Hidup Hancur Gara-Gara Sebuah Postingan Facebook, Pria Ini Dapatkan Ganti Rugi 1,5 Milliar!

kasus-media-sosial-facebook

Image dari Financialexpress.com

Kita semua sudah mengetahui bahwa dengan adanya layanan media sosial banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh penggunanya. Namun yang harus dipahami adalah, di sisi lain media sosial juga mampu menjadi media yang bersifat destruktif apabila penggunanya salah memanfaatkan platform online tersebut.

Sudah banyak kasus yang terjadi akibat penyalahgunaan akun #media sosial. Sebagian diantaranya mungkin hanya menimbulkan permasalahan yang tidak terlalu dalam dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun tidak sedikit pula kasus penyalahgunaan media sosial yang berujung sidang di meja hijau. Dan sudah bisa ditebak, pada akhirnya mereka yang menyalahgunakan bakal dikenai sanksi hukuman ataupun materiil dalam jumlah yang tidak sedikit.

Salah satunya datang dari negara Australia, belum lama ini terungkap sebuah kasus penyalahgunaan media sosial yang menimpa seorang warga Australia bernama Kenneth Rothe. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha hotel tersebut, harus mengalami nasib naas dengan kehilangan bisnisnya bahkan mendapat tuduhan dan pencemaran nama baik. Semua hal tersebut ia alami hanya karena sebuah hal yang sepele, yakni sebuah postingan di media sosial Facebook.

Awal kasus Kenneth Rothe

Kenneth Rothe sebenarnya mempunyai kehidupan yang bisa dibilang tidak bermasalah. Ia menjalankan usaha di bidang perhotelan sejak belasan tahun yang lalu. Kenneth Rothe mempunyai dua buah hotel bernama Nirvana Village dan Blue Dolphin Motels yang terletak di kawasan Coastal Town of Nambucca, Australia.

Hingga pada suatu hari Kenneth dipanggil dalam sebuah sidang oleh kejaksaan setempat dengan dugaan prostitusi, tepatnya menyelenggarakan tempat (dalam hal ini hotelnya) untuk para penjahat pedofilia. Akibat kasus tersebut, bisnis yang sudah ia kelola selama belasan tahun perlahan mengalami kemunduran bahkan sempat hampir ditutup.




Artikel lain: Aran Khanna ~ Temukan Celah Keamanan, Ia Malah Didepak Dari Magang Facebook 

Tidak hanya kerugian secara materiil, Kenneth juga seringkali mendapatkan serangan mental dalam bentuk cemooh dan juga ancaman dari banyak warga terkait kasus tersebut. Yang menyedihkan, serangan mental tersebut tidak hanya ditujukan pada Kenneth namun juga pada keluarganya yang tentu tidak tahu menahu persoalan yang sedang dihadapi oleh sang kepala keluarga.

Tuduhan Berdasarkan Status Facebook

Tuduhan yang diarahkan kepada Kenneth Rothe hingga naik ke meja hijau tentu bukan tanpa didasari aduan. Tepatnya pada bulan Maret tahun 2014, seorang petugas kelistrikan bernama David Scott memposting status di media sosial #Facebook yang isinya secara tidak langsung menuduh Kenneth Rothe menggelar praktek prostitusi pedofilia di hotelnya. Dalam status tersebut, ditulis juga himbauan agar para orang tua lebih berhati-hati jika anaknya berada atau bermain di kawasan 2 hotel tersebut.

Dalam sidang yang digelar untuk menyelesaikan permasalahan ini, Kenneth menjelaskan bahwa hotel yang ia kelola memang seringkali mendatangkan pelanggan keluarga ataupun anak-anak untuk acara khusus. Namun dia menolak dengan tegas jika tempat usahanya tersebut digunakan untuk aksi kejahatan seksual.

Ia juga memaparkan, bagaimana efek yang ditimbulkan dari status Facebook tersebut terhadap kondisi keuangan maupun keluarganya. Ia sering mendapatkan panggilan telepon dari orang tidak dikenal yang berisi ancaman ataupun umpatan agar dirinya menghentikan bisnis hotel miliknya.




Bahkan karena intensnya serangan mental yang ia alami, Kenneth sampai harus menginap di rumah sakit selama 6 bulan. Tidak hanya dirinya pribadi, keluarga Kenneth juga harus menanggung efek dari tuduhan ini. Keluarga Kenneth akhirnya pindah ke daerah lain yang jauh dari kawasan Coastal Village.

Akibat tindakannya yang tidak bertanggung jawab, akhirnya Scott dijatuhi hukuman oleh pihak pengadilan dan harus membayar denda kepada Kenneth Rothe. Jumlah besaran denda yang harus dibayarkan juga terbilang cukup besar yakni mencapai $115,000 atau setara dengan Rp1,5 miliar.

Baca juga: Facebook Sempat Down 40 Menit, Ini 3 Skenario Penyebabnya

Bagi rekan-rekan semua tentu bisa mengambil pelajaran yang sangat penting tentang bagaimana memanfaatkan layanan media sosial secara bijak dan tepat. Meskipun terdapat kebebasan dalam mengungkapkan pendapat secara umum, tetapi tetap ada batasan peraturan yang tidak boleh dilanggar.

Mungkin uang sebesar 1,5 miliar terdengar sangat banyak. Namun untuk mengganti kerugian non material yang diderita oleh sang korban, mungkin angka tersebut tidak akan pernah cukup. So always be Smart and be Save!



4 total comments on this postSubmit yours
  1. agan Morlan, itu kan ada 2 aktor yakni Kenneth Rothe (pemilik hotel) dan David Scott (petugas kelistrikan yang menulis status berisikan berita tidak benar)
    nah, akibat status si David tsb jadi si Rothe merugi karena hotelnya di anggap tempat kejahatan seksual oleh masyarakat (hotelnya bangkrut).

    siapa yang di denda? kan sudah jelas gan di paragraf :
    “Akibat tindakannya yang tidak bertanggung jawab, akhirnya Scott dijatuhi hukuman oleh pihak pengadilan dan harus membayar denda kepada Kenneth Rothe. Jumlah besaran denda yang harus dibayarkan juga terbilang cukup besar yakni mencapai $115,000 atau setara dengan Rp1,5 miliar.”

    semoga membantu penjelasannya :)

    • ini mochamad majid orang cigugur kidul bukan? mhon ditunggu?

  2. gan, cerita nya sedikit membingungkan sebab siapa yang kehilangan hotel (yang mengalami kerugian) dan siapa yang mengalami denda.

    pokok bahasan cerita jelas tetapi detailnya sangat membingungkan sebab ada dua actor yang tidak jelas masalahnya. hotel habis? dan yang di denda siapa?

  3. ijin copas gan

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud