I Wayan Sumardana ~ Lengan Tak Berfungsi, Tukang Las Ini Justru Mampu...

I Wayan Sumardana ~ Lengan Tak Berfungsi, Tukang Las Ini Justru Mampu Ciptakan Tangan Robot Sendiri

I Wayan Sumardana
Image dari Analisadaily.com

Bagi rekan-rekan yang menggemari genre film action terutama yang berhubungan dengan dunia hitech, tentu sudah tidak asing lagi dengan beragam #teknologi robot yang di hadirkan dalam balutan cerita yang mengesankan. Namun bagaimana jika cyborg alias manusia robot ternyata sudah ada lo di Indonesia.

Ialah I Wayan Sumardana, seorang tukang las sederhana yang berasal dari Pulau Dewata Bali. Sempat menjadi trending topik pembicaraan di ranah online dalam beberapa waktu belakangan, nyatanya pria yang akrab disapa Tawan ini mampu menciptakan sebuah tangan robotik yang ia pakai untuk membantu pekerjaannya sehari-hari. Yang lebih unik, tangan robot berteknologi pengendali otak tersebut ia buat dari barang elektronik bekas!

Lebih lengkap mengupas kisah I Wayan Sumardana sang “manusia robot” asal Bali, bisa rekan-rekan simak pada artikel di bawah ini.

Berawal Dari Store Ringan

Ilham untuk melakukan atau menciptakan sesuatu terkadang datang dari hal yang tak terduga. Bahkan bisa juga datang dari musibah atau hal buruk lain yang sama sekali kita tidak harapkan. Demikian juga dengan yang dialami oleh I Wayan Sumardana. Sebelumnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las tersebut memiliki kondisi fisik yang sempurna.

Namun pada satu waktu ia mendapatkan musibah sakit yang berujung pada stroke ringan. Setelah waktu berjalan, ternyata stroke tersebut membuat tangan kiri Tawan menjadi lumpuh total. Sebagai kepala keluarga yang juga satu-satunya tumpuan penghasilan bagi istri dan ketiga anak laki-lakinya, kejadian ini tentu menjadi pukulan berat bagi Tawan. Namun tidak ingin larut dalam kesedihan, akhirnya ia justru mampu menciptakan sebuah solusi untuk keterbatasannya tersebut.

Artikel lain: Digantikan Mesin, Inilah 7 Profesi Yang Terancam Punah

Perjalanan I Wayan Sumardana Menciptakan Tangan Robot

Setelah berfikir keras akhirnya pria asal Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Bali tersebut terinspirasi untuk membuat alat yang bisa menggantikan fungsi lengannya yang lumpuh tersebut. Ia pun mulai mencari informasi melalui media online serta didukung kemampuan di bidang elektronika yang ia dapatkan semasa menempuh ilmu di Sekolah Teknik Menegah Rekayasa Denpasar.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, yang unik dari lengan robotik Tawan ini adalah bahan penyusunnya mayoritas berasal dari komponen elektronik bekas. Ia menggunakan shock sepeda motor bekas sebagai salah satu komponen utama yang didukung dengan komponen lain yang berasal dari komputer bekas. Namun untuk menciptakan tangan robotik tersebut tentunya tidak mudah. Hingga berhasil tercipta seperti saat ini, tangan robotik tersebut harus melewati 5 kali proses pembuatan hingga mampu bekerja seperti yang diharapkan.  Dalam proses pembuatannya pun, ia harus dibantu oleh sang istri dan ketiga anak laki-lakinya.

Saat ini dengan lengan buatan tersebut, I Wayan Sumardana bahkan bisa bekerja dengan lebih maksimal. Pasalnya hanya mengandalkan tangan robotik kreasinya, ia bisa mengangkat bobot mencapai 10 kg dengan cukup mudah.

Baca juga: Menguak 6 Inovasi Terburuk Di Bidang Internet yang Pernah Ada

Terapkan Teknologi EEG

Terkait dengan teknologi yang diterapkan oleh Tawan pada lengan robotik buatannya, ia mengadopsi teknologi pengendalian berbasis sinyal otak yakni Elektroensefalogram (EEG). Teknologi semacam ini mungkin bisa dibilang sudah cukup canggih, karena dalam prosesnya menggabungkan antara kerja perangkat elektronik dengan sinyal yang berasal dari otak untuk menggerakkan perangkat tersebut.

Namun meski terbilang canggih tentunya ada kekurangan dari lengan robotik berteknologi EEG yang dikembangkan oleh Tawan. Karena dikendalikan sepenuhnya melalui sinyal dari otak, jika dirinya terlalu memaksa kinerja tangan robot tersebut, maka akan semakin cepat pula otaknya merasa lelah.

“Tapi karena pakai sinyal otak, energi saya terkuras. Saya harus konsentrasi dan fokus pada benda yang mau diambil atau mengerjakan apa. Kalau tak fokus, susah,” jelas Tawan.

Sebagai informasi teknologi EEG saat ini sudah banyak dikembangkan dan diaplikasikan pada berbagai bidang. Khusus untuk bidang kesehatan, fungsi teknologi tersebut terbukti telah banyak membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti pendengaran, penglihatan ataupun fungsi tubuh lain, untuk bisa memiliki harapan untuk hidup normal kembali.

2 KOMENTAR

  1. wow saya hampir tidak percaya. Berbeda dari para ahli yang membuat teknologi dengan barang yang tentunya mahal dan masih bagus, I Wayan malah membuatnya dari barang bekas. Salut. Semoga dengan ini anak Indonesia mampu berkarya dan terinspirasi membuat hal yang berguna.

  2. Ini kalau dikembangkan secara serius bisa menjadi cikal bakal generasi robotik humanoid pertama di Indonesia…terbukti bakat orang Indonesia itu tinggi2 seharusnya di manfaat kan secara baik oleh pemerintah….

Tinggalkan Balasan