Hadapi Gempuran Facebook, Pemerintah Siapkan Tiga OTT Karya Anak Bangsa

layanan OTT Indonesia

Image dari WordPress.com

Bukan lagi rahasia bahwa saat ini aplikasi yang menguasai pasar di tanah air adalah buatan dari luar negeri. Masyarakat Indonesia tak lebih dari sekedar konsumen yang bisa dikatakan dijadikan sebagai objek bagi penyedia layanan aplikasi dari luar tersebut. Menyadari kenyataan ini, nampaknya Pemerintah melalui Menkominfo tidak mau tinggal diam. Guna membendung layanan Over The Top (OTT) asing seperti Facebook, Twitter dan Whatsapp yang sudah terlalu lama menguasai pasar dalam negeri ini Pemerintah menyiapkan layanan OTT nasional asli karya anak bangsa.

Lebih dari itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki niat akan menjadikan OTT nasional ini bisa go internasional. Dalam rangka hal ini, maka kemudain hadirlah tiga layanan OTT Indonesia yang sudah terpilih yang nantinya akan diberikan dukungan penuh dari Pemerintah. Perbincangan mengenai isu ini sebenarnya sudah dilakukan Pemerintah dengan ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) sejak satu tahun yang lalu.

Diharapkan Bisa Menjadi “Booster” Industri Digital Tanah Air

Ketiga aplikasi karya anak bangsa yang terpilih adalah Qlue (qlue.co.id), Catfiz (catfiz.com), dan Sebangsa (sebangsa.com). Menkominfo Rudiantara sendiri memiliki harapan besar terhadap ketiga layanan OTT nasional tersebut agar bisa menjadi pendorong laju bisnis digital di Indonesia.

Menurut Rudiantara, Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang paling aktif memakai produk digital. Indonesia sendiri juga usdah lama dikenal sebagai ibu kotanya media sosial. Sayang memang jika potensi yang ada di Indonesia ini hanya bisa dimanfaatkan oleh orang luar negeri, sedangkan orang Indonesia sendiri hanya menjadi konsumen saja.

Menkominfo juga mengingatkan bahwa orang Indonesia jangan hanya menjadi pengguna layanan OTT dari luar negeri saja. Namun juga harus mampu menciptakan sendiri OTT yang bisa digunakan oleh orang dari negara lain di dunia.

Artikel lain: Liga Digital Indonesia ~ Kompetisi Kreator Aplikasi Asli Indonesia

Lebih jauh Menkominfo juga mengaskan bahwa sebenarnya anak muda Indonesia mampu membuat aplikasi semacam itu. Karena menurutnya #teknologi digital bisa membuka kesempatan yang terbuka pada siapa saja untuk bisa berkreasi.

OTT Juga Mendapatkan Dukungan Dari ATSI

Ketiga aplikasi OTT yang terpilih selain mendapatkan dukungan dari Pemerintah, juga mendapatkan dukungan dari ATSI. Dukungan nyata dari ATSI ini diantaranya akan berupa promosi layanan yang akan dilewatkan melalui jaringan milik operator. Dan ini bisa dirupakan seperti pengiriman SMS Broadcast, pencantuman logo, link maupun banner. Untuk memberikan support pada layanan aplikasi OTT nasional ini, ATSI melibatkan enam anggotanya yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Smartfren dan Telkom.

Ketiga layanan OTT nasional yang terpilih ini adalah karya anak-anak muda Indonesia asli. Untuk mendapatkan tiga OTT nasional yang dianggap paling bagus ini, proses penilaian sudah dilangsungkan sejak Desember 2015 yang lalu. Ketiga OTT yang terpilih ini adalah aplikasi layanan OTT yang dinilai paling memiliki rencana kerja yang jelas serta memuliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan dunia digital tanah air.

Baca juga: Mengenal ADEI ~ Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia




Industri Kreatif Digital Modal Penting Bangsa

Terkait industri kreatif berbasis digital di dalam negeri ini Menkominfo menjelaskan bahwa ke depan akan menjadi modal sangat penting bagi bangsa Indonesia. Karena bagaimanapun juga Indonesia harus bisa mengikuti perkembangan di dunia dimana saat ini adalah sedang besar-besarnya pertumbuhan bisnis digital. Selain mengikuti perkembangan bisnis digital, Indonesia juga dituntut untuk bisa bersaing di kancah pentas global, karena melihat potensi yang begitu besar di tanah air.

Lebih lanjut Menkominfo Rudiantara juga berharap bahwa tiga OTT yang terpilih ini menunjukkan keseriusannya untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendapat dukungan. Selain itu, diharapkan juga bahwa aplikasi layanan OTT yang terpilih ini bisa memberikan layanan untuk kebutuhan masyarakat termasuk juga di dalamnya untuk komunitas Pemerintahan.

Menkominfo Rudiantara juga menyampaikan bahwa sudah seharusnya OTT Nasional bisa melampaui pengguna dari layanan luar negeri. Masih menurut Menkominfo, hal ini jika dilihat dari jumlah pelanggan selular yang saat ini mencapai 160 juta yang aktif data. Ini adalah peluang yang sangat bisa dimanfaatkan, apalagi semua operator yang ada berada di bawah naungan ATSI.



1 comment on this postSubmit yours
  1. memang sudah seharusnya kita mempunyai partner sendiri, agar nantinya bisa berguna bagi bangsa dan negara

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud