Jalan Tanpa Modal, Bisnis Homestay Duo Mahasiswa Ini Sukses Bukukan Omzet 30jt/Bulan

Image dari Rumahwirausaha.com

Image dari Rumahwirausaha.com

Dengan semangat bisnis yang membara, peluang sekecil apapun bisa digarap menjadi ladang penghidupan yang menjanjikan. Inilah karakter yang seharusnya dimiliki oleh para pemuda Indonesia saat ini. Alih-alih menggantungkan karir di tangan orang lain, kita harus mulai melihat jauh ke depan dengan membuka lahan usaha secara mandiri. Dua orang mahasiswa asal Jogjakarta bernama Ardhan dan Sutopo, bisa menjadi contoh yang sempurna.

Memulai usaha hampir tanpa modal, mereka akhirnya kini bisa membangun bisnis homestay dengan omzet yang sangat menggiurkan. Bahkan bisnis yang awalnya dijalankan secara soliter oleh salah satu pendirinya tersebut, kini bisa menyediakan lapangan kerja bagi beberapa rekan lainnya. Lebih lengkap mengenai perjalanan dan perkembangan bisnis homestay milik Ardhan dan Sutopo, siap Anda tilik pada artikel berikut ini.

Mengapa Memilih Bisnis Homestay?

Awal mula dari bisnis ini dimulai dari Ardhan yang melihat masih terbukanya peluang bisnis homestay di kawasan Jogjakarta. Selain menjadi lokasi obyek wisata yang sangat terkenal, Jogjakarta juga dikenal sebagai pusatnya pendidikan hingga dijuluki kota pelajar. Inilah yang menyebabkan bisnis homestay sangat dibutuhkan.

Analisa sederhana Ardha kala itu adalah ada beberapa keuntungan mengapa banyak orang yang lebih memilih meyewa homestay dari pada hotel. Yang pertama adalah faktor biaya yang lebih hemat. Jika kita menyewa hotel untuk tempat beristirahat, umumnya akan dikenai biaya sebesar Rp 500 ribu untuk 2 orang per malam nya. Namun jika memilih jasa homestay, biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih ringan. Karena untuk satu rumah dengan 5 buah kamar yang bisa ditinggali hingga 15 orang, penyewa hanya dipatok biaya 1 juta.

Artikel lain: Samsul Arifin ~ Mahasiswa Jualan Sayur Dengan Omzet 180 Juta Per Bulan

Keuntungan lain, menyewa sebuah homestay akan terasa lebih nyaman terlebih untuk satu kelompok teman atau mungkin keluarga. Perasaan layaknya rumah sendiri  tentu lebih mudah didapatkan jika tinggal di sebuah rumah umum ketimbang di ruang hotel.

Mulai Membangun Bisnis

Setelah melihat besarnya peluang di atas, Ardhan yang kala itu mulai bergerak hanya bermodal keberanian dan konsep usaha lantas mencari beberapa pemilik rumah kosong yang ada di kawasan Jogjakarta dan sekitarnya. Pada tahap ini Ardhan benar-benar hanya mengandalkan kemampuan marketing plus sistem bagi hasil untuk pemilik rumah.

Setelah menghabiskan waktu cukup lama dan mendapat beberapa rekanan yang bersedia menyewakan rumahnya. Ia mulai melakukan penawaran jasa homestay yang ia beri nama We Stay tersebut. Sasaran pasar dari bisnis miliknya adalah keluarga atau kelompok siswa yang berlibur, menghadiri wisuda, pernikahan serta acara lain yang sekiranya hanya membutuhkan tempat beristirahat selama beberapa hari.

Setelah mulai berjalan beberapa waktu, akhirnya Ardhan tertarik mengajak rekannya yakni Sutopo untuk mengembangkan bisnis homestay tersebut utamanya dalam optimasi #marketing online. Sutopo yang memang jebolan lembaga pendidikan Amikom Jogja tersebut, menjadi sosok yang dinilai tepat untuk menangani lini pemasaran tersebut.

Dan memang hasilnya pun menggembirakan, mereka yang memasang target pencarian kata kunci “homestay di jogja” perlahan berhasil meningkatkan demand bisnis menjadi lebih besar. Brand homestay We Stay pun bisa dikenal lebih luas berkat usaha marketing online lewat mesin pencari dan #media sosial.




Sistem Layanan We Stay

Tentang sistem layanan, yang pertama yakni dengan pemilik rumah yang disewa. We Stay memberikan rentan harga sewa mulai Rp 600 ribu hinga Rp 1 juta tergantung luas dan fasilitas rumah tersebut. Selain itu juga ada sistem bagi hasil sebesar mulai dari 20 % hingga fix price sebesar Rp 275 ribu per harinya. Terkait tanggung jawab masalah perawatan dan kebersihan rumah masih menjadi kewajiban pemilik rumah, lewat asisten rumah tangga yang menjaga rumah tersebut.

Baca juga: Wahyudin ~ Tak Menyerah Pada Nasib, Mantan Pemulung Ini Bersiap Masuk S3 Luar Negeri

Sedangkan untuk pemesan, dikenakan biaya yang juga bervariasi. Selain itu lama penyewaan juga bisa diatur mulai harian, mingguan bahkan hingga bulanan. Tidak hanya tempat tinggal, duo mahasiswa tersebut juga mengembangkan layanan lain seperti sewa kendaraan ataupun jasa laundry jika diperlukan. Lebih lengkap, rekan-rekan bisa mengunjungi laman resmi We Stay di Homestaydijogja.net untuk mengetahui informasi penyewaan.

Saat ini bisnis homestay We Stay binaan Ardhan dan Sutopo telah berkembang dengan jaringan lebih dari 35 homestay atau guesthouse yang terletak di beberapa lokasi di Jogjakarta. Dengan pelanggan yang terbilang terus berkembang, saat ini We Stay bisa meraup omzet Rp 30 – 60 juta pada waktu musim liburan. Dari situ keuntungan bersih yang bisa dinikmati yakni sebesar Rp 8 -12 juta per bulan.



12 total comments on this postSubmit yours
  1. Selamat ya sangat senang membacanya aja apa lagi klu sy bisa ikuti jejak kalian berdua.ada satu pertanyaan.adakah surat ijin usaha untuk home stay busnis seperti kalian punya.

  2. Wah salut dengan idenya, bisa menjadi inspirasi buat pemasaran dalam hal lainnya. Sukses selalu

  3. salut sama mas sutoppo ini, selain pinter orangnya baik juga ternyata :)

  4. semoga dengan artikel ini, banyak pemuda semangat untuk berbisnis sendiri

  5. Selalu ada jalan dan hasil bagi yang mencoba, meski gagal, itu jauh lebih baik karena dia mendapatkan ilmu dan pengalaman. maju terus dan sukses selalu. keren.

  6. Saya dah lama kepikiran punya bisnis homestay kayak gini ternyata dah ada yang bergerak lebih cepat:) jempol dah

  7. Mantap mas Ardhan dan mas Sutopo!
    Jadi inspirasi untuk rekan-rekan lain mengembangkan bisnis homestay di kotanya masing-masing.

  8. Keren mereka berdua. Masih muda udah punya usaha.
    Semoga bisa jadi inspirasi buat yg lain

  9. wah jadi kepingin kayak mereka… andai saja!

  10. Dulu teman saya memberikan informasi tentang homestay kepada saya, dan keuntungan yang menggiurkan. Dulu sih saya anggap biasa saja plus ragu-ragu, eh ternyata ada yang sukses juga dengan bisnis homestay. Semuanya memang butuh tekad yang kuat dan berani mengambil resiko.

  11. Wahh keren buat motifasi kita semua

  12. jogjakarta tidak hanya berkutat dengan pariwisata, tetapi juga terkait dengan acara puluhan bahkan ratusan perguruan tinggi yang ada di jogaj, salut kepada keduanya yang tajam dalam melihat peluang, semoga makin sukses

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud