Menjual Barang Online Tak Semudah Upload Foto Begitu Saja, Kawan!

Menjual Barang Online Tak Semudah Upload Foto Begitu Saja, Kawan!

tips berjualan online
Image dari Lifehacker.com

Beberapa minggu terakhir ini saya merasa kesal banget dari akun #aplikasi pesan instan yang ada di ponsel saya. Bukan karena error atau kehabisan kuota, namun ada sebuah gangguan yang membuat saya risih dan kesal dari aplikasi pesan instan ini.

Saya sendiri memiliki beberapa teman yang dalam aplikasi pesan instan ini. Seperti di kehidupan nyata dimana pasti akan ada saja orang-orang yang menjengkelkan. Juga dalam pergaulan di dunia online, termasuk di pesan instan pun akan ada juga orang-orang yang menyebalkan. Penyebutan menyebalkan sendiri bukan tanpa sebab.

Bayangkan jika ada orang yang selalu melakukan chat dan broadcast secara intens yang berisikan promosi dan ajakan untuk membeli produknya pada Anda, mungkinkah Anda tidak menyebutnya sebagai sesuatu yang menyebalkan? Sulit sekali memang menyebut kata lain selain kata menyebalkan. Tapi itulah kenyataan dan fakta yang telah terjadi pada saya beberapa minggu ini.

1. Penjual yang Merisihkan

Menjual, berjualan dalam satu kesatuan bisnis secara umum memang merupakan aktivitas yang baik, itu tidak bisa saya pungkiri. Namun menurut saya jika aktivitas ini dijalankan dengan cara yang salah maka hal yang baik ini bisa menjadi buruk. Saya sebagai salah satu konsumen di sebuah momentum saya tentu saja membutuhkan cara-cara yang bisa menarik saya untuk mau membeli produk itu.

Sayangnya, pada kasus diatas ternyata saya tidak mendapati cara yang membuat saya tertarik untuk membelinya. Bahkan lebih dari itu cara penjualan dengan melakukan chat atau broadcast yang intens ini membuat saya menyebutnya sebagai penjualan yang merisihkan. Merisihkan yang lama-lama kemudian membuat saya jengkel.

Artikel lain: 6 Tips Penjual Online Jalankan Bisnis Dengan Aman dan Nyaman

2. Jangan Berlebihan Dalam Promosi

Menurut saya, berjualan juga perlu etika. Penjual tidak bisa saja begitu saja melakukan promosi seenak dirinya hingga mengganggu ruang privasi orang lain. Ya, menurut saya melakukan promosi dengan chat dan broadcast yang terus-menerus dan berlebihan bisa membuat konsumen terganggu dan merasa risih hingga jengkel.

Memang tidak ada yang melarang Anda untuk melakukan promosi terus –menerus, tapi Anda juga harus ingat juga bahwa Anda berhubungan dengan manusia yang memiliki perasaan. Perasaan yang bukan hanya gembira dan senang tapi juga bisa meliputi rasa jengkel dan sebal. Maka dari itu menurut saya dalam promosi lakukan dengan cara yang beretika dan elegan, jangan berlebihan.

3. Lakukan Dengan Profesional

Dalam promosi intens yang saya hadapi sendiri waktu itu saya mendapati promosi yang tidak profesional. Artinya gambar dan kata-kata yang ditampilkan sangat sederhana hingga membuat saya yang melihatnya tidak tertarik sama sekali. Tentu saja dengan gambar yang mungkin diambil dari kamera VGA dan kata-kata yang langsung menjual tanpa ada basa-basi membuat promosi menjadi asal jadi dan tidak profesional. Alih-alih tertarik saja, saya malah merasa malas dan akhirnya jengkel dengan model promosi yang satu ini.

Menurut saya selaku konsumen saat itu promosi seharusnya dijalankan dengan profesional. Cobalah untuk menampilkan gambar produk dengan minimal #kamera beresolusi 8 MP dan juga tampilkan kata-kata penjualan yang halus, bukan kata-kata yang tiba-tiba langsung pada pokok permasalahan (menjual).

Baca juga: Mau Sukses Berjualan Online di Instagram? Coba Terapkan 6 Tips Berikut Ini

4. Jangan Terlalu Mudah Menggampangkan

Terakhir, dalam kasus ini akhirnya saya membuat kesimpulan bahwa teknik #promosi langsung yang dilakukan teman saya tadi terlalu dianggap mudah olehnya. Ya, dengan langsung upload foto dan ketik kata-katanya maka sejurus kita memang bisa melakukan promosi dari aplikasi pesan instan.

Teknik seperti ini memang sangat mudah, namun Anda harus ingat bahwa menjual tak semudah yang dibayangkan. Logikanya, jika menjual bisa dilakukan dengan satu kali upload foto dan ketika kata dan seketika itu langsung mendapat konsumen tentu saja semua pebisnis dalam cepat sukses dengan mudah.

Padahal kesuksesan adalah sesuatu yang membutuhkan proses yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Hal ini juga berlaku dalam bisnis, jika proses menjual bisa begitu mudahnya, tentu saja proses dan kerja keras tidak lagi dibutuhkan untuk bisa berjaya. Maka dari itu selalu ingatkan diri Anda bahwa untuk mencapai kesuksesan penjualan maka Anda perlu lebih serius dan berjuang dengan lebih keras lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan