Kebiasaan Belanja Para Pengguna Internet di Asia Tenggara Meningkat di Bulan Ini

Ilustrasi via Google Image

Semua orang pasti suka dengan musim liburan, bener kan? Saat menjelang musim liburan, pasti ada saja rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Di artikel ini akan sedikit dibahas mengenai perilaku para pengguna internet di Asia Tenggara saat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Libur Natal dan tahun baru tentunya tidak hanya milik umat Nasrani, tapi semua orang. Pada periode perayaan Natal hingga tahun baru, internet akan dipenuhi dengan konten gambar dan video yang berhubungan dengan Natal dan tahun baru. Misalnya foto hidangan makanan lezat, foto kado atau hadiah yang didapat saat Natal, foto kebersamaan dengan keluarga dan kerabat, dan lain-lain.

Pengguna internet memanfaatkan #media sosial untuk berbagi momen kebahagian yang mereka rayakan, misalnya via Facebook, Path, Twitter, dan Instagram. Selain, berbagi foto dan video kegiatan tersebut, para pengguna internet juga sering berbagi pengalaman mereka saat berbelanja. Kita tahu bahwa bulan Desember adalah musim belanja bagi sebagian besar orang, terutama teman-teman Nasrani.

Para pebisnis tentunya tidak akan melewatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk meningkatkan penjualan mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran merk (Brand Awareness) masyarakat akan bisnis mereka. Dilansir dari situs Marketing.co.id, ada beberapa informasi penting yang ditemukan mengenai perilaku netizen di saat musim liburan.

1. Penggunaan Smartphone Meningkat Pesat

Di saat menjelang dan saat musim liburan, penggunaan #smartphone sangat tinggi. Boleh dibilang musim liburan adalah musimnya mobile karena pada saat itu penggunaan mobile meningkat pesat, baik itu untuk berbagi foto selfie saat Natal, saling berbagi ucapan selamat Natal, hingga berbagi ide hadiah Natal. Selama periode musim liburan tersebut, 88% postingan di Facebook di seluruh Asia Tenggara adalah berasal dari mobile.




Kebiasaan orang dalam berbagi momen favorit mereka akan lebih banyak di bulan Desember hingga Januari, terutama untuk konten video. Selama periode tersebut, pengguna internet di Asia Tenggara memposting di Facebook lebih sering dari biasanya, lebih banyak hingga 31%.

Artikel lain: Belajar Mengenali Tipe Konsumen dalam Bisnis Online

Saling Berbagi dan Berbelanja Lebih Awal

Ternyata pengguna internet di Asia Tenggara lebih awal memulai percakapan tentang musim liburan. Masyarakat di Malaysia dan di Singapura mulai memperlihatkan semangat Natal sejak awal Agustus. Hal ini terlihat jelas karena pada periode tersebut mereka memposting lebih banyak hingga 46% di sosial media, terutama di Facebook. Sedangkan di Filipina, postingan tentang Natal dan musim liburan mulai terlihat sejak bulan September, hingga 21% lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.

Cukup banyak masyarakat di Asia Tenggara yang mulai berbelanja lebih awal untuk menyambut Natal dan musim liburan. Bahkan ada sekitar 55% barang untuk keperluan tersebut dibeli via Facebook jauh sebelum Natal.

Misalnya orang Singapura, mereka lebih banyak berbelanja di bulan September. Menurut data dari Facebook, para pebisnis online yang memasarkan produk mereka via Facebook mendapat konversi +30% lebih banyak di bulan September. Sedangkan orang Indonesia dan Thailand mengalami peningkatan transaksi di bulan November, yaitu sekitar 32% (Indonesia) dan 46% (Thailand).




Dengan adanya data tersebut, tentunya pelaku bisnis harus mempersiapkan diri untuk menjangkau para pelanggan mereka saat menjelang Natal.

Tetap Terhubung Dengan Pelanggan

Pastikan bisnis Anda selalu terhubung dengan pelanggan lama. Hal ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan akun media sosial bisnis Anda, ajak mereka terhubung dengan cara menjadi fans atau followers di Facebook Fan Page, Instagram, dan Twitter milik Anda. Selain itu, akan lebih optimal lagi bila pelanggan mendaftarkan email atau nomor ponsel mereka di layanan Anda.

Hal tersebut tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tapi juga akan membangun brand bisnis Anda. Dan selama ‘musim belanja’ ini pastikan Anda memasang iklan dengan target market yang sudah jelas, yaitu para followers dan fans Anda di media sosial.

Musim berbelanja di Asia Tenggara memiliki periode puncak sebagai berikut;

  • Tanggal 12 Desember setiap tahunnya adalah puncak belanja online di seluruh Asia Tenggara. Pada saat tersebut peningkatan konversi melalui iklan di Facebook hingga mencapai 24% lebih banyak dari biasanya.
  • Pada bulan Januari, peningkatan konversi mencapai 160% dibandingkan hari biasa

Berikut ini adalah beberapa strategi pemasaran yang bisa dilakukan saat musim liburan:

1. Pastikan Bisnis Anda Menjadi Pilihan Utama

Strategi ini bisa sukses dilakukan bila kita berhasil membangun Brand secara kontinu. Meningkatkan Brand awareness bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan konten video untuk mobile, menciptakan konten storytelling mengenai bisnis atau produk Anda, dan tentunya mengoptimalkan iklan pada market tertentu.

2. Fokus Pada Target Market

Jika sebagian orang ingin menarget banyak niche, maka sebaiknya Anda fokus pada target market yang sangat relevan dengan bisnis Anda. Misalnya Anda membut iklan yang menargetkan iklan di Facebook untuk Custom Audience dan Lookalike Audience, sehingga iklan Anda akan fokus pada niche bisnis Anda atau fans/ followers Anda.

Kita bisa menarget ulang calon pelanggan dengan membuat iklan dinamis yang dioptimalkan. Bisa via Facebook Ads, Instagram Ads, dan Audience Network, untuk mendapatkan hasil terbaik.

3. Memanfaatkan Momentum

Tidak hanya pada saat menjelang Natal, setelah tahun baru pun masih banyak orang di Asia Tenggara yang mencari produk diskon di awal tahun baru. Nah, ini bisa dimanfaatkan dengan baik bila bisnis Anda menjual produk yang masih relevan dengan resolusi seseorang di tahun.

Mungkin resolusi orang tersebut adalah ingin memiliki tubuh yang ideal. Maka produk yang cocok untuk mewujudkan resolusi tersebut adalah peratalan olah raga, produk makanan pendukung untuk diet, dan lain-lain. Yang disebutkan di sini adalah salah satu contoh saja.

Berikut ini adalah beberapa informasi penting tentang perilaku pengguna media sosial di Asia Tenggara dalam merayakan liburan Natal dan Tahun baru:

Indonesia

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 92%
Postingan Instagram meningkat 39% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 300%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 47%

Filipina

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 84%
Postingan Instagram meningkat 21% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 69%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 51%

Thailand

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 90%
Postingan Instagram meningkat 20% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 98%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 58%

Malaysia

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 91%
Postingan Instagram meningkat 17% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 89%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 58%

Vietnam

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 80%
Postingan Instagram meningkat 42% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 340%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 31%

Singapura

Peningkatan postingan di Facebook via Smartphone sebanyak 90%
Postingan Instagram meningkat 12% lebih banyak
Postingan video mobile di Facebook meningkat hingga 46%
Kegiatan online shopping di Facebook meningkat hingga 86%

Sumber: Facebook Indonesia

  • Informasi yang disebutkan di atas adalah berdasarkan data internal Facebook, Asia Tenggara, Jan – Des 2015
  • Informasi transaksi online berdasarkan data internal Facebook (Facebook SDK App Event dan konversi data pixel), Jun – Des 2015
  • Ada 6 pasar utama di Asia Tenggara: Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Singapura
  • Musim liburan mengacu pada bulan Okt – Des 2015; periode non-liburan mengacu pada bulan Jan – Sept 2015



2 total comments on this postSubmit yours
  1. wow ternyata kita masih memiliki sikap konsumtif yang tinggi akan belanja. Lihat di eropa, setiap rumah memiliki bisnis tertentu, mereka sangat produktif sehingga meringankan beban biaya hidup :)

    • Orang Asia, khususnya Indonesia memang masih banyak yang punya gaya hidup hedon. Lihat aja mereka yang suka nyicil barang-barang yang tidak terlalu penting, misalnya nyicil hape mahal. Dan ada lho orang Indonesia yang penghasilannya habis buat bayar cicilan aja, untuk biaya hidup malah pusing hehehe.

      Kalau di luar negeri beda mas, misalnya orang Amerika. Memang mereka ada juga yang suka foya-foya. Tapi rata-rata orang Amerika itu tau diri, bisa mengukur kemampuan finansialnya.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud