Inilah Alasan Mengapa Snapchat Kalah Saing Dari Instagram Selama 2016

Snapchat vs Instagram

Image dari Adespresso.com

Saat ini Instagram bisa dibilang sebagai salah satu layanan berbasis aplikasi yang paling besar pertumbuhannya. Bagaimana tidak, dengan pengguna aktif tak kurang dari 600 juta orang di seluruh dunia, bahkan Instagram mendapatkan 100 juta pengguna baru dalam 6 bulan terakhir.

Di sisi lain, Snapchat muncul sebagai pesaing terberat #Instagram. Lewat inovasi yang ditawarkan, Snapchat memang merupakan fenomena baru bahkan sempat disandingkan dengan kesuksesan Facebook. Namun faktanya, selama tahun 2016 Snapchat tidak terlalu menunjukkan peningkatan yang signifikan terlebih jika dibandingkan dengan Instagram.

Terlihat dari bagaimana pertumbuhan basis pengguna kedua layanan tersebut yang mulai timpang bahkan hingga awal tahun 2017 ini. Padahal jika di lihat kembali, Snapchat masih mempunyai banyak keunggulan dari sisi kreativitas fitur yang ditawarkan.

Masalah Update Layanan

Dari situlah muncul pemikiran tentang alasan mengapa Snapchat masih kalah saing dengan Instagram di tahun 2016 lalu. Alasan yang pertama adalah, pihak pengembang Snapchat lebih banyak disibukkan dengan melakukan testing fitur periklanan serta mengembangkan layanan sayap seperti spectacles, yang mungkin tidak mempunyai prospek menawan.

Di lain pihak, Instagram justru tidak mengendorkan gas dengan terus melahirkan berbagai fitur baru dalam rentan waktu pendek. Bahkan fitur baru Instagram selalu muncul setiap minggunya.




Artikel lain: Bertambah 100 Juta Pengguna, Pengguna Instagram Kini Lebih Dari Setengah Miliar

Seperti contohnya, tampilan beranda aplikasi Instagram yang baru-baru ini mendapat sistem algoritma baru. Dengan update tersebut, maka setiap konten yang tampil pada beranda Instagram bisa disesuaikan dengan minat serta background pengguna.

Yang menarik, meskipun relatif baru namun pada kenyataannya fitur beranda tersebut sudah bisa diadaptasi dengan sangat cepat oleh jutaan pengguna Instagram. Padahal sebelumnya, para pengguna masih menggunakan sistem lama untuk tampilan beranda mereka.

Selain itu, dengan adanya tampilan beranda yang lebih intuitif, pengguna bisa dengan mudah menemukan konten menarik yang sesuai dengan minat serta diisi oleh artis Instagram favoritnya.

Tidak berhenti di situ, masih ada segudang fitur baru lain yang diterapkan oleh pengembang Instagram, antara lain seperti Stories, Business Page serta Live Video yang menjadi fitur baru favorit bagi para pengguna.




Fitur pelengkap seperti foto dan video yang bisa menghilang secara otomatis pada layanan Direct, juga semakin membuat pengguna betah berlama-lama mengakses layanan Instagram. Untuk masalah keamanan, dari waktu ke waktu Instagram juga berupaya memberikan opsi pengaman akun yang bisa memberikan jaminan rasa nyaman bagi pengguna.

Pengembangan Basis Pengguna

Khusus membahas tentang bagaimana timpangnya jumlah peningkatan pengguna dari Instagram dan Snapchat selamat 2016, jawaban yang paling mungkin adalah karena Snapchat kurang memperhatikan bagaimana memperlakukan basis pengguna agar terus tumbuh serta mencoba menarik perhatian kelompok pengguna lain.

Instagram sendiri sudah melakukannya sejak lama dengan cara memberikan klasifikasi tertentu dari layanan untuk setiap tipe pengguna. Jika dulu Instagram hanya diisi oleh pengguna yang ingin memamerkan foto makanan apa minuman, kini layanan berbagi foto dan video tersebut sudah menjelma menjadi jauh lebih canggih.

Selain mempunyai segudang fitur, Instagram juga mengutamakan tampilan yang artistik sehingga pengguna lebih betah mengakses layanan tersebut. Tidak hanya itu, dari sisi kualitas, para pengguna Instagram juga sangat sadar untuk terus meningkatkan kualitas konten yang diunggah sehingga ini tidak hanya menguntungkan bagi pemilik konten tersebut namun juga pengguna lain serta tentunya pihak pengiklan.

Yang menarik, Instagram mempunyai demografi pengguna yang sangat beragam. Tidak perlu dipertanyakan lagi jika Instagram merupakan tempatnya para generasi milenial yang sangat erat dengan teknologi. Namun ternyata, Instagram juga gunakan oleh pengguna dengan rentan usia lebih dewasa yakni 30 hingga 49 tahun dengan jumlah presentase 28%. Sedangkan untuk usia 50 ke atas, ternyata aplikasi ini juga tetap bisa menarik perhatian kalangan pengguna tersebut dengan jumlah persentase 11%.

Baca juga: Manfaatkan Instagram, Duo Seniman Muda Sukses Kembangkan Bisnis Galeri Seni

Pihak pengembang Instagram mempunyai langkah pendekatan tersendiri untuk setiap kelompok usia. Semisal, untuk pengguna mayoritas yang masih berstatus sebagai remaja, konten yang disajikan lebih kepada hiburan serta hobi tertentu. Sedangkan untuk konten produk komersil, Instagram akan mengarahkannya mayoritas kepada pengguna yang sudah bekerja atau orang tua, yang tentunya lebih memungkinkan terjadi pembelian.

Cara pembagian jenis konten menurut usia semacam inilah yang membuat Instagram terus berkembang, bahkan mampu mengatasi kilau pesona Snapchat yang muncul beberapa waktu lalu.




1 comment on this postSubmit yours
  1. sudah jelas itu kang, instagram memang tahu apa yang kita inginkan

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud