Beranda Finansial 9 Cara Memaksimalkan Investasi Saham Agar Semakin Cuan

9 Cara Memaksimalkan Investasi Saham Agar Semakin Cuan

Memaksimalkan investasi sahamKeberadaan instrumen investasi terutama saham telah membuka mata setiap orang bahwa finansial yang sehat adalah kunci kesejahteraan hidup jangka panjang.

Memaksimalkan investasi saham merupakan tahapan yang tepat untuk melanjutkan apa yang telah dimulai. Dengan semakin banyak orang memahami betapa pentingnya investasi maka pemulihan ekonomi suatu negara akan semakin cepat.

Investasi saham merupakan investasi jangka panjang untuk memaksimalkan profit hingga kebutuhan finansial seseorang dalam kategori aman.

Di zaman digital sekarang memiliki saham tidak sulit. Investasi jenis saham menjadi yang paling banyak diminati oleh investor karena imbal balik yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi seperti deposito, reksadana pasar uang, obligasi, maupun reksadana campuran.

Investasi seperti layaknya bisnis, membutuhkan strategi perencanaan untuk menghadapi fluktuasi pasar modal yang tidak dapat diprediksi. Kerugian akan tetap ada namun bagaimana meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan adalah hal yang harus dipelajari investor saham.

Bila kamu salah satu investor saham, simak beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan investasi saham berikut ini:

1. Selalu Upgrade Pengetahuanmu

Cara pertama yang wajib dilakukan adalah menambah dan meningkatkan pengetahuanmu akan pasar modal terutama saham.

Pastikan belajar dari sumber yang tepat seperti buku-buku terbitan investor Benjamin Graham maupun buku yang dibuat oleh investor lokal.

Tidak hanya sampai di situ, ilmu bisa ditambah melalui sosial media. Ikuti influencer finansial dan saham karena mereka akan selalu memberikan informasi yang edukatif mengenai kondisi pasar modal.

2. Pahami Perekonomian

Terapkan sifat haus belajar, mulai pahami perkembangan ekonomi yang tepat dalam pasar modal.

Berinvestasi saham akan sangat erat kaitannya dengan kondisi perekonomian Indonesia bahkan dunia, dampaknya mampu mengombang-ambingkan nilai portfolio.

Pahami perkembangan ekonomi saat ini, jika sedang baik silahkan top up atau membeli beberapa saham, apabila kondisi ekonomi sedang buruk ada baiknya untuk hold keinginan untuk membeli saham.

3. Belajarlah Analisa Saham

Memang tidak mudah untuk memahami sesuatu yang bukan passion kita, tapi suka tidak suka kewajiban untuk belajar menganalisa saham adalah wajib, terutama untuk kamu yang telah lebih dulu berinvestasi saham.

Analisa mulai dari kredibilitas perusahaan, rasio keuangan untuk membiayai aset perusahaan (Debt To Return Ratio), SMA (Simple Moving Average) sebagai indikator harga rata-rata dari pergerakan suatu saham, Foreign Flow pergerakan dana asing dan mengambil keuntungan, Average Up, Average Down dan masih banyak lagi.

Jika kamu tidak mulai mempelajari cara analisanya jangan berharap untuk cuan lebih banyak.

4. Hindari Sistem Kebut

Para investor pemula cenderung tidak dapat mengontrol diri ketika berinvestasi, permainan emosi belum bisa dikendalikan.

Sekali lagi, investasi saham bukan untuk jangka pendek atau cuan instan, melainkan konsistensi dan sabar dalam berinvestasi jangka panjang.

Kecenderungan terburu-buru akan membuat investor salah mengambil keputusan yang mengakibatkan rusaknya strategi hingga menurunnya nilai investasi.

Hindari sistem kebut, atur pola analisa saham yang tepat sehingga risiko yang terjadi ketika berinvestasi saham akan semakin kecil.

Pikirkan dua kali untuk mengambil tindakan, cari sumber yang tepat sebagai pembenaran analisa. Tidak ada kata terlambat, yang ada hanya kata tidak mau berusaha.

5. Beli Lebih dari Satu Jenis Saham

Membeli satu jenis saham merupakan pilihan yang kurang tepat meskipun dirasa akan lebih aman dan terkendali. Kerasnya gelombang fluktuasi pasar modal pada saham akan memperburuk keadaan finansial atau investasi jika hanya dari satu sumber.

Membeli 2 hingga 3 saham akan lebih baik dikarenakan dapat saling menutupi jika terjadi penurunan tajam pada salah satu saham. Hal tersebut tentunya dapat mengamankan nilai investasi dalam portfolio kamu.

6. Memilih Perusahaan Sekuritas atau Broker

Pastikan perusahaan yang dipilih telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kamu bisa melakukan pengecekan likuiditas broker lewat Bursa Efek Indonesia.

Perhatikan laporan keuangan perusahaan tersebut beserta likuiditas mengenai informasi kepada para investornya, interaksi dua arah yang baik menunjukkan perusahaan dalam keadaan baik.

7. Investasi Jangka Panjang

Penting untuk dipahami sekali lagi bahwa instrumen investasi saham merupakan investasi jangka panjang. Pastikan tujuan investasi saham adalah untuk keperluan di atas 5 tahun, seperti dana sekolah anak, kuliah hingga dana pensiun.

Dengan memperhatikan tujuan yang jelas maka investasi berjalan dengan waktu yang tepat hingga menghasilkan imbal balik yang baik.

Jika tujuan tidak jelas bahkan untuk waktu yang singkat di bawah 5 tahun akan berdampak pada likuiditas investasi semakin berantakan dan hanya akan menyisakan kerugian bagi investor.

Menahan emosi untuk menggunakan dana investasi saham perlu konsistensi yang tinggi, selalu berpikir jernih dalam berinvestasi.

8. Waspada Penipuan

Tak kalah pentingnya, penipuan semakin marak lewat berbagai macam cara salah satunya secara online.

Waspadai penipuan mengenai tawaran investasi saham apapun yang memberikan imbal balik cepat dalam waktu singkat. Bahkan memberikan iming-iming garansi return yang tetap setiap bulannya.

Padahal kamu sudah mengerti bahwa pasar modal dalam berinvestasi saham tidak ada yang pasti, imbal balik yang tertera hanyalah ilustrasi atau merata yang diambil dari nilai pada tahun-tahun sebelumnya.

9. Disiplin Berinvestasi

Kebutuhan mendesak selalu menjadi permasalahan utama mengapa dana investasi akhirnya terpakai, Lakukan perhitungan kondisi keuangan dengan benar, jangan lupakan dana darurat, dana kebutuhan hidup atau cicilan lainnya.

Konsistensi berinvestasi bukan hal yang mudah dilakukan, selalu pastikan memiliki kondisi keuangan yang sehat, sisihkan 5 – 10 persen pendapatan untuk memaksimalkan investasi saham agar semakin cuan

Penutup

Dari penjelasan di atas sekarang kita mengetahui bahwa berinvestasi di pasar saham membutuhkan pengetahuan yang baik tentang pasar modal. Selain itu, kita juga peru memahami cara analisis saham dan perekonomian di Indonesia, bahkan dunia.

Keberhasilan para investor saham ternama tidak terjadi dalam satu malam. Semuanya butuh proses, konsistensi, kesabaran, dan pengendalian diri yang baik.

Selain itu, para investor saham juga harus menggunakan broker yang teregulasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hindari tawaran investasi dengan iming-iming cepat untung karena tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tahu persis apa yang akan terjadi di masa depan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan