Meski Tawarkan Banyak Kemudahan, Belanja Online di Indonesia Masih Banyak Kelemahan

belanja online di Indonesia

Image dari Bringring.com

Baru saja hari belanja online usai digelar beberapa hari yang lalu. Dan yang luar biasa, transaksi keuangan dalam kurun waktu tiga hari dalam rangka #Hari Belanja Nasional tersebut mencapai angka yang sangat fantastis yitu Rp 2,1 triliun. Sebuah angka yang luar biasa memang, hanya dalam waktu tiga hari bisa mencapai angka sebesar itu. Ini menunjukkan bahwa belanja online di Indonesia memang semakin diminati karena menawarkan berbagai kemudahan.

Namun di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan dari #belanja online masih ada banyak kelemahan yang terjadi dalam proses belanja online. Ini bisa jadi juga merupakan kekurangan ecommerce yang ada di Indonesia. Apa saja kelemahan belanja online di Indonesia, perhatikan poin-poin di bawah ini.

1. Waktu Pengiriman Barang Lama dan Sering Tidak Tepat Waktu

Ini masih menjadi kendala paling sering terjadi, waktu yang terlalu lama dalam pengiriman barang bisa membuat konsumen tidak nyaman. Apalagi jika waktu pengiriman barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, maka ini sangat krusial. Mungkin ini juga terkait dengan letak geografis Indonesia yang sangat luas dan berpulau-pulau.

Namun jika masalah seperti ini dibiarkan oleh pelaku ecommerce Indonesia, tidak menutup kemungkinan pemain dari luar negeri akan memanfaatkannya dengan memberikan pelayanan yang maksimal.

Artikel lain: Selain Diskon Palsu, Inilah 3 Fakta Kurang Sedap Dari Harbolnas 2015

2. Sering Kali Tidak Fast Respon

Lagi-lagi masalah pelayanan yang menjadi titik paling lemah dalam aktivitas belanja online di Indonesia. Dan yang paling dirugikan adalah konsumen, memang beberapa toko online di Indonesia sudah menerapkan pelayanan costumer service 24 jam, namun itu belum semuanya.

Sulit dalam menghubungi toko online biasanya akan semakin parah ketika konsumen akan melayangkan komplain. Hal ini sebenarnya akan menimbulkan kesan yang buruk di mata konsumen, seakan-akan mereka tidak mau bertanggung jawab dengan keluhan dari para konsumen.

3. Ongkos Kirim Belanja Online di Indonesia Masih Tinggi

Masalah ongkos kirim sejauh ini mulai ada #toko online yang menghilangkannya, namun itu juga masih sangat minim. Ongkos kirim bisa menjadi masalah yang besar ketika konsumen membeli suatu barang dan masih berat di ongkos kirim. Bisa jadi mereka mengurungkan niatnya karena terlalu besarnya ongkos kirim yang harus dibayarkan.

So, ke depan hal seperti ini harus dipikirkan dengan baik. Dengan penetrasi teknologi internet yang mulai masuk daerah pelosok, tidak menutup kemungkinan konsumen akan semakin besar di daerah-daerah pelosok yang terpencil, dan ini akan besar kaitannya dengan ongkos kirim itu sendiri.

4. Barang yang Dikirim Tidak Sesuai Pesanan

Ini sebenarnya masalah klasik yang masih saja terjadi saat ini. Ketidak sesuaian barang ini bisa mencakup model, ukuran, tipe dan bahkan jenis barang yang dipesan tidak sesuai sama sekali sesekali juga masih terjadi.




Masalah seperti ini sangat mengecewakan bagi konsumen. Dan bahkan efeknya bisa saja mereka mengasumsikan bahwa semua toko online itu tidak beres. Padahal biasanya ini sering terjadi pada toko online yang masih baru dan bisa saja karena kurang rapinya manajemen di dalam pengelolaan orderan dari konsumen mereka.

So, jika Anda ingin berbelanja secara online, sebaiknya pilih toko online yang benar-benar sudah memiliki reputasi yang bagus. Setidaknya tanya kepada beberapa orang yang sudah pernah belanja dan tidak mengalami masalah apapun.

Baca juga: Tiga Tantangan Besar Dalam Perkembangan Bisnis Ecommerce Indonesia

5. Masih Sering Terjadi Penipuan Kepada Konsumen

Penipuan ini sepertinya sangat sulit sekali dihapus, beraneka ragam pola penipuan yang terjadi. Dari yang benar-benar secara langsung menipu konsumen dengan tidak memberikan barang yang dibeli sampai dengan penipuan dengan berkedok diskon besar-besaran.

Ini bahkan terjadi pada Hari Belanja Online kemarin, penjual yang tidak bertangung jawab memberikan diskon luar biasa besar yang mencapai 93%. Banyak yang mensinyalir diskon yang tidak wajar tersebut bisa dikategorikan sebuah penipuan publik. Dan, sebenarnya cara-cara seperti ini sangat buruk pada tingkat kepercayaan konsumen pada ecommerce.

Semoga saja ke depan kelemahan-kelemahan di atas bisa segera teratasi sehingga para konsumen semakin nyaman dalam berbelanja secara online.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud