“Lepas” Dari Twitter, Investor Ini Mengaku Hidupnya Terasa Lebih Ringan

“Lepas” Dari Twitter, Investor Ini Mengaku Hidupnya Terasa Lebih Ringan

Marc Andreessen
Image dari Techpp.com

Pasca isu pembelian perusahaan Twitter gagal terjadi, banyak pihak yang merasa bahwa masa depan #media sosial yang satu ini mulai terancam. Alasan tersebut salah satunya diamini oleh seorang investor dan entrepreneur gaek asal Amerika Marc Andreessen. Pria yang telah mempunyai pengalaman lama dalam hal pendanaan venture capital di Amerika dan sejumlah negara besar di dunia tersebut, bahkan memutuskan untuk meninggalkan Twitter beberapa waktu yang lalu.

Kepergian Andreessen dirasa cukup mengejutkan karena sebelumnya Andreessen jugalah yang menjadi salah satu investor potensial yang dimiliki Twitter. Namun bagi Andreessen sendiri, lepas dari Twitter membuat dirinya merasa jauh lebih baik.

Keputusan Terbaik

Dalam sebuah event teknologi Stictly VC yang digelar di Palo Alto beberapa waktu lalu, Marc Andreessen menjelaskan dengan gamblang seperti apa alasan dirinya memutuskan untuk lepas dari Twitter mulai minggu lalu. Bahkan profil populer dengan akun #Twitter pribadinya ini, telah menghapus semua twee yang pernah ia buat.

Dalam keterangannya ia mengibaratkan bahwa, setelah keluar dari Twitter, dia bahkan merasa berat badannya turun 50 pounds (25 kg), “Saya merasa bebas seperti burung” ujar pria bertubuh tambun tersebut.

Artikel lain: Google Berniat Akuisisi Twitter? Ini Beberapa Pertimbangannya

Tanda-tanda kepergian Andreessen dari Twitter, sebenarnya sudah mulai nampak sejak itu penjualan Twitter menyeruak di media beberapa bulan lalu. Menanggapi hal itu, kepergian Andreessen terasa cukup aneh karena beberapa waktu ini ia justru semakin aktif menggunakan platform media sosial “burung biru”. Dia yang dikenal dengan kultweet “tweetstorms” miliknya tersebut, seringkali membagikan beragam opini personal terkait dengan dunia politik hingga berita bisnis dan teknologi terbaru yang berada di kawasan silicon Valley.

Sosok yang Kontroversial

Namun jika menilik kembali sosok investor yang satu ini, sebenarnya tidak terlalu aneh jika dirinya melakukan sesuatu yang terbilang kontroversial. Karena sebelumnya pria yang memimpin sejumlah proyek #investasi miliaran dolar tersebut, pernah mengeluarkan ucapan kontroversial terkait dengan program internet milik Facebook yang dirilis di negara India. Dalam kasus tersebut bahkan, dirinya tempat bersitegang dengan pengembang Facebook termasuk sang founder Mark Zuckerberg.

Bergeser pada kasus lain, Andreessen juga menyebut bahwa saat ini tren perusahaan digital yang ingin segera masuk IPO, merupakan langkah yang terlalu cepat. Ia menyebut bahwa, tidak sedikit pemilik perusahaan teknologi yang ingin segera go publik, namun tidak melihat kondisi dan tantangan yang ada.

Berbeda dengan apa yang terjadi 20 tahun yang lalu, Andreessen mengatakan bahwa saat ini kemungkinan untuk sebuah perusahaan berhasil go publik jauh lebih minim. Alasannya yakni, pihak investorpun semakin meningkatkan pengawasan serta tidak lagi hanya berfokus pada neraca keuntungan sebuah perusahaan. Yang lebih penting, adalah bagaimana membangun tujuan jangka panjang perusahaan tersebut. Namun yang unik adalah, dirinya sendiri terlihat begitu getol memperkenalkan dan mendorong sejumlah portofolio miliknya sendiri dari sejumlah perusahaan yang juga akan segera lepas landas menuju IPO.

Baca juga: Akibat Perombakan Masal, Banyak Petinggi Twitter Pilih Hengkang

Sehubungan dengan kepergiannya dari perusahaan Twitter, banyak pihak berspekulasi bahwa sebenarnya Andreessen sedang menyiapkan rencana lebih besar lagi terhadap perusahaan sejenis. Karena pada kenyataannya, setelah lepas dari Twitter, Andreessen diisukan menjalin kerjasama dengan perusahaan media sosial lain.

Lepas dari itu semua, kondisi Twitter saat ini memang sangat dipertanyakan. Kemungkinan untuk diakuisisi oleh perusahaan lain, hingga sejumlah rumor yang menyebutkan bahwa Twitter akan mengeluarkan layanan baru masih menjadi misteri. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

3 KOMENTAR

  1. sepertinya memang twitter mulai ada kemunduran, karena facebook semakin eksis di bidang periklanan dan jasa.

  2. keputusan yang sangat berat namun sangat berpengaruh ke depannya,,,

  3. Mengambil sebuah keputusan yang mungkin terasa sangat sulit,tapi mampu menghasilkan yang terbaik. Good Job…!

Tinggalkan Balasan