Kejahatan Skimming Mesin ATM Masih Meresahkan Masyarakat Indonesia

Kejahatan Skimming Mesin ATM Masih Meresahkan Masyarakat Indonesia

Kejahatan Skimming Mesin ATM
Foto: Ghazali Dasuqi via Detik.com

Di tahun 2018, terdapat banyak sekali kasus yang terdengar mengenai metode penipuan Bank bernama Skimming sehingga Skimming Bank bukanlah hal baru yang terjadi di Indonesia. Mungkin sebagian masyarakat belum mengetahui bagaimana metode penipuan ini bekerja sehingga tak sedikit masyarakat yang terjerat oleh pelaku Skimming. Lalu, apa itu Skimming?

Teknik Skimming adalah kegiatan atau upaya seseorang untuk membobol data dari pita magnetik kartu ATM/Debit sehingga sang pelaku dapat mengetahui data dari korban. Selanjutnya, setelah melakukan teknik tersebut sang pelaku dapat mengakses data korban secara illegal.

Teknik skimming menggunakan alat yang sengaja diletakkan pada slot mesin ATM. Alat yang digunakan pelaku bernama skimmer. Dengan alat tersebut, sang pelaku dapat menggunakan data yang terdapat pada magnetic stripe di ATM sang korban.

Magnetic stripe berguna untuk menyimpan data. Selain itu untuk mencuri PIN nasabah, pelaku meletakkan WiFi Pocket  Router yang disertai dengan kamera. Dengan kedua alat tersebut, pelaku lalu melakukan duplikasi terhadap data yang dia dapatkan dari magnetic stripe kemudian meletakkan data tersebut kedalam kartu ATM kosong sehingga para pelaku dapat membobol akun nasabah.

Bagaimana Cara Kerja Pelaku Skimming?

Sang pelaku Skimming biasanya beraksi pada ATM yang dirasa penjagaannya kurang sehingga dia dapat memasang alat tersebut dengan leluasa. Pelaku Skimming tidak hanya terdapat pada ATM tetapi ada juga melalui E-Banking, hal ini dilakukan oleh sindikat internasional yang memiliki kemampuan IT yang tinggi. Sehingga masyarakat harus sangat berhati hati dalam menggunakan jasa keuangan apa saja.

Kurangnya pengetahuan masyarakat adalah salah satu yang menjadi pemicu maraknya korban penipuan berkedok skimming ini. Masyarakat sudah seharusnya  tidak  bersikap apatis terhadap sekitarnya sehingga kejadian ini tidak terjadi berulang ulang. Selain masyarakat, pihak Perbankan juga harus cepat cepat mencari solusi untuk permasalahan ini, bank sendiri tidak dapat terus menerus mengganti uang nasabah yang menjadi korban dari skimming.

Untuk itu perbankan perlu segera membenahi sistem-sistem yang terdapat pada bank tersebut.  Seperti dengan cara mempercepat penggantian kartu dengan menggunakan cip dan mengetatkan keamanan di ATM seperti memaksimalkan penggunaan CCTV serta selalu melakukan pengecekan terhadap mesin ATM.

Hal ini sangat dibutuhkan agar kepercayaan masyarakat terhadap bank tidak akan tergerus memang sangat sulit dilakukan namun hal tersebut tentu merupakan tantangan terhadap perbankan terutama yang memiliki ATM ratusan bahkan ribuan. Masyarakat serta perbankan harus lebih peduli terhadap permasalahan ini karena tidak hanya merugikan masyarakat juga hal ini merugikan perbankan.

Siapa Target Utama Para Skimmers?

Adapun Skimming sering terjadi kepada bank-bank yang memiliki nasabah begitu banyak atau dapat dikatakan bank besar. Hal ini dilakukan oleh pelaku karena bank yang memiliki banyak nasabah cenderung lebih rentan terkena Skimming, dikarenakan mungkin saja banyak ATM yang tidak dijangkau oleh pengawasan Bank yang bersangkutan sehingga keamanan ATM tersebut menjadi kurang lalu pada akhirnya pelaku Skimming bebas memasang ‘perangkap’ ditempat tersebut.

Skimming tentu sangat merugikan, terutama bagi pihak perbankan. Selain kehilangan uang ratusan, bahkan milayaran, reputasi perbankan sangat dipertaruhkan. Hal ini dikarenakan kepercayaan masyarakat pada perbankan tersebut menurun.

Seperti salah satu bank yang terdapat di Surabaya, Bank tersebut menjadi korban dari pelaku Skimming. Akibatnya, puluhan nasabah ramai ramai mengunjungi kantor bank tersebut dan meminta pertanggung jawabannya. Ini berarti kasus seperti Skimming sangatlah berpengaruh terhadap reputasi bank tersebut karena bisa saja nasabah-nasabah yang kehilangan uangnya menjadi menurun.

Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi jika bank mengambil tindakan yang cepat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat dapat pulih dan bank dapat mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi meskipun tentu saja mengalami proses yang panjang.

Kerjasama Masyarakat Melawan Kejahatan Skimmers

Selain masyarakat dan perbankan, kepolisian juga sudah berusaha untuk menghilangkan maraknya penipuan melalui metode skimming. Polisi bahkan sudah menangkap beberapa tersangka pelaku skimming, seperti penangkapan Baltov Kaloyan Vasilev seorang warga negara Bulgaria yang ditangkap di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tidak hanya satu orang, kepolisian juga menangkap satu komplotan pembobol ATM bernama Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, serta Lonel Robert Lupu berasal dari Rumania. Juga seseorang bernama Ferenc Hugyec, yang berasal dari Hungaria. Dari keterangan tersebut dapat diketahui  bahwa kebanyakan dari pelaku Skimming yaitu berasal dari luar negeri atau WNA.

Selain penangkapan pelaku skimming, karena kebanyakan pelaku berasal dari WNA kepolisian juga memiliki strategi antisipasi. Kepolisian bersama dengan pihak migrasi menyebarkan foto barang bukti alat-alat skimming yang digunakan oleh para pelaku. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan lebih antisipatif.

Pengamanan pintu masuk bandara serta dermaga juga diperketat oleh pihak pihak berwajib. Polres mengetatkan keamanan pintu masuk bandara salah satunya di bandara Soekarno-Hatta, pemeriksaan tersebut dilakukan kepada seluruh penumpang namun Polres memfokuskan pemeriksaan kepada beberapa negara.

Tidak hanya kepolisian, himbauan juga dilakukan oleh BI kepada perbankan khususnya masyarakat untuk selalu waspada serta tidak mengunggah informasi pribadi ke sosial media karena kebanyakan pelaku dari Skimming dapat membobol kartu kredit juga salah satunya karena unggahan dari sosial media. Jadi, BI berharap kepada masyarakat untuk memilah informasi yang dirasa pantas untuk diketahui oleh publik dan informasi yang seharusnya menjadi privasi diri sendiri.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang sangat suka mengunggah postingan yang tak pantas untuk dikonsumsi oleh publik, hal ini juga menjadi pemicu maraknya penipuan, terutama penipuan metode skimming ini terjadi di Indonesia. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari penipuan metode skimming yaitu mengganti kartu magnetic stripe menjadi kartu yang menggunakan cip, ini merupakan langkah terpenting untuk menghindari kejahatan penipuan yang dilakukan oleh pelaku skimming.

Selain itu, selalu cek dana melalui layanan SMS banking sehingga jika ada transaksi yang dirasa janggal maka segera hubungi call center di bank tersebut. Oleh karena itu, semua kalangan memiliki tanggung jawabnya masing-masing dalam memecahkan permasalahan ini. Semua pihak harus bersikap proaktif serta bekerja sama dengan baik agar kejadian yang meresahkan ini dapat teratasi dan tidak terulang kembali.

Artikel dikirim oleh Putrinash, Instagram: @putrnsh, Twitter: @pelitadisenja

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan