Beranda Finansial 6 Jenis Fintech yang Berkembang Pesat di Indonesia Saat Ini

6 Jenis Fintech yang Berkembang Pesat di Indonesia Saat Ini

Jenis Fintech di Indonesia
Image by Rawpixel.com

Saat ini ada beberapa jenis fintech yang berkembang dengan pesat di Indonesia karena memudahkan para nasabah untuk melakukan transaksi keuangan secara online. Bukan hanya jenisnya, para pengguna jasa financial technology ini pun semakin menjamur dari waktu ke waktu.

Seperti kita ketahui, bisnis di bidang jasa keuangan di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya pertumbuhan dunia usaha di berbagai sektor, khususnya yang berhubungan dengan teknologi.

Dengan adanya Fintech, maka ada banyak aktivitas keuangan yang dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat tanpa harus pergi ke Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Apa Itu Fintech?

Fintech adalah singkatan dari Financial Technology, yaitu sebuah inovasi di bidang jasa keuangan yang menggabungkan antara teknologi dengan jasa finansial.

Tujuan dari fintech itu sendiri adalah untuk mempermudah aktivitas manusia di bidang layanan keuangan. Jadi, dengan fintech ada banyak aktivitas layanan keuangan yang dulunya harus ke Bank dapat dilakukan sendiri tanpa harus ke Bank tapi melalui perangkat laptop atau ponsel.

Perubahan gaya hidup sebagian besar masyarakat yang semakin melek teknologi turut mendorong pertumbuhan industri Fintech. Dan tentu saja, pertumbuhan fintech akan mampu mempengaruhi gaya hidup dan menjadi suatu kebutuhan baru bagi masyarakat dunia.

Jenis Fintech di Indonesia

Jenis fintech di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan proses dan tujuan transaksi keuangan yang dilakukan oleh nasabah. Aktivitas masyarakat yang memanfaatkan fintech diantaranya; berbelanja online, investasi online, pinjaman online, pembayaran online, dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa jenis fintech di Indonesia saat ini:

1. Pinjaman Online

Pinjaman Online a.k.a PINJOL merupakan jenis Fintech yang memberikan layanan fasilitas kredit atau pinjaman uang yang prosesnya dapat dilakukan secara online.

Dari sisi prosedurnya, pengajuan pinjaman uang secara online jauh lebih mudah dibandingkan dengan pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) atau personal loans lainnya yang ditawarkan oleh Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Inilah yang membuat Fintech pinjaman online mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di Indonesia. Beberapa fintech pinjaman online yang populer diantaranya;

  • Tunaiku
  • Tokopedia
  • Kredivo
  • Uang Teman
  • Cash Wagon
  • Kredit Cepat
  • Kredit Pintar
  • Finmas
  • Pinjam Duit

2. Crowdfunding

Crowdfunding atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Urun Dana merupakan praktik penggalangan dana secara online dari banyak orang untuk membantu keperluan dana suatu proyek atau usaha.

Jenis fintech ini merupakan salah satu yang sangat populer di Indonesia karena mirip seperti marketplace. Melalui situs Crowdfunding, nantinya para peminjam dan pemilik dana akan dipertemukan.

Beberapa contoh perusahaan di bidang Crowdfunding diantaranya;

  • Kolase.com
  • Kitabisa.com
  • Gandengtangan.co.id
  • Indiegogo.com
  • Kickstarter.com

3. Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending (P2P) merupakan jenis fintech yang mempertemukan secara langsung antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman uang. Singkatnya, P2P lending merupakan marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang.

Cara kerja jenis fintech yang satu ini mirip seperti koperasi simpan pinjam. Dalam hal ini, P2P lending dilakukan melalui sebuah platform.

Beberapa perusahaan fintech jenis Peer to Peer Lending diantaranya;

  • KoinWorks
  • Amartha
  • Investree
  • Modalku
  • Danamas
  • DanaKita
  • Akseleran
  • Klik ACC

4. E-Aggregator

Market Aggregator atau e-aggregator merupakan fintech yang mengumpulkan dan mengolah berbagai data atau informasi keuangan yang bisa dimanfaatkan konsumen untuk mengambil keputusan.

Dalam hal ini, para konsumen dapat melihat informasi berbagai platform keuangan sebelum memilihnya. Dengan begitu, para pemula dapat mengetahui dan membandingkan harga, fitur, hingga manfaat suatu produk sebelum memilih layanan.

Beberapa fintech yang termasuk e-aggregator diantaranya;

  • Cermati
  • Cekaja
  • KreditGogo
  • Tunaiku
  • Lifepal

5. Manajemen Risiko dan Investasi

Jenis fintech ini merupakan jasa robo advisor, yaitu sebuah software yang dapat memberikan layanan perencanaan keuangan serta platform e-trading dan e-insurance.

Fintech jenis ini fokus pada layanan perencanaan investasi, seperti; saham, emas, dan lainnya. Dengan begitu, para pemula di bidang investasi pun dapat dengan mudah melakukan investasi.

Beberapa yang termasuk dalam jenis fintech ini diantaranya;

  • Rajapremi
  • Cekpremi
  • Bareksa

6. Payment, Clearing, dan Settlement

Ini merupakan jenis fintech yang memberikan layanan sistem pembayaran, baik yang diselenggarakan oleh industri Perbankan maupun Bank Indonesia.

Salah satu produk yang sangat populer dari jenis fintech yang satu ini yaitu dompet elektronik atau e-wallet. E-wallet memungkinkan seseorang untuk menyimpan dana secara digital dan melakukan transaksi dengan mudah, baik secara online maupun offline melalui smartphone.

Beberapa perusahaan yang termasuk dalam jenis fintech ini diantaranya;

  • iPaymu
  • Doku
  • Xendit
  • Kartuku
  • Finnet
  • Gopay
  • Ovo
  • Paytren
  • LinkAja

Kesimpulan

Melihat pertumbuhan industri fintech di Indonesia yang begitu pesat, kemungkinan besar kedepannya peredaran uang kertas/ koin akan semakin berkurang di masyarakat.

Perkembangan fintech ini telah banyak mempengaruhi gaya hidup masyarakat secara luas, khususnya kaum milenial. Namun, tentu saja hal tersebut akan berdampak positif bagi pergerakan ekonomi secara umum.

Jika Anda ingin menggunakan layanan fintech, pastikan menggunakan layanan yang legal serta diakui dan diawasi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Mengenal Fintech, Inovasi Sistem Keuangan di Era Digital 

2 KOMENTAR

  1. iy gan…Fintech jaman sekarang ini memang sangat membantu untuk orang-orang dengan mobilitas tinggi, sehingga ga perlu bawa uang cash terlalu banyak….selain itu budgeting juga sangat mudah dengan ada aplikasi semacam ini…

    Di tengah pandemi corona juga ini sangat membantu, karena tidak melibatkan uang kertas yang terkadang membuat virus berpindah tangan melalui media kertas.

    Cuma, pengguna harus lebih teliti apalagi terkait jasa fintech yang harus benar-benar resmi dalam artian terdaftar OJK.

  2. Dengan berkembanganya bisnis fintech di indonesia, kita sebagai masyarakat harus benar benar memilih secara tepat.

Tinggalkan Balasan