Ingin Melakukan Brand Positioning? Waspadai Beberapa Kesalahan Ini

brand positioning1

Salah satu tujuan yang ingin diraih seseorang ketika membangun sebuah bisnis tentulah ingin produk yang ditawarkan mampu mencuri perhatian konsumen dan pada akhirnya mendapatkan loyalitas pelanggan setia. Hal tersebut sudah menjadi tujuan paten agar sebuah bisnis tetap berjalan dan terus eksis di tengah persaingan bisnis yang ketat.

Namun apakah mudah melakukannya? Sudah pasti jawabanya tidaklah mudah. Diperlukan serangkaian usaha marketing agar perlahan konsumen kita bisa menerima produk kita.  Salah satu teknik yang banyak digunakan oleh bisnis skala besar adalah strategi Brand Positioning.

Secara umum brand positioning dapat diartikan usaha menempatkan sebuah brand pada posisi yang tepat terkait pengelolaan brand serta pemilihan market sehingga dapat lebih dikenal dan diterima oleh konsumen. Dalam upaya membangun brand positioning, tidak jarang sebuah bisnis melakukan beberapa kesalahan fatal yang justru membuat brand tersebut tercoret citranya.

Yang sering terjadi pada brand positioning yang salah adalah pemilik bisnis gagal meyakinkan keunggulan serta memilih pasar yang salah untuk produknya. Oleh karena itu, mereka akan sulit mendapatkan perhatian konsumen dan mudah dilupakan.

Lalu kesalahan apa sajakah yang bisa terjadi selama proses brand positioning? Berikut ulasan mengenai 4 kesalahan dalam brand positioning yang harus dihindari.

1. Under Positioning

Untuk menjalankan sebuah brand positioning yang sempurna kita harus mampu menghadirkan citra brand bisnis yang mampu bersaing dengan brand lain yang sudah ada. Dalam hal ini, kesalahan yang pertama yakni Under Positioning sering kali terjadi.

Under positioning adalah kesalahan dimana kita gagal memberikan citra brand yang baik karena kalah saing di bawah kompetitor lain. Hal ini terjadi karena ternyata brand kompetitor sudah terlalu kuat dan sulit ditandingi. Hasilnya upaya brand positioning yang dibangun akan berakhir sia-sia.

Sebagai contoh untuk kesalahan yang pertama yakni upaya restoran cepat saji lokal, CFC untuk menarik minta konsumen dengan menumpang ketenaran nama restoran cepat saji besar, KFC. Namun apa yang terjadi, ternyata brand KFC sudah terlalu dalam melekat pada benak konsumen sehingga menyebabkan CFC justru dianggap brand copycat dengan kualitas nomor 2.

Artikel lain: Kenapa Sih Penggunaan Infografis Penting Untuk Content Marketing?

2. Over Positioning

Kesalahan kedua ini merupakan kebalikan dari kesalahan pertama. Pada kesalahan kedua ini, pemilik brand justru menanamkan kesan yang terlalu tinggi baik dalam hal harga atau kualitas pada konsumen. Pada beberapa kasus harga yang mahal terkadang memang menimbulkan kesan high class pada sebuah brand. Namun pada kebanyakan kasus yang lain, harga yang terlampau mahal justru menjadi awal kemunduran sebuah bisnis.




Dibutuhkan banyak usaha jika memang ingin mematok harga yang tinggi untuk sebuah brand. Baik dalam hal kualitas atau fungsi, harus benar benar sesuai dengan produk yang ditawarkan. Salah satu contoh bisa dapat kita lihat pada peluncuran produk #smartphone Blackberry z10 yang dibandrol dengan harga tinggi. Namun apa yang terjadi, produk tersebut justru mendapat pandangan sinis hingga harganya harus dikatrol turun agar dirasa lebih “wajar”.

3. Confused Positioning

Kesalahan yang ketiga adalah confused positioning. Ini terjadi manakala sebuah brand melakukan beberapa upaya marketing yang justru membuat bingung para konsumen. Umumnya hal ini muncul ketika sebuah brand telah diperkenalkan dengan satu jenis tampilan, namun kemudian muncul kembali brand yang sama dengan konsep atau tampilan yang berbeda. Hal tersebut akan membuat konsumen tidak tahu harus memilih produk yang mana karena merasa identitas dari brand tersebut telah hilang.

Contohnya bisa dilihat dari kasus larutan penyegar Cap Badak dan Kaki Tiga yang menjadi sengketa. Pada awalnya brand larutan penyegar tersebut telah menancap di hati konsumen. Tapi dengan adanya dualisme yang akhrinya menyebabkan ada 2 produk berbeda, menjadikan konsumen bingung mana produk yang “asli”atau “palsu”. Meski pada dasarnya kedua produk tersebut sebenarnya tetap dikembangkan dengan kualitas yang terjaga.

Baca juga: Kenali 4 Dasar Marketing Online Ini, Sudah Menerapkannya?

4. Doubtful Positioning

Dan kesalahan yang terakhir adalah doubtful positioning dimana konsumen menjadi ragu karena ketidak jelasan tentang brand tersebut.

Keraguan semacam ini muncul umumnya disebabkan oleh proses marketing yang berlebih sehingga menimbulkan rasa curiga. Kualitas yang diklaim sangat tinggi, namun dilepas dengan harga murah tentu menjadi tanda tanya besar. Oleh karena itu brand harus mampu menampilkan kesan yang wajar namun tetap menjual dalam upaya brand positioningnya.

Perhatian kesalahan-kesalahan di atas agar kita bisa terhindar dari kegagalan dalam upaya membangun brand positioning.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Paparan yang menarik, dan bisa dijadikan pembelajaran untuk saya belajar branding

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud