Mengenal Alrawi ~ Aplikasi Digital Besutan ISIS untuk Komunikasi Antar Teroris

Mengenal Alrawi ~ Aplikasi Digital Besutan ISIS untuk Komunikasi Antar Teroris

Alrawi 
Image dari Rappler.com

Jaringan teroris dunia ISIS ternyata masih terus saja membuat usaha-usaha baru untuk bisa menggerakkan aksi-aksi brutalnya. Kabar terbaru pasca serangan teroris di Jakarta yang dianggap bagian dari ISIS adalah ditemukannya #aplikasi komunikasi bernama Alrawi. Informasi ini didapat dari kelompok peretas Ghost Security Group (GSG) yang menyatakan bahwa Alrawi telah menjadi aplikasi pengirim pesan dan media komunikasi baru bagi kelompok teroris ISIS.

Temuan ini sendiri berhasil diidentifikasi pada tanggal 11 Januari 2016 yang lalu. Lalu seperti apakah aplikasi ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Dari Telegram ke Amaq Agency dan Alrawi

Sebelum aplikasi Alrawi ini ditemukan sebenarnya para teroris dari ISIS ini telah menggunakan aplikasi Telegram dan #Twitter untuk komunikasi. Pada aplikasi itu mereka menyampaikan info pada para simpatisannya agar menggunakan aplikasi Amaq Agency. Namun setelah aplikasi diketahui oleh CtrlSec, aplikasi ini tiba-tiba menghilang.

Di jejaring Telegram sendiri, tercatat dan diketahui atas laporan dari kelompok Anonymous dan GhostSec ada lebih dari 9.000 akun pengguna dan 78 channel yang diduga milik ISIS. Dan saat ini sendiri akun dan channel ini sendiri sudah diblock dan di non-aktifkan. Setelah luluh lantak di Telegram dan menghilang di Amaq Agency, beberapa minggu setelahnya kemudian diketahui bahwa ISIS memunculkan aplikasi terbaru bernama Alrawi yang digunakan untuk sarana komunikasi perencanaan serangan.

Artikel lain: Tak Main-Main Perangi ISIS, Inilah Pesan “Say War” Para Hacker Anonymous

Tidak Muncul di Google Play Store

Aplikasi Alrawi sendiri memang tidak akan bisa dijumpai di Google Play Store, sebab penyebarannya dilakukan secara rahasia untuk kalangan anggota ISIS saja. Dari sini maka aplikasi Alrawi ini secara detail belum diketahui tampilannya.

Selain tidak diketahui tampilannya, fiturnya pun tidak diketahui. Meski belum banyak diketahui secara detail, namun aplikasi Alrawi ini diyakini merupakan aplikasi chat #Android yang mampu mengirimkan pesan berupa teks, gambar, dan video. Selain untuk berkomunikasi sendiri, aplikasi ini digunakan ISIS untuk mendistribusikan propaganda, menerbitkan berita terbaru, hingga melakukan koordinasi untuk serangan teroris berikutnya.

Walau diketahui telah memiliki aplikasi Alrawi, namun diyakini ISIS masih menggunakan fitur pesan langsung (direct message) dari Twitter dan Telegram untuk mengirimkan berbagai update foto dan video terbaru. Alrawi sendiri memiliki fungsi utama yaitu untuk distribusi propaganda. Menurut perwakilan dari Ghost Security terhadap Defense One ini aplikasi ini akan memungkinkan pengguna untuk dapat mengikuti berita terbaru dan berbagai cuplilkan #video.

Sulit untuk Melacak dan Membobol Alrawi

Meski telah diketahui, namun aplikasi ini sangat sulit dibobol dan diretas. Badan intelejen Amerika sendiri yaitu FBI mengakui bahwa timnya sangat sulit melacak aplikasi baru buatan ISIS ini. Bahkan Direktur FBI sendiri, James Comey meminta perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley untuk membuat sebuah software atau aplikasi untuk dapat ‘menerobos’ komunikasi virtual kelompok teroris ISIS tersebut.

Tren Komunikasi Online

Komunikasi via dunia maya (online) memang sekarang ini telah menjadi tren manusia modern. Dan hal ini kemudian menjadi andalan ISIS dalam menyebarkan propaganda dan teror di dunia. Aplikasi sosial yang berbasis online ini juga seringkali dijadikan ISIS untuk ajang pengumuman strategi ISIS dan perencanaan serangan.

Pasca serangan terir di Paris pada 13 November 2015 ini, ISIS memang diketahui gemar menggunakan aplikasi pesan terenkripsi sebagai jalur komunikasi virtualnya. Militan-militan ISIS pun juga tampaknya tak mau kalah berjuang di dunia maya dengan terus mencari cara agar bisa terhubung satu sama lain walaupun berbagai saluran komunikasinya sempat diserang oleh berbagai pihak.

Baca juga: Terkait Aksi Teror Bom Sarinah, Safety Check Facebook “Absen” di Jakarta

Namanya teroris memang selalu memiliki cara untuk terus bertahan dan mengembangkan organisasinya. Apalagi untuk sekelas ISIS yang merupakan organisasi dunia, maka akan muncul sebuah pepatah lama yaitu ‘mati satu tumbuh seribu’.

ISIS memang telah menjadi musuh dunia di mana berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga kelompok peretas seperti Anynomous beramai-ramai melakukan berbagai cara untuk melawannya. Dari serangan militer hingga serangan virtual, semua dilakukan untuk bisa menangkal aksi-aksi teroris yang tidak berprikemanusiaan dan tak beradab.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan