Lamaran Kerja Anda Ditolak Perusahaan Startup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Image dari WordPress.com

Image dari WordPress.com

Dengan bertumbuhnya tren perusahaan startup di Indonesia, maka peluang mendapatkan pekerjaan pun kini semakin terbuka lebar. Namun meski kesempatan makin terbuka, bukan berarti Anda akan dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Proses seleksi yang mau tak mau Anda jalankan inilah yang menuntut Anda untuk tetap harus menampilkan yang terbaik dari diri Anda.

Karena pentingnya proses rekrutmen ini bahkan modal prestasi akademis pun bukanlah sesuatu yang bisa menjamin Anda diterima. Meski sebuah usaha rintisan, perusahaan #startup tetap memiliki keputusan yang mutlak untuk menerima atau menolak berkas lamaran Anda. Biasanya ada beberapa hal yang membuat lamaran kerja Anda ditolak oleh startup. Berikut ulasannya.

1. Anda yang Tidak Tampil Beda

Hal pertama yang biasanya membuat lamaran Anda ditolak oleh startup adalah Anda yang tidak tampil beda dengan pelamar lainnya. Ya, untuk bisa dilirik oleh manajemen startup, Anda memang dituntut memiliki sesuatu yang beda dengan pesaing Anda. Tampil beda yang dimaksud di sini adalah membuat hal positif yang bisa membuat pihak HRD tertarik dengan Anda.

Untuk bisa tampil beda dengan hal yang dimaksud bisa Anda melakukannya seperti dengan membuat beberapa prestasi di luar akademis. Prestasi-prestasi yang Anda catatkan ini sangat mungkin membuat Anda akan tampil beda dan akan lebih dilirik oleh tim HRD startup daripada yang lainnya.

Artikel lain: 5 Tips Yakinkan Partner Bisnis Dalam Membangun Startup 




2. Tampilan CV yang Nampak Buruk

CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup memang akan selalu menjadi pertimbangan bagi sebuah perusahaan untuk bisa menerima Anda atau tidak. Maka dari itu sudah selayaknyalah Anda membuat atau merancang CV Anda dengan tampilan yang baik. Membuat desain CV yang baik bukan berarti Anda harus menyewa jasa desain grafis.

Anda bisa melakukannya dengan sederhana dan yang terpenting adalah CV Anda telah menunjukkan beberapa informasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda sebagai pencari kerja. Jangan menuliskan data yang sia-sia seperti jenis kelamin (yang sudah ada di foto), agama, dan lainnya. Lebih dari itu CV Anda harus menjabarkan pengalaman kerja yang Anda miliki dengan pekerjaan yang dilakukannya dalam posisi tersebut.

3. Tidak Memahami Profil Perusahaan Startup

Pengetahuan dan informasi tentang perusahaan statup yang kamu lamar memang sangat penting. Dengan adanya pengetahuan tentang perusahaan ini maka Anda akan mendapatkan peluang lebih besar untuk dilirik perusahaan. Perusahaan memang akan lebih suka menyukai kandidat yang mengetahui seluk beluk perusahaan daripada pelamar yang tidak memiliki informasi apapun.

Para pelamar yang tidak memiliki pengetahuan tentang perusahaan yang dilamarnya ini dianggap sebagai orang yang cuek dan tak peduli serta hanya mementingkan dirinya sendiri saja. Informasi mengenai perusahaan ini bisa Anda dapatkan di berbagai media massa yang kini sangat mudah untuk didapatkan.

4. Anda Tidak Memahami Diri Anda Sendiri

Sabagai pelamar tentu saja harus bisa mengenali diri Anda secara utuh. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan Anda akan sering mendapatkan pertanyaan dari pihak HRD tentang diri Anda sendiri. Maka dari itu cobalah untuk mengenali diri Anda dari passion, visi dan misi hidup serta kemampuan yang paling bisa mewakili Anda.




Biasanya banyak pihak HRD perusahaan yang akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti: coba ceritakan tentang diri Anda? Apa kelebihan Anda? Apa kekurangan Anda? dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tentang jati diri Anda ini memang harus Anda jawab dengan tegas dan baik agar bisa menarik perhatian pihak manajemen perusahaan untuk memilih Anda.

Baca juga: 5 Tips Jitu Menjaga Kekompakan Tim dalam Sebuah Startup

5. Anda Lupa Mengelola Online Presence Anda

Terakhir, hal yang membuat lamaran Anda ditolak oleh perusahaan startup adalah online presence yang lupa untuk Anda kelola. Saat ini #media sosial memang sudah menggejala. Bahkan karena saking sudah menggejalanya, pihak perusahaan seringkali menggunakan referensi media sosial dari setiap pelamar untuk bisa menilai apakah mereka layak untuk direkrut atau tidak.

Maka dari itu sudah sebaiknya Anda kelola media sosial Anda dengan baik sebelum Anda menyerahkan lamaran Anda ke perusahaan startup. Apalagi perusahaan startup yang notabene perusahaan di bidang digital, maka mereka akan sangat mungkin untuk menjadikan media sosial sebagai referensi untuk melakukan penilaian.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud