Mengartikan dan Memaknai Prinsip “Menderita” dari Founder Grup Bosowa Aksa Mahmud

Mengartikan dan Memaknai Prinsip “Menderita” dari Founder Grup Bosowa Aksa Mahmud

Aksa Mahmud
Image dari Kompasiana.com

Perusahaan Bosowa memang sudah menjadi sebuah korporasi besar di Indonesia. Bagaimana tidak, perusahaan yang memiliki berbagai unit bisnis, mulai dari semen, media, energi, perbankan, asuransi hingga dealer mobil dan masih banyak yang lainnya ini telah mencatatkan keuntungan dan laba yang begitu fantastis hingga menjadi salah satu perusahaan multinasional yang berpengaruh di Indonesia.

Perusahaan yang didirikan pada tanggal 22 Februari 1973 ini memang sangat fenomenal. Sebab perusahaan yang bermula dari unit bisnis yang bergerak di bidang perdagangan umum bernama CV Moneter di kota Makassar, Sulawesi Selatan ini telah bertransformasi menjadi perusahaan raksasa dengan puluhan unit bisnis yang menguntungkan.

Dari perubahan dan transformasi besar yang terjadi pada perusahaan ini tentu saja kita harus mengetahui satu sosok atau aktor penting di balik penggeraknya. Dan sosok di balik penggerak roda bisnis Bosowa Corporation ini adalah Aksa Mahmud.

Artikel lain: Founder EOS Gaming, Rizky Rizaldi Bagikan Cara Tepat Bangun Online Shop

Aksa Mahmud memang sosok pengusaha yang sangat bermental pengusaha. Ketika menjalankan sebuah bisnis dan perusahaan Aksa selalu menerapkan prinsip yang unik yang disebut prinsip “menderita”. Dengan prinsip inilah ia mampu menjadikan CV Moneter berubah drastis menjadi Bosowa Corporation yang besar dan megah. Lalu seperti apakah arti dan makna dibalik prinsip “menderita” dari pendiri grup Bosowa ini? Berikut ulasannya.

Hindari Zona Nyaman

Prinsip “menderita” dalam jiwa Aksa memang sudah mendarah daging. Bahkan tanpa basa basi ia menyatakan bahwa zona nyaman yang ada pada setiap bidang kehidupan merupakan sesuatu yang berbahaya dan harus dihindari dengan segera.

Menurutnya, zona nyaman adalah area yang akan akan melenakan manusia sehingga membuat orang yang berada di dalamnya tidak mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena dalam dirinya mereka merasa malas untuk berusaha lebih keras atau melakukan hal-hal baru. Hasilnya usaha atau bisnis pun akan menjadi stagnan dan bisa jadi mengalami defisit.

Prinsip “Menderita” untuk Siapkan Generasi Penerus Bisnis

Lebih dari itu Aksa Mahmud menawarkan satu prinsip unik kepada para keluarga besarnya di Bosowa Grup untuk menjadikan dirinya mengalami peningkatan dalam hidupnya. Dan prinsip yang ditawarkan pada setiap generasi penerus tampuk bisnis Bosowa Corporation ini bernama prinsip “menderita”. Menurutnya dengan prinsip “menderita” seseorang akan mengalami lompatan hidup yang berarti.

Jika menderita, seseorang akan mampu berpikir dan bekerja dengan lebih kreatif. Jika prinsip ini diterapkan dengan rutin maka orang tersebut akan menjadi pribadi tekun dan pantang menyerah. Dari sini menurut Pria kelahiran Barru, 16 Juli 1945 ini orang yang menerapkan prinsip “menderita” ini akan mampu mengeluarkan potensi dirinya dengan maksimal untuk kehidupannya.

Filosofi Usaha Aksa Mahmud

Dalam menerapkan prinsip “menderita” ini, Aksa sendiri selalu berpegang teguh pada filosofinya yaitu bekerja keras, belajar, dan berdoa. Pria lulusan Fakultas Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Makassar ini memang selalu bekerja keras dalam menjalankan perusahaan Bosowa yang merupakan singkatan dari 3 kerajaan Bugis, yakni Bone (pemerintah), Soppeng (produsen), dan Wajo (pedagang). Untuk sukses ia kemudian melibatkan para profesionalisme, kemampuan adaptasi, serta pengetahuan, dan pengalaman. Tak lupa juga ia selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada kehidupan yang diberikannya.

Dari penerapan prinsip “menderita”-nya ini, Aksa akhirnya sukses mengembangkan CV Moneter menjadi perusahaan raksasa bernama Bososwa. Pada ulang tahunnya yang ke-43 itu, Aksa sendiri telah mampu mengembangkan Bosowa Corporation menjadi perusahaan yang memiliki lebih dari 40 anak usaha yang terentang dalam 9 sektor bisnis seperti otomotif, semen, pertambangan dan energi, jasa keuangan, properti, pendidikan, agribisnis, media & olahraga serta #investasi.

Baca juga: Tips Meningkatkan Traksi Startup Dari Indrasto Budisantoso, CEO Jojonomic

Selain itu baru-baru ini Grup Bosowa juga telah mampu mengendalikan saham Bank Bukopin, Bank QNB Indonesia serta membeli saham di PT Asuransi Bosowa Periskop. Dengan seluruh pencapaiannya ini tak ayal bila kemudian Aksa pada 2015 ditasbihkan menjadi orang terkaya ke-35 di Indonesia oleh Forbes dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta. Dalam perjalanan hidupnya juga, Aksa juga pernah menjabat sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) masa jabatan 1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan