Inilah Kronologi Peristiwa ” Beli iPhone Dapat Sabun ” dan Perkembangannya Saat Ini

beli iphone dapat sabun

Dunia #e-commerce Indonesia baru-baru ini diguncang pemberitaan yang hebat nan menyesakkan. Bagaimana tidak, sebuah order pembelian iPhone 6 Plus oleh seseorang ternyata berwujud sabun saat diterima sang pemesan. Inilah kejadian “ beli iPhone dapat sabun ” yang dialami Dannis Darusman yang memesan iPhone 6 Plus dari Lazada dan kemudian heboh serta menjadi viral diperbincangkan oleh kalangan netizen.

Saya sendiri sempat tak habis pikir kenapa bisa marketplace sebesar #Lazada bisa mengalami kejadian ini. Meskipun saya sendiri tahu bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama di dunia e-commerce dan bisa menimpa marketplace manapun, namun hal ini sebaiknya selalu menjadi perhatian para pebisnis e-commerce. Lalu seperti apakah kronologi serta tindak lanjut dan perkembangan dari peristiwa “beli iPhone dapat sabun ini? Berikut penjelasannya.

Kronologi Kejadian

Kejadian “ beli iPhone dapat sabun ” ini berawal dari Dannis Darusman yang bekerja di toko online Elevenia yang dikelola XL Planet memesan iPhone 6 terbaru di marketplace Lazada pada hari Selasa (23 Juni 2015) dan melunasinya saat itu juga. Kehebohan dimulai saat barang dengan nomor pemesanan #377954652 ini tiba di alamat tujuan Danis pada Jum’at (26 Juni 2015). Dannis sendiri sudah curiga dengan barang pesanannya saat datang. Ini dikarenakan bentuk dan bobot paket serta packaging yang tidak seperti kotak iPhone 6 Plus.

Dannis pun kemudian langsung komplain ke akun Twitter resmi Lazada Indonesia, namun tak mendapat respons. Respon didapat Dannis saat dirinya melayangkan komplain lewat email ke layanan pelanggan. Pada Senin (29/Juni/2015), perusahaan RPX selaku perusahaan logistik yang mengirim paket kemudian mendatangi Danis dan mereka bersama membuka paket tesebut yang ternyata isinya adalah sabun batang merek Nuvo warna hijau.

Saat proses pembukaan isi paket sendiri Dannis melakukan perekaman yang kemudian dipublikasi di jejaring sosial Path dan Twitter. Ketika video dipublikasi ke media sosial inilah peristiwa ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan oleh para netizen.




Artikel lain: 3 Langkah Cerdas Belanja Online Agar Lebih Puas

Tindak Lanjut dan Penyelidikan Pihak Lazada

Saat peristiwa “ beli iPhone dapat sabun” ini mendadak heboh, pihak Lazada sebagai marketplace tempat pembelian iPhone Dannis langsung bergerak cepat. PR Manager Lazada Indonesia, Tania Amalia, kemudian menghubungi dan berkomunikasi dengan Danis via #email. Selain merespon konsumen yang menjadi korban, pihak Lazada juga segera melakukan investigasi atas pesanan Danis. Dari hasil penyelidikan sementara yang sudah dilakukan selama beberapa hari sejak peristiwa ini diketahui bahwa  kejadian ini merupakan kasus produk yang tertukar, ungkap Tania.

Akar permasalahan pun kemudian diprediksi berasal dari individu pada operasionalisasi rantai suplai. Pihak Lazada menyebut kasus ini jarang terjadi dan akan terus ditindaklanjuti dengan serius. Untuk memberikan layanan terbaik pada konsumen, ke depan, Lazada akan berupaya semaksimal mungkin agar kejadian seperti ini tak akan terulang lagi.

Berakhir Damai

Pada hari kamis (2 Juli 2015), pihak Lazada Indonesia mengatakan bahwa kasus ini sudah selesai. Hal ini disebabkan Lazada sudah memberikan pesanan yang diinginkan Dannis Darusman yaitu iPhone 6 Plus kapasitas memori 64 GB. Pemberian iPhone 6 Plus sendiri dilakukan langsung oleh pihak Lazada yang diwakili oleh Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Sebastian Sieber bersama PR Manager Tania Amalia dengan bertemu langsung dengan Danis di kedai kopi ternama di kawasan Setia Budi, Kuningan, Jakarta.

Baca juga: 5 Tips Cara Menjual Barang Bekas via Online




RPP E-commerce Cegah Transaksi ” Beli iPhone Dapat Sabun “

Peristiwa “ beli iPhone dapat sabun ” ini memang sangat menarik perhatian banyak pihak, salah satunya adalah pemerintah. Pemerintah yang sedang menggodok RPP e-commerce menilai bahwa kejadian ini seharusnya bisa menjadi pelajaran dan dasar bagi kebutuhan akan RPP e-commerce. Menurut pemerintah, Rancangan Peraturan Pemerintah soal Perdagangan Elektronik (RPP E-commerce) ini akan dapat mencegah transaksi pembelian online yang merugikan konsumen, seperti kasus Danis Darusman ini.

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementrian Perdagangan, Fetnayeti menyatakan bahwa laporan peristiwa pengiriman pesanan yang tidak sesuai seperti kasus Dannis ini sudah beberapa kali diterima kementerian. Menurutnya, bisnis e-commerce di Indonesia memang sudah saatnya diatur segala sesuatunya. Lebih lanjut Fetnayeti menyatakan bahwa pada kasus Dannis ini seharusnya pihak penyelenggara transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PTPMSE) dalam hal ini Lazada harus bertanggungjawab penuh menyelesaikan permasalahannya.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud