3 Fitur Premium Twitter Yang Rencananya Akan Berbayar Secara Berlangganan

Fitur Premium Twitter

Akhirnya Twitter akan menambahkan skema baru untuk meningkatkan revenue mereka. Seperti dikutip dari Search Engine Journal, platform sosial media ini akan menawarkan opsi premium dengan skema “subscription” atau berlangganan per bulan.

Menurut Bloomberg, alasan dibalik fitur ini adalah untuk melepaskan ketergantungan Twitter dari iklan.

Sebenarnya hal ini bukan hal yang baru. Twitter sendiri sudah merencanakan hal ini selama bertahun-tahun. Menurut Bloomberg, kebanyakan penghasilan perusahaan ini dihasilkan dari iklan.

Pandemi Covid-19 sepertinya menjadi semacam berkah karena Twitter akhirnya memutuskan untuk memecah sumber penghasilannya mengingat pertumbuhan user di Amerika sendiri tidak terlalu signifikan.

Amerika Serikat merupakan market yang paling berharga. Namun perusahaan tidak bisa bergantung pada metode tradisional dengan mengandalkan user baru.

Twitter sendiri sudah mengumumkan rencana ini sejak tahun lalu melalui sebuah survei yang berisi tentang apa yang user inginkan dari sebuah service premium.

Beberapa ide yang dipertimbangkan waktu itu antara lain fitur Undo Send, Badges spesial, respon otomatis, durasi video upload, custom color, dan masih banyak lagi. Di samping itu, pilihan untuk pembatasan iklan pada layanan premium juga turut dipertimbangkan.

Selain itu, Bloomberg juga melaporkan kalau fitur premium ini kemungkinan juga akan memberikan peluang penghasilan bagi para pembuat konten.

Fitur Premium Twitter Yang Akan Berbayar

Apa yang ditawarkan Twitter dalam layanan premiumnya? Fitur premium ini yang pasti memungkinkan pengguna untuk mengakses fitur-fitur yang tidak ada di versi gratisnya.

Fitur di sosial media ini memang didesain gratis, kecuali beberapa hal berikut ini:

1. Fitur Tweetdeck

Twitter memutuskan untuk memberikan fitur Tweetdeck pada servis premium. Sekarang fitur ini memang gratis, namun nantinya akan dibuat berbayar.

Meski demikian, pengguna yang memilih menggunakan Twitter secara gratis tidak memerlukan tool ini untuk mengakses Twitter.

Sebelumnya, fitur ini awalnya dirancang untuk digunakan secara premium, tapi perusahaan ini mengurungkannya meskipun sebenarnya penggunaan tool berbayar untuk kebutuhan tertentu  sah-sah saja.

Ada banyak sekali tool premium dari thrid-party yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan Twitter, Facebook, dan Instagram lebih efisien. Jadi ini bukan hal yang biasa bila mereka mulai membuat fitur ini berbayar.

2. Fitur Analytics

Fitur ini kemungkinan bakal masuk dalam fitur premium. Untuk sekarang pengguna punya analytic dengan fitur basic.

Misalnya mereka bisa melihat seberapa banyak follower yang didapatkan dalam sebulan dan bagaimana impresi yang didapatkan.

Nah, untuk fitur advance dari tool analytic ini terdiri dari demografi, waktu-waktu aktif audience, hingga data-data lainnya.

3. Konten Esklusif

Twitter sendiri mungkin bakal menawarkan berlangganan untuk konten esklusif. Ini terlihat dari akuisisi perusahaan ini terhadap Revenue, sebuah startup newsletter di mana ini mengindikasikan kalau Twitter bakal membuat konten esklusif ini premium.

Ide lainnya yang sedang digodog adalah memberikan “tip” kepada user yang mau menyediakan konten yang tidak bisa diakses secara gratis.

Di sini, penghasilan Twitter akan dipotong untuk diberikan pada pembuat konten, namun ini akan menjadi awal baru bagi user yang ingin dapat penghasilan dari platform ini.

Terlepas dari sejumlah berita di atas, sampai saat ini Twitter masih belum merilis tombol subscription atau fitur premium.

Walau begitu, Twitter jelas membutuhkan penghasilan yang lebih besar dan memberikan opsi “premium” untuk mengedit “Tweet” bisa juga menjadi salah satu caranya.

Bagaimana pendapat Anda? Maukah mencoba fitur premium ini ketika sudah dirilis?

Artikel lain: Cara Menemukan Influencer Terbaik

Nanik Tri Widiyawati

Tinggalkan Balasan