Messenger juga dirilis dalam versi lite-nya. Pihak pengembang menyatakan, tujuan dari dirilisnya versi Messenger Lite yakni juga untuk memfasilitasi para pengguna yang memiliki perangkat smartphone berspesifikasi rendah atau yang berada di kawasan minim koneksi internet.

Menawarkan Fungsi Perpesanan Standar

Dalam keterangan yang dirilis dalam blog resmi Facebook, versi aplikasi Messenger Lite untuk sistem operasi Android telah dikeluarkan dan dapat digunakan oleh pengguna di beberapa negara. Versi terpisah dari #aplikasi perpesanan Messenger ini, nantinya sangat cocok untuk digunakan bagi mereka yang memiliki perangkat Android versi lama serta koneksi internet yang lebih lambat.

Mengenai fungsi yang ditawarkan dari versi lite ini sebenarnya sudah mencakup kebutuhan chatting standar seperti berkirim pesan text, foto, tautan online serta yang menarik yakni berkirim stiker.

Artikel lain: Mengenal Facebook Lite dan Kegunaannya

Disampaikan bahwa, versi Messenger Lite ini masih terbatas untuk beberapa negara saja yakni Kenya, Tunisia, Malaysia, Sri Lanka dan Venezuela. Namun dalam beberapa bulan ke depan, pengembang menyatakan akan segera membuka akses aplikasi Messenger Lite untuk pengguna di seluruh dunia.




Menjadi Penerus Facebook Lite

Langkah Facebook untuk semakin menguasai pasar aplikasi mobile sangat nampak setelah perusahaan ini kembali mengeluarkan versi lite untuk aplikasi perpesanan Messenger. Kembali beberapa waktu yang lalu, di tahun 2015, Facebook mengeluarkan versi aplikasi lite untuk sistem operasi Android maupun iOS.

Versi ini tetap memberikan layanan bagi para pengguna untuk bermedia sosial namun dengan beberapa pembatasan, seperti penggunaan data untuk konten video, tag lokasi hingga penggunaan kualitas visual yang lebih rendah. Untuk ukuran, versi lite ini juga sangat hemat yakni hanya berkisar 1MB saja.

Dan ternyata, versi Lite tersebut mendapat apresiasi yang sangat bagus dari para pengguna dengan jumlah unduhan lebih dari 100 juta pengguna aktif hanya dalam 9 bulan setelah masa peluncuran. Bahkan menurut pihak pengembang, ini merupakan peningkatan jumlah pengguna tercepat yang pernah dimiliki oleh Facebook. Demikian juga untuk versi Messenger Lite, pengembang juga berharap dapat meraih kesuksesan yang sama.

Persaingan Aplikasi Messenger

Jika ditilik kembali saat ini Facebook sudah mempunyai 2 pion kuat dalam persaingan di ranah aplikasi perpesanan, yakni Messenger dan juga #WhatsApp. Dengan dua aplikasi tersebut, sebenarnya Facebook bisa dibilang telah mempunyai pasar hampir menyentuh hampir setengah dari total pengguna aplikasi perpesanan di seluruh dunia.

Namun apakah hal tersebut membuat Facebook berhenti begitu saja? Tentu tidak. Masih banyak celah yang bisa digarap untuk semakin memantapkan posisi Facebook sebagai salah satu raksasa industri internet.




Salah satu kasus nyata, yakni ketika pengembang aplikasi chatting Line yang merupakan salah satu pesaing dalam aplikasi Messenger,  mengeluarkan versi Lite untuk para pengguna yang berada di kawasan dengan infrastruktur dan fasilitas internet yang masih minim. Setelah mengeluarkan versi Line Lite, ternyata perkembangannya juga sangat besar.

Ini menjadi bukti bahwa, bidang garap  para pengembang aplikasi mobile tidaklah terbatas. Demikian juga untuk Facebook yang merupakan perusahaan digital paling aktif dalam hal pengembangan layanan, tentu ingin memanfaatkan semua peluang yang ada.

Strategi Cerdik Facebook

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu strategi yang diterapkan oleh Facebook untuk mendapatkan basis pengguna aplikasi dalam jumlah yang luar biasa besar, adalah dengan memaksa para pengguna  mengunduh aplikasi tambahan untuk tetap mendapatkan layanan secara maksimal.

Ketika itu, aplikasi utama Facebook belum memisahkan layanan perpesanan miliknya. Nama setelah melihat adanya potensi  untuk bermain pada layanan perpesanan online, perusahaan ini dengan “cerdik” memisahkan layanan perpesanan menjadi aplikasi terpisah yakni Messenger.

Baca juga: LinkedIn Luncurkan Versi Lite Untuk Fasilitasi Pengguna Di Negara Berkembang

Mau tidak mau pengguna yang ingin tetap bisa berkirim pesan, harus mendownload aplikasi Messenger tersebut. Strategi semacam ini, memang terbukti efektif untuk penyedia layanan berskala besar sekelas Facebook.

Namun jika diterapkan, untuk layanan lain yang belum menjadi sebuah “kebutuhan utama” bagi para pengguna, tentu hasilnya akan sangat berbeda. Bahkan tidak menutup kemungkinan, strategi seperti ini justru akan mematikan pengembangan aplikasi tersebut.




1 comment on this postSubmit yours
  1. Untuk yang sangat gemar bermain facebook,tentunya informasi seperti yang ada dalam artikel ini akan sangat bermanfaat sekali. Terima kasih selalu!

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud