Kiat Sukses Jalankan Bisnis Kuliner Berkonsep Food Truck

Kiat Sukses Jalankan Bisnis Kuliner Berkonsep Food Truck

food truck

#Bisnis kuliner memang selalu menarik untuk dicermati. Selain perkembangannya yang cukup pesat, bentuk kreatifitas dan terobosan yang dimunculkan oleh para pelakunya seringkali membuat saya berdecak kagum dibuatnya. Salah satu wujud kreatifitas dan terobosan para pengusaha kuliner yang saat ini sedang populer dan menjadi tren bisnis adalah food truck.

Food truck sendiri adalah konsep penjualan makanan dengan menggunakan sebuah kendaraan (umumnya truk modifikasi) sebagai tempat usahanya. Jadi pemesanan, makan dan pelayanannya semuanya dilakukan di dalam kendaraan yang telah didesain sedemikan rupa untuk menarik para konsumen.

Menjalankan bisnis Food Truck nyatanya sangat menjanjikan. Omzet yang besar adalah sebuah peluang yang sangat mungkin diwujudkan oleh para pengusahanya. Lalu seperti apakah teknik menjalankan usaha berkonsep food truck ini supaya sukses? Berikut ulasannya.

1. Memahami Resiko yang Ada

Usaha food truck yang kini mulai menjamur di kota-kota besar ini memang sangat unik dan berpeluang besar menarik konsumen untuk datang. Namun ternyata dibalik peluangnya menciptakan omzet tinggi ini, food truck juga menyimpan risiko usaha yang tak kalah tingginya bahkan juga bisa berujung pada kebangkrutan usaha.

Menurut Ketua Asosiasi Food Truck Indonesia (AFTI) Joko Waluyo usaha kuliner berkonsep food truck ini memang berprospek bagus, namun berdasarkan data yang dihimpun selama enam bulan memunculkan sebuah fakta di lapangan bahwa 20 hingga 30 persen dari pengusaha food truck umumnya gugur di dua bulan pertama operasional.

Artikel lain: Taco Truck ~ Sensasi Kelezatan Bisnis Kuliner Meksiko Berkonsep Food Truck

Lebih jauh Joko menyatakan bahwa hal seringkali menjadikan usaha food truck menjadi kendala serius adalah adanya hambatan seperti perpecahan kongsi antar pemilik usaha hingga bahan baku yang sulit didapat karena kebijakan impor pemerintah. Dari sinilah seringkali pengusaha food truck harus berusaha sendiri memutar otak untuk mengatasi permasalahan. Tak jarang kemudian beberapa pengusaha tak kuat dan memutuskan menutup usaha food truck-nya.

2. Miliki Mental yang Kuat

Untuk menjalankan bisnis ini menurut Joko pengusaha memang harus memiliki mental yang kuat. Apalagi modal awal pembentukan bisnis ini yang terbilang besar, maka sedikit saja ada kendala, pengusaha umumnya akan goyah.

Namun dengan mental yang kuat para pengusaha ini memiliki peluang yang besar mencetak omzet yang menggiurkan. Sebagai gambaran, Joko menyebut omzet food truck Tacombi yang dikelolanya bisa mencapai rata-rata Rp 5 juta per hari per kendaraan.

Bahkan menurut Joko, bisnisnya sebenarnya mampu membukukan Rp 12 juta dalam sehari, namun karena kebutuhan suplai bahan baku, maka hal ini membuatnya harus menyediakan waktu untuk bolak-balik ke pasar.

3. Atasi Masalah Sumber Daya Manusia

Hal yang juga menjadi kendala serius yang harus diatasi dalam bisnis ini adalah masalah sumber daya manusia. Menurut Joko banyak anggota asosiasinya yang kekurangan pegawai pasca hari raya Idul Fitri dan menyebabkan beberapa usaha food truck tak mampu beroperasi.

Selain itu, tak jarang pula ada pegawai yang berbuat kecurangan karena asosiasinya yang terkadang menggunakan tenaga kerja yang putus sekolah. Kendala dan perasalahan seperti inilah yang kadang membuat pengusaha food truck tak cukup kuat bertahan. Maka dari itu selain mental dan tekad yang kuat, untuk bisa sukses berbisnis food truck. Pengusaha harus mampu mengatasi malalah sumber daya manusia ini.

4. Bergabung dengan Asosiasi

Asosiasi Food Truck Indonesia (AFTI) yang telah ada saat ini memang akan banyak membantu para pengusaha food truck untuk menjalankan bisnisnya. Menurut Joko dengan arahan dari asosiasi, telah banyak pengusaha-pengusaha food truck yang sudah bisa menghadapi masalah pada awal-awal masa beroperasi. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki, Asosiasi telah membuat penurunan jumlah pengusaha food truck yang gulung tikar di awal-awal beroperasi dibandingkan sebelum ada asosiasi.

Hingga sekarang AFTI sendiri telah membawahi 35 usaha food truck dari total 70 usaha yang beroperasi di Jakarta. Meskipun belum semua pengusaha food truck bergabung dengan asosiasi, namun dengan data jumlah yang ada ini tentu telah menjadi bukti bahwa asosiasi usaha food truck telah turut andil membantu para pengusaha food truck Indonesia.

Baca juga: 5 Ide Produk Kuliner yang Potensial Dijadikan Bisnis Online

5. Tetap Berkomitmen Menjalankan Usaha

Meskipun bisnis food truck telah bertumbuh menjadi bisnis yang menjanjikan, namun Joko tetap mengingatkan para pengusaha food truck yang berada dalam asosiasinya tetap terus berkomitmen menjalankan usaha ini. Kesuksesan memang membutuhkan proses yang tidak instan. Maka tanpa komitmen, pengusaha apapun termasuk food truck juga bisa jatuh dan gagal.

1 KOMENTAR

  1. Hello Friend,

    Salam kenal dan sukses selalu. Ada beberapa yang perlu masukkan dari teman,
    Untuk usaha food truck ini apakah kita harus membutuhkan ijin atau surat surat usaha dari pemerintahan.
    Karena ini sangat penting untuk adanya kendala di kemudian hari.

    Terima kasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan