Fersya Solehudin ~ Bantu Orang Tua Mencari Nafkah, Berjualan Bothok Secara Online

Image dari Kapanlagi.com

Image dari Kapanlagi.com

Dengan canggihnya teknologi saat ini, membuat semuanya menjadi serba mudah. Cara berinteraksi sosial pun kini berubah dengan adanya teknologi semacam media sosial. Media sosial berfungsi sebagai tempat nongkrong yang paling diakrabi muda mudi saat ini. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menggunakan media sosial, mulai dari hanya sekedar narsis hingga menggunakan media sosial untuk berbisnis.

Nah, nampaknya bagi Fersya Solehudin #media sosial utamanya Facebook adalah sarana yang sangat efektif untuk mempromosikan bisnisnya. Saat remaja lain sibuk menggunakan media sosial hanya untuk ber”haha-hihi”, Fersya memilih media sosial untuk berbisnis. Patut ditiru kiranya apa yang dilakukan oleh pelajar SMKN 1 Probolinggo ini. Bagaimana kisah selengkapnya, simak di bawah ini.

Berjualan Bothok Untuk Membantu Orang Tua

Tidak seperti remaja lain seusianya yang umumnya menikmati masa remaja untuk main atau nongkrong di luar jam sekolah. Bagi Fersya Solehudin, waktu luang di luar jam sekolah adalah waktu yang paling berharga untuk mencari nafkah membantu orang tuanya. Fersya yang mulai bekerja sejak SD, sampai saat ini ia yang sudah SMK masih tetap berjualan untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang tukang las yang belum tentu setiap hari mendapatkan orderan. Ibunya sendiri sering sakit-sakitan di rumah.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Fersya Solehudin tumbuh menjadi anak yang mandiri, kuat, dan tegar. Setiap hari ia menjajakan makanan ringan seperti bothok, peyek dan lemed. Ia baru mulai menjajakan dagangannya pada jam tiga sore. Ketika ada beberapa netizen bertanya tentang itu, dengan jujur ia menjawab karena sekolah dulu sebelum berjualan.

Artikel lain: Hampir Buta Total, Blogger Inspiratif Ini Masih Mampu Kantongi $ 15.000 per Bulan!




Saat ini ia berjualan menggunakan sepeda ontel-nya berkeliling untuk menawarkan dagangannya. Ia menuturkan melalui akun Facebooknya yang bernama Ferdi JackMania bahwa sebenarnya dulunya ia berjualan hanya berjalan kaki ketika masih kelas 6 SD. Baru pada kelas 2 SMP ada seseorang yang baik hati memberikan sepeda mini untuknya, baru kemudian ia bisa berjualan menggunakan sepeda hingga saat ini.

Strategi Marketing yang Jitu

Meskipun Fersya menghabiskan waktu jualan secara offline, namun cara ia mempromosikan dagangannya sungguh strategi yang sangat jitu. Layaknya seorang marketing handal, ia mampu melihat dan memanfaatkan #media online untuk menjadikan bisnisnya populer. Ia menggunakan #Facebook untuk mempublikasi bisnisnya. Meski ia tidak setiap hari bisa online menggunakan Facebook karena keterbatasan dana, namun faktanya cara ini sangat ampuh untuk memperkenalkan dirinya dan juga dagangannya ke ranah maya.

Tampaknya Fersya cukup ahli dalam menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Ketika Fersya memiliki dana lebih, ia segera pergi ke warnet untuk online di Facebook. Dan kesempatan itu ia gunakan untuk mengunggah foto-foto dagangannya.

Tak itu saja, ia juga mengunggah foto pelanggan-pelanggannya yang kebanyakan ada di lingkungan perkantoran dan perumahan. Nah, cara ini ternyata sangat efektif dan bisa mencuri perhatian banyak orang, terutama pengguna Facebook. Tentu saja dengan semakin populernya dia, diharapkan bisa meningkatkan omzet penjualannya.

Baca juga: Tiap Bulan Kuli Panggul Lulusan SD Ini Kantongi Ratusan Dolar Dari Google




Belajar dari Sosok Tangguh Fersya Solehudin

Melihat perjalanan hidup yang dilalui Fersya, sulit rasanya menjelaskan melalui kata-kata. Ia adalah seorang pemuda yang tangguh, kuat, pantang menyerah, sabar, dan tentu masih ada banyak sikap positif yang melekat pada dirinya.

Dia tidak malu berjualan, meski umumnya remaja seusianya menikmati kehidupan dan bersenang-senang dengan sebayanya. Bahkan Fersya mulai berjualan semenjak masih duduk di bangku SD, luar biasa. Bukan saja perjuangannya dalam berjualan yang patut kita jadikan #motivasi dan inspirasi, namun kesucian niatnya untuk mencari nafkah guna membantu orang tuanya juga sungguh perbuatan yang sangat mulia.

Tidak banyak remaja seperti Fersya di jaman seperti sekarang. Justru kebanyakan remaja sekarang ini suka merengek-rengek meminta #gadget baru kepada orang tuanya. Mungkin saat ini kalian merasa kalianlah yang paling menderita dan sengsara di dunia ini, namun saya yakin bahwa sebenarnya masih ada banyak kisah inspiratif yang bisa kita jadikan pelajaran hidup.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud