Grand Macho Barbershop ~ Bisnis Pangkas Rambut Modern yang Tawarkan Kerjasama Kemitraan Menguntungkan

Grand Macho Barbershop ~ Bisnis Pangkas Rambut Modern yang Tawarkan Kerjasama Kemitraan Menguntungkan

Grand Macho Barbershop
Image dari Grandmacho.com

Gaya hidup bersolek dan bergaya saat ini bukan lagi menjadi milik perempuan saja. Pasalnya kaum pria ternyata juga makin memperhatikan penampilan dan badannya. Salah satu bagian badan dan tubuh dari seorang pria yang selalu diperhatikan untuk tampil gaya adalah rambut. Rambut ini memang bisa ditata sedemikian rupa hingga bisa menjadi membuat seseorang tampil gaya. Bahkan tata rambut para pria ini memang memiliki tren yang selalu berkembang. Bukti bahwa gaya rambut ini memiliki tren adalah adanya beberapa model yang terus berubah-ubah setiap waktunya.

Dari adanya tren rambut yang ternyata diminati banyak orang ini maka #pelung bisnis muncul.  Mereka yang jeli memaksimalkan peluang ini akhirnya membuka usaha yang professional dalam bidang tata rambut. Dan salah satu pelaku usaha yang juga memanfaatkan tingginya peluang dari tata rambut ini adalah Nugroho Wahyu Widarto.

Dengan membawa nama atau brand Grand Macho Barbershop, pria asal Yogyakarta ini mendirikan usahanya sejak tahun 2010 dan saat ini telah membuka atau menawarkan kemitraan usaha pada 2012. Lalu seperti apakah kemitraan yang ditawarkan Nugroho pada usahanya Grand Macho Barbershop ini? Berikut ulasannya.

Kelebihan Grand Macho Barbershop

Memang usaha konsep pangkas rambut modern sudah banyak yang menjalankannya. Namun dari sekian banyak usaha ini Grand Macho Baebershop memiliki kelebihan dari lainnya. Menurut pendirinya Nugroho Wahyu Widarto barbershop miliknya memiliki kelebihan pada tenaga kerja di gerai yang sudah terlatih dan terampil di Grand Macho Course Center.

Selain itu, barbershop-nya juga selalu mengutamakan kualitas pelayanan yang maksimal pada pelanggan. Dengan kelebihan yang dimilikinya ini, kini Grand Macho Barbershop telah memiliki 50 gerai, di mana 43 gerai di antaranya milik mitra yang tersebar di Yogyakarta, Klaten, Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Salatiga, Surabaya, Kediri dan Boyolali. Sedangkan sisanya milik pusat yang berada di Yogyakarta dan Solo.

Artikel lain: Valo Car Care ~ Bisnis Cuci Mobil Unik Mengusung Kampanye Peduli Lingkungan 

Paket Investasi Grand Macho Barbershop

Dalam kerjasama #franchise ini, Grand Macho Barbershop menawarkan paket investasi kemitraan usaha senilai Rp 50 juta dan Rp 70 juta. Dari kedua jenis kemitraan ini mitra akan sama-sama mendapatkan perlengkapan usaha salon, pelatihan karyawan (SDM) serta perlengkapan promosi. Perbedaan dari kedua investasi ini adalah terletak pada kelengkapan peralatan usaha yang bisa didapat.

Masa atau Jangka Waktu Kerjasama

Kerjasama atau kemitraan dengan Grand Macho Barbershop ini akan berlangsung selama lima tahun. Setelah masa  atau jangka waktu kerjasama habis, mitra memiliki dua pilihan yaitu menjalankan usaha pangkas rambut sendiri tanpa menggunakan merek dari pusat dan tanpa dukungan dari pusat atau tetap bekerjasama untuk mendapatkan dukungan dari pusat dengan menggunakan merk Grand Macho Barbershop.

Untuk tetap mendapat dukungan dari pusat atau memperpanjang kontrak maka mitra diharuskan membayar biaya kerjasama Rp 25 juta untuk mitra di Jawa. Sedangkan untuk mitra yang berada di luar Jawa sendiri akan dikenakan biaya tambahan Rp 10 juta.

Baca juga: EasyGo Toilet ~ Melirik Kesuksesan Usaha Unik Bisnis Sewa Toilet Portable

Perhitungan Usaha Kemitraan

Dalam kerjasama kemitraan ini, seseorang yang memilih paket #investasi Rp 50 juta, maka mereka akan dikenakan biaya royalti 25% dari omzet. Sedangkan bagi yang memilih paket Rp 70 juta hanya akan dikenakan biaya royalti 10% dari omzet. Untuk besaran jasa yang ditawarkan Grand Macho Barbershop sendiri adalah paket potong rambut, cuci dan pijit adalah Rp 15.000. Sedangkan untuk paket kedua yaitu potong rambut, cuci, pijit dan tambahan vitamin serta penggunaan pomade maka konsumen harus membayar biaya Rp 20.000.

Dengan rata-rata kunjungan 25 orang per hari yang biasanya didapat setiap gerai maka mitra akan mampu meraup omzet Rp 500.000 per hari atau sekitar Rp 15 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, maka mitra masih bisa memperoleh keuntungan bersih sekitar 30%.

Dari penghitungan ini maka mitra diprediksi atau diperkirakan bisa mencapai BEP (Break Even Point) atau balik modal sekitar satu tahun. Namun agar bisa suskes, Nugroho sebagai pemilik brand menyarankan agar mitra memiliki lokasi atau tempat yang mempunyai luas ruangan sekitar 5 m x 6 m dengan empat karyawan.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan