Kuassa, Software Audio Lokal yg Merajai Pasar Internasional

Kuassa-Software-Audio

Musik sudah menjadi salah satu bagian yang erat dari gaya hidup masyarakat. Ditengah situasi yang serba sibuk atau di sela-sela kemacetan lalu lintas, musik seringkali menjadi teman setia kita untuk mengusir rasa bosan. Jadi, tidak heran bila industri musik adalah salah satu bidang pekerjaan yang selalu dinamis dan berubah mengikuti perkembangan tren.

Bagi kita yang berprofesi sebagai musisi, menggunakan sistem audio production dengan beragam #software yang terintegrasi sudah tentu menjadi kegiatan yang tidak asing lagi. Hal ini pula yang melatarbelakangi sekelompok anak muda pecinta musik untuk menciptakan software audio lokal yang berkualitas dan kompeten. Software audio lokal tersebut kemudian dikenal dengan nama Kuassa.

Awal Terbentuknya Konsep Kuassa

Konsep Kuassa (Kuassa.com) mulai dibentuk oleh 3 orang anak muda asal Bandung yang bernama Grahadea Yusuf (Dea), Adhitya Wibisana dan Arie Ardiansyah. Ketiganya bukan sosok baru di dunia musik. Dea merupakan salah satu personil grup musik Homogenic, Arie adalah personel Disconnected sementara Adhit adalah salah satu figur penting dibalik kesuksesan DreadOut the horror game.

Cikal bakal dibentuknya Kuassa awalnya bermula dari blog yang digarap oleh Arie Ardiansyah. Kala itu Arie memasukkan sejumlah produk freeware siap pakai di blog pribadinya. Kemudian tak lama berselang, Arie dan Dea kemudian bekerjasama mendirikan studio Infinite Labs. Sambil menggandeng Adhit yang sukses dengan proyek DreadOut, akhirnya Kuassa secara resmi diluncurkan pada tanggal 6 April 2010.

Keunggulan yang Dihadirkan oleh Kuassa

Tim Kuassa rupanya punya trik tersendiri untuk mempopulerkan produknya. Bila mayoritas software gratis di #internet memiliki free trial yang sangat singkat, maka lain halnya dengan Kuassa. Kita bebas menggunakan free trial dari Kuassa secara praktis, dan nantinya hanya akan ada sedikit noise pendek berdurasi 40 detik pada setiap musik yang diaransemen dengan software Kuassa.

Selain menawarkan keunggulan dari segi free trial, desain tampilan Kuassa juga sengaja dibuat secara simpel, praktis sehingga mudah dipelajari oleh para penggunanya. Prinsipnya, ide kreatif dari para musisi harus segera diwujudkan sebelum ide tersebut menguap dan akhirnya terlewatkan. Keyakinan ini membuat tim Kuassa mencoba menghadirkan konsep fast workflow untuk memfasilitasi kreativitas para musisi.

Populer hingga ke Pasar Eropa dan Amerika Serikat

Setelah 5 tahun sejak peluncuran perdananya, Kuassa berhasil memperoleh rating yang baik dan sudah diunduh lebih dari 400.000 kali. Kuantitas jumlah pengunduh tersebut mayoritas berasal dari pasar Eropa dan Amerika Serikat dengan nilai penjualan berkisar antara USD 39 hingga USD 69.

Menurut survey yang dilakukan oleh tim Kuassa, mayoritas pengunduh software ini berasal dari kalangan musisi kamar dan musisi profesional dengan persentase terbesar dari Amerika Serikat disusul oleh negara lainnya seperti UK, Jerman, Jepang, Australia dan beberapa negara kawasan Eropa lainnya.

Tantangan Dari Negeri Sendiri

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kuassa justru berasal dari negeri sendiri. Maklum saja, maraknya kasus pembajakan membuat penjualan software Kuassa di Indonesia malah jauh lebih sedikit daripada hasil penjualan di luar negeri.

Tim Kuassa juga mengaku kesulitan dalam melakukan pendekatan terhadap para produser dan pengguna software sejenis di Indonesia. Bahkan SDM yang ada di Indonesia juga belum memiliki karakteristik yang sesuai dengan pengembangan dan inovasi yang diinginkan oleh Kuassa.

Rencana yang Akan Diwujudkan Kuassa

Kuassa ingin menata produknya menjadi lebih berkualitas dan sesuai dengan  perkembangan industri musik. Oleh sebab itu, tim Kuassa juga menggandeng anggota tim baru di bidang creative director, 3D graphics, IT director dan community manager untuk memperbesar dan memperkuat kinerja tim perencana konsep Kuassa.




Selain memperkuat anggota tim, Kuasa juga berencana melengkapi produk lain untuk para musisi dan kebutuhan recording studio. Sedangkan rencana untuk meluncurkan #aplikasi secara mobile juga sudah mulai digagas dengan mengusung iOS sebagai sistem operasi yang akan diandalkan. Tantangan dari sejumlah kompetitor sejenis di luar negeri seperti Native Instrument dari Jerman, Ik Multimedia Amplitube dari Italia serta beragam produk software sejenis membuat Kuassa menjadi lebih giat untuk mewujudkan konsep software secara lebih matang lagi.

Yuk belajar menghargai karya anak negeri dan mulai membiasakan diri sendiri untuk membeli produk-produk original. Karena keberhasilan produk asli negeri sendiri tentu membutuhkan dukungan dari kita. Mulailah berbangga hati ketika mengenakan produk-produk asli Indonesia!




1 comment on this postSubmit yours
  1. Sekarang kemampuan dan produk IT sudah mulai menunjukkan taringnya dan mampu menmbus pasat internasional, sebuah kebanggan tersendiri bagi bangsa ini. Bangkit terus Indonesiaku

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud