Indra Sosrodjojo ~ Founder Andal Software yang Tidak Suka dengan Kenyamanan

Indra Sosrodjojo

Image dari Forbes.com

Pada umumnya orang akan mencari dan mengejar sebuah kenyamanan hidup di tempat mana pun ia berada. Namun ternyata hal ini tidak berlaku bagi Indra Sosrodjojo, karena menurutnya kenyamanan adalah sesuatu yang bisa menghambat diri untuk berkembang. Sebagai salah seorang keturunan dari Sosrodjojo (pendiri pabrik Teh Sosro yang terkenal), Indra Sosrodjojo tentunya sudah sangat terbiasa dengan dengan kenyamanan hidup. Selama hidupnya dari taman kanak-kanak hingga menjelang lulus kuliah, Indra sudah merasakan kenyamanan hidup yang nyata.

Meski telah mendapati kehidupan yang serba nyaman, Indra merasa bahwa dirinya baru bisa berkembang saat ia memutuskan untuk keluar dari kenyamanan dengan mendirikan usahanya sendiri yaitu Andal Software. Lalu seperti apakah kisah Indra Sosrodjojo ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Mendapati Kenyamanan Sejak Kecil

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa Indra Sosrodjojo memang telah mendapatkan kenyamanan sejak kecil. Pada masa sekolahnya hingga menjelang lulus kuliah, Indra mengaku tak terlalu banyak memikirkan tentang kebutuhan hidup.

Sebab semua kebutuhannya selalu dengan cepat dipenuhi oleh orang tuanya. Jika ia sedang membutuhkan sesuatu, terutama yang ada kaitannya dengan #pendidikan maka ia hanya tinggal bicara pada orang tuanya dan kebutuhannya pun akan segera terpenuhi. Yang pasti menurutnya kehidupannya saat itu sangat enak dan nyaman, karena ia tak harus pusing-pusing memikirkan cara mencari uang.

Namun menjelang akhir kuliah, Indra merasa bahwa kenyamanan yang didapatnya tidak terlalu baik bagi dirinya. Setelah ia memiliki cita – cita untuk memiliki usaha sendiri yang besar, maka sejak itu ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.




Artikel lain: Andityo Tri Septian ~ Kisah Sukses Entrepreneur Muda Founder T-Shop Company  

Inspirasi Indra Sosrodjojo Berawal Dari Bisnis Orang Tua

Inspirasi Indra untuk mendirikan usaha sendiri diperolehnya dari orang tuanya yang memiliki usaha teh Sosro. Orang tuanya sendiri memang dikenal pekerja keras dalam membangun usaha. Dari sinilah kemudian Indra mempunyai impian untuk memiliki usaha yang besar. Untuk mewujudkannya, Indra sendiri tidak mau tergantung pada orang tunya yang sudah sukses. Lebih dari itu Indra malah memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.

Sejak dari munculnya impian itulah kemudian Indra mulai berjuang untuk mandiri dan mengatur keuangan hasil usaha secara mandiri. Pada awal-awal usahanya, Indra mengakui bahwa dirinya menemui kesulitan dan tantangan yang amat serius. Menurutnya kesulitan di awal-awal usahanya ini membuat dirinya gampang sekali menyerah.

Hal ini menurutnya disebabkan karena kenyamanan yang sudah terlalu akut menghinggapi dirinya. Maka ketika ada sebuah kesulitan, Indra mengakui mendiamkan saja, namun meski tidak terselesaikan baginya kesulitan dianggapnya selesai.

Beruntung Memiliki Lingkungan yang Mendukung

Dalam hal usahanya mendirikan bisnis, Indra merasa bersyukur bahwa dirinya memiliki lingkungan yang mendukung untuk dirinya menjadi seorang entrepreneur. Dengan lingkungan ini maka ia mempunyai pandangan yang berbeda dengan orang kebanyakan di Indonesia yang hanya selalu mencari dan bertahan pada kenyamanan kerja.




Dari usahanya ini ia selalu memiliki target-target untuk selalu menumbuhkan pendapatan perusahaannya. Dari target tersebut tentunya ia selalu dipaksa untuk berpikir mengenai strategi dan taktik pemasaran yang efektif untuk mencapai penjualan yang lebih besar lagi.

Saat ia berusaha untuk meningkatkan target perusahaan yang lebih tingi lagi, sekali lagi Indra bersyukur bahwa dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang mempunyai goal yang sama. Saat target demi target menantangnya tahun demi tahun, menurutnya secara tak langsung pertumbuhan skill dalam dirinya dan team-nya juga meningkat dengan cepat.

Baca juga: Anton Soeharyo ~ Founder Touchten yang Sukses Menjadi Miliarder dari Bisnis Game

Kenyamanan Adalah Sesuatu yang Menghambat Potensi Diri

Indra Sosrodjojo yang juga hobi menulis akhirnya memaparkan pikirannya mengenai kenyamanan yang menghambat dalam kolom #pengembangan diri di situsnya andalsoftware.com. Dalam kolom tersebut lulusan dari University of Bridgeport ini menyatakan bahwa kenyamanan adalah sesuatu yang bisa menghambat potensi diri.

Menurutnya rasa nyaman tidak memandang keadaan ekonomi seseorang. Bahkan dalam posisi minus pun seseorang bisa saja menganggap bahwa dirinya masih aman. Dan anehnya mereka akan nyaman-nyaman saja di posisi tersebut. Mereka juga tidak memikirkan lebih keras lagi bagaimana cara untuk bisa menjadikan situasinya dapat menjadi lebih baik lagi.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud