Frits Goldschmeding, Berbisnis Dari Kamar Asrama Hingga Menjadi Orang Terkaya Kedua di Belanda

Dari Kamar Asrama Hingga Menjadi Orang Terkaya Kedua di Belanda

Frits Goldschmeding – Orang terkaya no 2 di Belanda

Menjadi seorang yang sukses dengan bisnisnya sendiri dan menjadi kaya adalah tujuan dari kebanyakan orang. Namun kebanyakan orang pula yang ingin mencapai hal tersebut dengan cara instan tanpa berfikir bagaimana proses mencapainya dengan benar. Hanya karena ingin cepat sukses dan berkecukupan secara financial banyak orang yang menggunakan cara apapun termasuk cara curang.

Menjadi sukses bukanlah semata-mata diukur dari banyaknya uang yang dimiliki, namun bagaimana bermanfaatnya kita dan usaha kita bagi lingkungan sekitar kita dan dampaknya bagi dunia hal tersebut sudah bisa dibilang kesuksesan. Kalau semuanya diukur dengan banyaknya keuntungan tentu saja hal tersebut sulit terukur, karena pada dasarnya manusia adalah makluk yang tidak mudah puas.

Mari kita sedikit belajar dari kisah seorang yang memiliki gelar orang terkaya nomer dua di Belanda, namanya adalah Frits Goldschmeding. Kekayaan Frits sampai dengan saat ini telah mencapai 3.2 miliar dolar atau setara 32 triliun rupiah. Sebagai orang yang menyandang gelar orang terkaya nomor 2 di Belanda, kekayaan tersebut hanyalah sebagian kecil saja.

Usaha Frits yang menjadikan ia sebagai orang terkaya nomer 2 di Belanda adalah konsultan sumber daya pegawai, bernama Randstad Holding. Sangat penting Anda mengetahui hal ini, Randstad Holding tempat Frits bekerja merupakan sebuah perusahaan konsultan sumber daya pegawai terbesar nomor 2 di dunia.

Artikel lain: Robert Budi Hartono ~ Orang Terkaya Nomor 1 Di Indonesia




 Awal Mula Fritz Menjalankan Bisnisnya

Ada sedikit kelucuan disini, awalnya Frits membuka perusahaan miliknya sekarang ini  bukan berfokus pada sumber daya pegawai melainkan berfokus kepada ranah asuransi. Perusahaan asuransi miliknya resmi berdiri pada tahun 1960. Frits bersama rekannya Ger Daleboudt mendirikan sebuah perusahaan asuransi saat keduanya telah lulus dari Universitas VU Amsterdam.

Mereka berdua adalah mahasiswa lulusan jurusan ekonomi dan tertarik di bidang asuransi. Perusahaan pertamanya jauh tentu dari pikiran Anda, mengapa demikian? karena mereka memulai perusahaan pertama mereka dari sebuah kamar asrama kampusnya,Perusahaan pertama mereka bernama Uitzendbureau Amstelveen.

Setelah perusahaan mereka sudah berdiri, mereka sangat fokus mengembangkan perusahaannya di ranah asuransi. Lalu mereka masuk ke asuransi pabrik kemudian bank sampai dengan mereka mulai menawarkan asuransi kesehatan. Setelah mendapatkan sukup dana akhirnya mereka memutuskan untuk pindah kantor dari asrama kampus ke perkotaan, mereka mulai berani membuka cabang. Ini dilakukan agar mereka mendapatkan klien yang cukup banyak, sampai akhirnya mereka sedikit kebingungan karena menerima order yang membludak sementara sumberdaya mereka saat itu terbatas.

Di saat mereka mulai membuka cabang-cabang baru perusahaan, mereka akhirnya mengambil keputusan untuk meminjam uang di bank. Akhirnya pada saat itu Fritz dan rekannya memutuskan meminjam uang di bank AMRO. Melalui pinjaman tersebutlah Fritz dan rekannya mencapai puncak kejayaan perusahaan rintisan mereka.

Langsung saja setalah mendapat dana segara Frits mulai membuka kantor pusat di Amsterdam, membeli beberapa komputer yang saat itu komputer masih menjadi barang mewah. Namun meski begitu Frits tetap semangat melakukannya karena hal tersebut bertujuan demi membangun kepercayaan dengan klien atas kredibilitas perusahaannya.




Peluang Baru Yang Membuatnya Berjaya

Disaat prospek perusahaan terus meningkat mereka pun mulai untuk merekrut karyawan. Namun rupanya masalah baru muncul, karena minimnya pengetahuan akan bagaimana mengatur karyawan Fritz dan rekannya mengalami banyak sekali kendala. Pada awal tahun 70an di Belanda masih belum banyak perusahaan yang mengatur masalah tersebut, walaupun Undang-undang mengenai kepegawaian sudah ada, tetapi tidak banyak memberikan pengaruh. Dengan adanya problem tersebutlah akhirnya Frits melihat sebuah peluang besar.

Frits memutuskan untuk membuka cabang yang khusus untuk mengatur sumber daya pegawai. Mulai dari bagaimana mengatur perekrutan karyawan baru, sampai dengan bagaimana mengatur karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Walaupun terlihat sederhana, tetapi perusahaan Frits ini adalah pioneer dalam urusan sumber daya pegawai di Belanda.

Pada tahun 1980, Frits mengubah nama perusahaan menjadi Randstad Holding. Hingga sekarang Randstad Holding telah menjadi perusahaan sumber daya pegawai nomor 2 terbesar di dunia dan hebatnya lagi terbesar di Eropa, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang menjadi klien dari Randstad. Hingga saat ini perusahaan Randstad telah tersedia  di 39 negara dengan total 28 ribu karyawan. Bahkan keuntungannya mencapai 230 juta dolar.

Baca juga: Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya Di Dunia Versi Forbes!

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya adalah, dalam memulai suatu usaha jangan hanya memikirkan uang semata, namun belajarlah melihat peluang yang ada. Fokus akan satu hal boleh-boleh saja, namun kita juga tidak bisa mengabaikan peluang yang muncul. Karena bisa jadi peluang yang Anda biarkan adalah sebuah kesempatan besar buat Anda untuk lebih berkembang.

Suatu bisnis atau usaha akan besar bukan dari besarnya sebuah tempat usaha dan modal namun kesungguhan dan kecerdikan kita dalam melihat peluang. So, jangan berputus asa. Tetap semangat dan pantang untuk mundur sebelum tujuan Anda tercapai.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud