Hj. Siti Aminah Abdullah:  Pendiri Jaringan Percetakan Buku Tiga Serangkai Group

Hj. Siti Aminah Abdullah

Jika Anda sering pergi ke toko buku maka Anda tidak akan asing dengan nama Tiga Serangkai. Ya, ini adalah nama sebuah penerbit yang telah sukses memasarkan buku-bukunya ke seluruh wilayah nusantara.

Namun siapa sangka jika penerbit besar nasional ini dulunya merupakan sebuah kegiatan mengisi waktu luang yang dilakukan Hj. Siti Aminah dengan mengumpulkan soal-soal ujian dan materi yang diberikan pada muridnya. Sejak berdiri 45 tahun lalu, PT. Tiga Serangkai Group kini telah tumbuh dan berkembang pesat dengan merambah ke berbagai sektor usaha lain seperti produksi alat-alat tulis, perdagangan, mesin cetak, toko buku, bengkel otomotif, pengadaan bahan kimia untuk keperluan cetak, perdagangan kertas dan terakhir membuka pasar swalayan Goro Assalam.

Lalu seperti apakah kisah di balik perjalanan Hj. Siti Aminah Abdullah dalam membangun penerbit Tiga Serangkai ini? Berikut ulasannya.

Artikel lain: Martha Tilaar ~ Pengusaha Kosmetik Wanita Sukses Asal Indonesia

Mengumpulkan dan Mencetak Bahan Ajar

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa berdirinya penerbit Tiga Serangkai ini bermula dari kegiatan mengumpulkan bahan ajar yang dilakukan Hj. Siti Aminah di waktu senggang. Hj. Siti Aminah dulu memang berprofesi sebagai guru SD. Karena keadaan yang sulit di daerahnya Pacitan dalam proses belajar mengajar inilah yang membuat kemudian HJ. Siti Aminah melakukan kegiatan pengumpulan bahan ajar.  

Saat semua materi dan soal-soal telah terkumpul, Hj. Siti Aminah dan suaminya H. Abullah Marzuki kemudian membukukannya menjadi diktat. Mereka juga memesan mesin stensilan dari Solo hingga kemudian terciptalah edisi satu buku yang dapat diberikan ke anak didik.

Tidak disangka oleh Hj. Siti Aminah jika ternyata kemudian hasil buku cetakan pertamanya ini banyak yang meminati. Tidak hanya dari murid, namun rekan guru pun juga banyak yang akhirnya memesan buku yang awalnya berjudul Himpunan Pengetahuan Umum (HPO) itu. Dari sinilah kemudian Siti Aminah terbuka pikirannya untuk menjadikan #peluang usaha.

Perjuangan Hj. Siti Aminah Membangun Tiga Serangkai

Tinggal di Pacitan ternyata membuat dirinya sulit mengembangkan peluang bisnisnya. Maka Siti Aminah dan keluarga memutuskan untuk pindah ke Wonogiri. Di sana Aminah masih menjalankan profesinya sebagai guru.

Namun selain mengajar, wanita kelahiran Pacitan tahun 1939 ini juga membuka agen toko buku “Tiga”. Saat bisnis tokonya mulai menunjukkan kemajuan, ia merubah nama tokonya menjadi “Tiga Serangkai” karena nasihat dari Wie Sang Giem, agar tokonya tak kena pajak tambahan.

Pada tahun 1969, Aminah dan keluarga kembali pindah rumah yang kali ini tujuannya adalah Solo. Aminah melakukan ini karena saat di Wonogiri, akses kendaraan menuju tempatnya sangat terbatas. Di Solo usaha toko buku “Tiga Serangkai” Aminah semakin maju. Bahkan untuk lebih fokus dalam bisnis buku ini, Aminha kemudian memutuskan keluar dari guru SD.




Karena permintaan buku pelajaran yang semakin tinggi, akhirnya Aminah dan suami tertantang untuk mencetak buku sendiri. Maka lahirlah beberapa buku seperti Himpunan Pengetahuan Alam (HPA), Sari Bumi Indonesia (SBI), Sari Hayati (SH) dan Intisari Bahasa Indonesia (IBI).

Baca juga: Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono – Pendiri Blue Bird Taxi

Cobaan dan Tantangan Usaha

Dalam menjalankan usaha buku Tiga Serangkai ini Aminah acapkali berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Cobaan pertama datang dari sistem dagang Tiga Serangkai yang seringkali menawarkan diskon sampai 30% kepada grosir dan toko buku.

Keadaan ini akhirnya menemui tantangan saat banyak penerbit sejenis yang melakukan direct selling ke sekolah-sekolah. Dari sinilah Tiga Serangkai sempat menghentikan sistem grosir selama dua tahun dan harus ikut terjun dalam penjualan langsung dengan mempersiapkan segala sesuatunya.

Tantangan kedua datang lagi ketika muncul kebijakan buku pelajaran yang hanya berlaku lima tahun. Kebijakan dari pemerintah ini jelas menuntut semua penerbit termasuk tiga serangkai berubah dengan melakukan diversifikasi ke buku anak-anak dan umum.

Rintangan dan cobaan yang muncul dari perkembangan zaman yang terus berubah akhirnya membuat Tiga serangkai merubah citra perusahannya menjadi perusahaan yang lebih profesional dengan cara melakukan rasionalisasi terhadap karyawan dan memberi kesempatan kepada setiap karyawan atau mantan karyawan untuk menjadi mitra Tiga Serangkai. Dari sinilah kemudian muncul usaha membuat LKS, kursus komputer dan sebagainya.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud