Alasan Mengapa Jogjakarta Mampu Jadi Lokasi Sempurna Perkembangan Startup Di Indonesia

startup-jogja

Image dari Pinterest.com

Mendirikan startup di Indonesia saat ini sudah menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda. Banyak dari kita yang mempunyai keinginan untuk memiliki ini bisnis sendiri yang digabungkan dengan perkembangan #teknologi.

Yang menarik adalah, ternyata langkah besar para pemuda untuk mendirikan startup tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di pusat ibukota Jakarta, namun hingga ke pelosok negeri di beberapa kota besar. Salah satunya yakni Jogjakarta, Yogyakarta dinilai sebagai tempat yang ideal untuk mendirikan startup dengan beberapa alasan.

Bahkan bukan tidak mungkin, potensi besar yang dimiliki Jogja di bidang pariwisata dan kentalnya kultur pendidikan, mampu menjadi nilai tambah lain untuk melahirkan startup baru potensial.

Perkembangan Startup Indonesia

Menilik kembali ketika pada tahun 2012 yang lalu, Indonesia mulai dikenalkan dengan konsep baru dalam bidang industri teknologi yakni perusahaan rintisan atau yang akrab disebut dengan istilah #startup. Pada waktu itu, kita mengenal dua perusahaan jual beli online yang begitu gencar melakukan penetrasi di pasar lokal yakni Tokobagus dan Berniaga.

Kita sering kali menemukan, iklan komersil melalui TV maupun secara online dari kedua startup e-commerce tersebut. Inilah yang kemudian memicu banyak pelaku bisnis lain untuk meniru dalam pengembangan startup. Belum lagi adanya situs Kaskus, yang merupakan forum online tempat berkumpulnya jutaan member di seluruh pelosok negeri.




Artikel lain: Belajar Dari Ahlinya, 8 Startup Asal Indonesia ‘Menimba Ilmu’ di Markas Besar Google

Semua hal inilah yang mencari alasan mengapa potensi serta keinginan untuk mendirikan startup tidak hanya dimiliki oleh mereka yang berada di lokasi strategis seperti Jakarta. Untuk beberapa kota besar lain, Jogjakarta tentu menjadi nama pesaing berikutnya.

Kota pelajar ini, sebenarnya sudah cukup lama mengendus potensi bisnis startup yang dikolaborasikan dengan kemudian teknologi modern. Dimulai ketika pada tahun 2013 muncul beberapa startup seperti MbakDiskon.com, Gamatechno, dan JogjaCamp.

Ketika startup mengambil lini bisnis yang berbeda-beda, mulai dari MbakDiskon yang merupakan portal informasi diskon (meskipun saat ini sudah ditutup), serta Jogjacamp yang saat ini sudah bermetamorfosis menjadi penyedia layanan pembuatan situs online maupun web hosting dengan kualitas mumpuni.

Dorongan Dari Komunitas ADITIF

Hingga setelah beberapa tahun berselang, komunitas Asosiasi Digital Kreatif atau ADITIF, menjadi penabuh genderang berkembangnya tren startup yang lebih besar lagi di Jogjakarta. Tercatat bahwa, hingga saat ini sudah ada  82 startup aktif di kota Jogjakarta yang menaungi berbagai macam lini bisnis.




Ini tentu menjadi pencapaian tersendiri, dan juga hal yang wajib diperhatikan oleh para pelaku bisnis kreatif. Pasalnya, dengan kondisi Jogja dimana bukan merupakan pusat ibukota negara, lokasi ini dinilai sangat subur tidak hanya untuk menanam “bibit” startup, kamu juga mengembangkannya menjadi perusahaan yang besar.

Sebagai bukti, catatan komunitas ADIKTIF menyebut bahwa ada beberapa startup asal Jogja yang saat ini mempunyai potensi besar tidak hanya dikembangkan dalam skala lokal namun untuk bersaing di kancah dunia. Sejumlah tatap tersebut antara lain Salestock.com (Girl Fashion Services), Lexipal (Dyselexia VR Gamification), JAKPAT (polling apps), Kulina (Healthy Food Delivery Apps), dan TAXIES (apps taksi lokal).

Selain itu, untuk lini financial teknologi, ada 2 startup, SatuLoket.com dan Veryfund yang juga siap bersaing dengan perusahaan rintisan lain.

Lalu sebenarnya apakah, potensi besar yang dimiliki Jogja hingga akhirnya banyak startup yang mampu berkembang di sana?

Yang pertama adalah kondisi lingkungannya yang kondusif. Di Jogja, tingkat kemacetan bisa dibilang masih sedikit lebih baik daripada di Jakarta. Ini tentu bisa menjadi faktor pendukung tersendiri disamping juga biaya hidup yang tidak terlalu besar.

Selain itu ketika kita ingin mulai mengembangkan startup digital berbasis online, sudah cukup banyak layanan pembuatan situs maupun aplikasi digital dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong untuk ukuran perusahaan rintisan. Dengan biaya sekitar Rp10 juta ke bawah, kita sudah bisa mulai membuat situs tentunya dengan beberapa tambahan lain seperti tenaga kerja, yang umumnya bergaji Rp 2,5 juta.

Baca juga: Menkominfo Minta Bos Google Bantu Kembangkan Startup Indonesia

Selain itu, faktor lain yang juga mendukung perkembangan startup di Jogja adalah banyaknya komunitas yang mampu mendukung antara lain Startup Weekend, dan ADITIF (Asosiasi Digital Kreatif). Tersedia juga coworking Space, Maliome dan JDV yang dapat menjadi lokasi sempurna menjalankan bisnis rintisan.

Jadi, bagi rekan-rekan yang sedang berada di Jogjakarta atau sekitarnya dan ingin memulai sebuah startup, saat inilah waktu yang terbaik untuk Anda mulai mengambil langkah!



5 total comments on this postSubmit yours
  1. Sepakat.. salam jabat tangan kanan :)

  2. Sepakat.. Saya pernah 17 tahun tinggal di jogja. Kultur disana sangat humanis. Memang sangat mendukung untuk memulai bisnis startup.

  3. Love jogja…..

  4. Jogja memang Istimewa :-)
    Salam dari jogja mas :-)

  5. Sebuah langkah yang tepat dan perlu lebih di kembangkan lagi! dan sebaiknya jangan cuma di kota-kota besar saja.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud