Lebih Baik Dibanding Lithium Ion, Inilah Konsep Baterai Baru Masa Depan

Image dari Jalantikus.com

Teknologi bisa dibilang merupakan salah satu hal yang paling dinamis di dunia ini. Dalam beberapa tahun saja, kita bisa melihat perkembangan #teknologi yang sangat pesat di berbagai bidang.

Salah satu contohnya adalah perkembangan dari penggunaan perangkat penyimpanan daya atau yang jamak disebut dengan istilah baterai. Baterai adalah salah satu perangkat yang digunakan untuk menyimpan daya yang kemudian dapat dimanfaatkan pada perangkat lain.

Hingga saat ini, untuk perangkat berbasis mobile salah satu jenis baterai yang paling banyak digunakan adalah baterai lithium ion. Namun beberapa waktu terakhir, peneliti yang sebelumnya mengembangkan baterai lithium ion, memaparkan sebuah ide penciptaan baterai jenis baru yang kabarnya bahkan jauh lebih baik ketimbang lithium ion.

Seperti apa konsep baterai masa depan tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.

Pengembangan Temuan Baterai

Sebagai informasi, baterai lithium ion yang saat ini banyak diaplikasikan untuk perangkat mobile, pertama kali dikembangkan oleh seorang peneliti bernama John Goodenough. Dia adalah anggota dari tim yang menyelesaikan pembuatan konsep baterai lithium ion puluhan tahun yang lalu.




Namun kini, ternyata sosok penemu terkenal tersebut belum ingin berhenti menciptakan teknologi terbaru. Hal tersebut dibuktikan dalam laporan sebuah penelitian yang ia lakukan dengan beberapa peneliti lain, untuk mengembangkan sebuah teknologi baterai baru yang bahkan memiliki daya tahan serta kelebihan dibanding baterai lithium ion.

Artikel lain: Baterai Smartphone Anda Cepat Habis? Mungkin Saja Aplikasi Ini Biang Keroknya

Mengenai konsep umum dari baterai terbaru tersebut, Goodenough mencoba untuk mengganti komponen utama yang ada di baterai lithium ion saat ini. Komponen tersebut adalah cairan elektrolit. Saat ini, cairan elektrolit masih dianggap sebagai salah satu komponen yang paling penting serta belum tergantikan.

Namun permasalahannya adalah, banyak kejadian dimana baterai yang disusun oleh cairan elektrolit akhirnya bisa meledak serta tidak mampu berfungsi untuk perangkat yang berada di suhu rendah.

Oleh karena itu, tim Goodenough mencoba untuk mengganti cairan elektrolit tersebut dengan komponen lain yakni kaca. Dengan menggunakan kaca, baterai konsep baru ini diperkirakan bisa mengisi daya jauh lebih cepat, serta memiliki kemampuan simpan yang 3 kali lebih baik daripada baterai lithium ion.




Tidak hanya itu saja, kelebihan dari penggunaan kaca juga dapat mengurangi kemungkinan perangkat yang meledak disamping juga bisa beroperasi untuk perangkat bersuhu rendah.

Memecahkan Masalah Penyimpanan Energi

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah cukup banyak peneliti di seluruh dunia yang mencoba untuk mengembangkan perangkat penyimpanan daya energi yang lebih baik dari yang ada yang saat ini. Penelitian tersebut digulirkan dengan cara mencoba berbagai perangkat atau komponen baru yang dapat menggantikan komponen yang sudah ada.

Oleh karena itu, penelitian dari Goodenough sudah dikomunikasikan lewat jurnal Energy & Envrionmental Science untuk bisa lebih dikenal oleh peneliti di seluruh dunia. Ternyata, konsep tersebut mampu menarik perhatian banyak sekali peneliti.

Permasalahan yang umum ditemui dalam penciptaan perangkat penyimpan daya adalah, kebanyakan dari ide yang muncul sulit untuk direalisasikan atau bahkan tidak mungkin untuk diproduksi.

Selain itu baterai lithium ion yang ada saat ini, dirasa sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena telah berada di titik batasnya. Pemikiran tersebut didukung dengan fakta bahwa banyak sekali perangkat mobile yang menggunakan pengembangan baterai lithium ion, justru akhirnya tidak mampu menahan dan mengakibatkan adanya ledakan.

Jika memang penelitian yang dilakukan oleh Goodenough berhasil menemukan komponen yang lebih baik, tentu hasil dari baterai teknologi baru tersebut bisa sangat membantu.

Dari situ pengembangan berlanjut untuk menemukan versi baterai lithium ion yang lebih baik. Salah satunya yakni mengganti bahan lithium dengan bahan sodium di dalam baterai. Sodium yang bisa didapatkan lewat ekstraksi air laut, tentu akan lebih mudah serta memiliki harga yang lebih murah.

Baca juga: Hati-Hati, Ponsel Bisa Diretas Saat Isi Baterai Lewat Colokan Umum

Namun, untuk benar-benar bisa diproduksi yang digunakan,  temuan dari Goodenough masih harus terus dikembangkan. Jadi nampaknya kita perlu bersabar hingga teknologi mutakhir tersebut rampung dibuat.

Sekilas tentang pencapaian Goodenough dalam menemukan baterai lithium ion, ia beserta tim pertama kali mengembangkan teknologi tersebut di tahu 1980. Pada waktu itu, ia menggunakan bahan katoda kobalt oksida sebagai komponen inti. Berkat penemuannya tersebut, Goodenough dianugrahi penghargaan Charles Stark Draper Prize di tahun 2014.



1 comment on this postSubmit yours
  1. teknologi bergerak dengan cepat, apalagi yg behubungan dengan teknologi informasi

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud