Leonardo Del Vecchio ~ Dari Keluarga Biasa Menuju Seorang Miliarder Italia

Leonardo Del Vecchio

Jika saat ini Anda merasa menyerah dengan kemiskinan dan tidak pernah mau mencoba hal baru untuk survive, maka itu adalah kesalahan besar dalam hidup Anda. Menjadi sukses dan berhasil dalam bidang apapun adalah sebuah pilihan yang tidak memandang latar belakang seseorang. Apapun latar belakang Anda, keluarga dan pendidikan Anda, sebuah tekat yang kuat dan keyakinan yang tinggi pasti bisa mengantarkan Anda dalam kesuksesan.

Keberhasilan, terutama dalam dunia bisnis, bukan saja milik dari orang dengan latar belakang keluarga yang kaya. Tidak juga dari latar #pendidikan tinggi atau yang lainnya. Kesuksesan berbisnis adalah miliki ia yang yakin dan tak pernah menyerah pada keadaan bagaimanapun. Contoh #kisah inspiratif adalah Leonardo Del Vechhio, orang terkaya ke dua dari Italia.

Latar Belakang Kehidupan Leonardo Del Vecchio

Leonardo saat ini adalah termasuk salah satu pebisnis tersukses di dunia. Anda tahu merek kaca mata terkenal dari Italia, Luxottica, sebuah merek kacamata tersohor di dunia itu adalah milik Leonardo Del Veccio. Namun banyak orang mungkin belum mengetahui bagaimana kisah hidup mengharukan dari Leonardo.

Selain dari keluarga yang tidak punya, Leonardo del Vecchio juga adalah seorang yatim karena ayahnya meninggal beberapa bulan sebelum kelahirannya. Del Vecchio lahir di kota Milan Italia pada tahun 1935. Keluarga Del Vecchio hanya tinggal pada sebuah gubuk jelek di pinggir kota.

Artikel lain: Zong Qinghou, Pengantar Susu yang Menjadi Orang Terkaya Ke-6 di Tiongkok




Bahkan saking miskinnya, sang ibu tidak mampu menghidupi yang kemudian terpaksa menitipkan Leonardo del Vecchio ke sebuah panti asuhan. Pada usia tujuh tahun Leonardo di asuh oleh seorang biarawati di panti tersebut. Baru kemudian pada usia 14 tahun, Leonardo mulai bekerja untuk menopang ekonomi keluarganya.

Ketika remaja yang lain masih menikmati keindahan masa remaja, Leonardo menempa diri dengan bekerja sebagai seorang trainer pada sebuah produsen peralatan di Milan. Di tempat kerjanya tersebut, Leonardo tidak hanya bekerja pada siang hari. Namun ketika malam tiba setelah seharian bekerja, ia banyak belajar desain – desain alat industrial. Sejak saat itulah Leonardo tertarik untuk menangani bingkai kacamata.

Tak lama setelah itu, Leonardo pun memutuskan untuk pindah ke Agoda yang merupakan pusat industri kacamata. Di situ ia mulai menimba dan mengumpulkan banyak ilmu mengenai kacamata selama enam tahun. Kemudian dengan modal ilmu yang ia dapatkan selama enam tahun tersebut ia mulai fokus untuk berdiri sendiri dalam bisnis kacamata.

Taruhan Besar Leonardo del Vecchio Pada Bisnis Kacamata

Ketika memutuskan untuk fokus dalam bisnis perakitan kacamata, saat itu bisnis kacamata begitu ketat persaingannya. Sebenarnya merupakan sebuah taruhan besar dalam hidupnya untuk melangkah mengambil persaingan yang sangat ketat kala itu.

Luxottica demikian perusahaan yang sedang dirintisnya diberi nama. Semakin berkembang dan maju, kemudian Leonardo Del Vecchio kembali membuat sebuah keputusan penting dalam perjalanan bisnisnya. Untuk memperluas pemasaran merk tersebut, Leonardo Del Vecchio membuat sebuah terobosan spektakuler dengan mengambil segmen kacamata ekslusif sendiri.




Pada tahun 1967 Leonardo del Vecchio memutuskan untuk menjual frame kacamata lengkap dibawah merek Luxottica. Bahkan, dalam melakukan pengembangan kacamatanya Leonardo menggunakan penelitian untuk lebih mengembangkan strategi dalam distribusi. Hal ini sangat menunjang sebuah jaringan perusahaan yang efektif dan efisien.

Baca juga: Ollie Forsyth – Terus Maju Tak Terhalang Usia Muda Bahkan Disleksia

Perlahan namun pasti, Luxottica semakin besar dan melakukan ekspansi bisnis bidang kacamata yang luar biasa. Kesuksesan Leonardo del Vecchio dalam memimpin perusahaan membuat perbesaran lapangan semakin luas. Secara bertahap, Luxottica berhasil mengakuisisi beberapa merek Italia terkenal. Lens Crafter, Porsol, Vogue, berhasil diambil alih oleh nya. Bahkan tidak hanya di Italia saja, merek yang sangat terkenal asal Amerika Ray-Ban pun juga turut dicaplok.

Kini, Luxottica memiliki lebih dari 6000 toko ritel yang berada di seluruh dunia. Perusahaan yang dirintis dari seorang anak yatim yang miskin ini sekarang menjelma menjadi produsen kacamata terbesar di dunia. Gurita bisnis Leonardo del Vecchio booming pada akhir tahun 80an yang pada saat itu Leonardo mendekati desainer kondang Italia Georgio Armani.

Sebuah kisah inspiratif dari seorang yatim yang miskin dengan tekat kuat ingin menjadi seseorang yang sukses dan berhasil. Semoga bisa menginspirasi siapa saja dan kita semua.



5 total comments on this postSubmit yours
  1. wah inspiratif sekali walopun sebelumnya yatim dan miskin, beliau bisa menjadi sukses dan mengakuisisi perusahaan perusahaan terkenal,,,

    • memang sangat menginspirasi

    • betul mas Atzar, bisa kita jadikan contoh . . . .

  2. “Bahkan saking miskinnya, sang ibu tidak mampu menghidupi yang kemudian terpaksa menitipkan Leonardo del Vecchio ke sebuah panti asuhan.”

    Bikin saya merinding bacanya, dari sebuah titik nadir bisa menuju puncak kejayaan. Nasib emang tak bisa di tebak, sebuah kisah inspiratif penuh motivasi. Salam blogger…..!

    • bisa kita jadikan motivasi buat kita semua

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud