Frans Satrya Pekasa ~ Bermula Dari Makelar, Kini Sukses Menjadi Miliuner Bisnis...

Frans Satrya Pekasa ~ Bermula Dari Makelar, Kini Sukses Menjadi Miliuner Bisnis Furniture

Frans Satrya Pekasa

Menjadi pengusaha atau wirausahawan memang membutuhkan kemauan, perjuangan dan kerja keras yang tinggi. Tidak hanya itu mental tahan banting dan kekuatan untuk segera bangkit merupakan hal yang diperlukan untuk menjadi pengusaha yang sukses.

Frans Satrya Pekasa merupakan salah satu orang yang memiliki semua kategori tersebut. Tak ayal apabila kemudian Frans berhasil membuat usahanya di bidang mebel mencapai sukses yang luar biasa. Kini pria kelahiran 1975 ini telah dikenal sebagai salah satu sosok sukses dalam industri mebel nasional.

Lewat perusahaan yang didirikannya bernama PT Gading Dampar Kencana, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini sekarang telah mampu meraih omzet puluhan miliar rupiah per tahun. Dari keberhasilannya mengelola usaha ini Frans pun berhasil menyabet dua kali penghargaan Primaniyarta sebagai eksportir terbaik pada tahun 2012 dan 2013. Lalu bagaimanakah kisah Frans ‘raja mebel’ ini mencapai kesuksesan? Berikut ulasannya.

Awal Usaha Frans Satrya Pekasa

Frans memulai usaha bisnis mebel sejak tahun 1998 pasca menamatkan #pendidikan sarjananya di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya jurusan teknis industri. Dalam bisnis ini Frans memfokuskan usahanya pada ekspor furnitur luar ruangan dan mebel taman berbahan kayu jati.

Pada awal pertama kali Frans menjalankan usaha ini ia tidak langsung menjadi pengusaha, namun ia hanya menjadi makelar untuk agen eksportir furnitur rotan dan kayu jati di Cirebon. Posisinya sebagai makelar menjadikan dirinya harus lihai mencari pesanan pada agen dan kemudian menjadi perantara untuk melanjutkan pesanan produksi ke para perajin.

Artikel lain: Helianti Hilman ~  Sosok Pengusaha Wanita Dibalik Kesuksesan Beras Javara yang Mendunia

Mulai Bergerak Sendiri

Pada tahun 2001, Frans Satrya Pekasa tidak lagi menjadi perantara namu ia mencari pembeli asing sendiri dengan bermodal jaringan yang sudah dia rintis selama menjadi makelar mebel. Dari situ kemudian Frans berani untuk mendirikan PT Gading Dampar Kencana yang memproduksi mebel dengan merek dagang Mega Furniture.

Untuk mengembangkan usahanya, Frans memanfaatkan #internet dalam strategi pemasarannya. Beberapa portal usaha pun tak luput dari perhatian Frans untuk mempromosikan produk seperti Alibaba dan Indonetwork.

Berada Dititik Nadir

Pada tahun 2005, bisnis Frans berada diambang kehancuran. Saat itu ia dililit banyak hutang dan seluruh aset baik rumah dan mobilnya disita. Keadaan yang buruk itu bahkan harus memaksa Frans menumpang di rumah mertuanya. Setelah enam bulan dari peristiwa itu, Frans memutuskan kembali bangkit dengan kembali mendekati para perajin.

Dengan bermodalkan nama baik, akhirnya Frans mampu mendapat pinjaman Rp 11 miliar dari perajin yang dulu bekerja dengannya. Frans kemudian kembali mencoba menjalankan bisnis mebel jati ini dari awal. Dengan semangat pantang menyerah, dalam kurun waktu dua tahun, bisnisnya pun bisa kembali pulih.

Mencapai Kesuksesan

Dengan semangat tak kenal menyerah itu, Frans Satrya Pekasa kini telah mencapai kesuksesan dengan mampu mengekspor furnitur ke 45 negara di tiga benua, yaitu Benua Asia, Eropa, dan Amerika. Beberapa negara tujuan ekspornya adalah Israel, Guatemala, Nigeria, Italia, Turki, Inggris, Austria, China dan lain-lain. Di China sendiri, Frans telah mampu mendirikan tiga toko mebel dengan nama Teak123.

Saat ini, Frans bisa mengekspor sekitar 30 kontainer berisi meja, kursi, lemari, dan lain-lain per bulan dengan omzet sekitar 5 juta dollar AS atau setara dengan Rp 57 miliar (kurs 11.500 per dollar AS). Untuk produksi, Frans juga telah bekerjasama dengan 136 perajin dan 400 karyawan yang bekerja di empat pabriknya di Jepara.

Baca juga: Junius Rahardjo ~ Sukses Antarkan Produk Herbal Lokal Tembus Pasar Internasional

Pengembangan Bisnis

Dalam pengembangan bisnis furniturnya, Frans telah memfokuskan dirinya pada produksi furnitur luar ruangan dengan kayu jati. Untuk bahan rotan sendiri sudah lama ia tinggalkan karena memang bahan bakunya yang semakin sulit didapat.

Frans mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk mengembangkan usahanya yang bernaung di bawah PT Gading Dampar Kencana ini. Sebab, menurutnya, adanya regulasi yang selalu berubah dari pemerintah akan membuat strategi terbarunya akan sia-sia.

Untuk ke depan Frans Satrya Pekasa memiliki rencana untuk membuka dua toko lagi di China. Pembukaan toko di Negeri Panda ini memang dinilai memiliki potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Meski telah sukses di bisnis mebel, Frans mengaku sudah tidak tertarik lagi merambah bisnis di sektor lain. Selain karena pengalaman pahitnya saat merambah bisnis batubara, Frans juga telah mengerti bahwa kesuksesan hanya bisa diperoleh saat ia fokus.

1 KOMENTAR

  1. saya sampai ulang2 pesan yang disampikan dalam video ini pak max,,
    bener2 ‘ledakan penjualan’ bangun semangat bakar utang kita dengan air keringat

Tinggalkan Balasan