Ferdha Agisyanto: Menyendok Legitnya Keuntungan Bisnis Kuliner Unik “Cake In Jar”

Ferdha Agisyanto: Menyendok Legitnya Keuntungan Bisnis Kuliner Unik “Cake In Jar”

Ferdha Agisyanto
Ferdha Agisyanto dari Twitter.com

Ferdha Agisyanto – Bagi Anda yang tinggal di kawasan kota Malang dan sekitarnya, mungkin sudah pernah mendengar nama brand bisnis kuliner yang satu ini. Bunchbead, salah satu brand kuliner jajanan unik yang telah berhasil merebut perhatian masyarakat Malang utamanya dari kawula muda yang menggemari kuliner cake dan roti.

Apa yang unik dari bisnis kuliner yang satu ini? Rahasianya terletak dari tampilan cake yang tentunya lain daripada yang lain. Ditempatkan dalam sebuah mug kaca lucu dan unik, cake in jar dari Bunchbead perlahan mampu menyebar dan menjadi kuliner favorit. Didirikan oleh seorang pengusaha muda pertama Ferdha Agisyanto, kabarnya bahkan bisnis ini bahkan mampu menyumbang pundi keuangan hingga mencapai omset Rp150 juta perbulan.

Seperti apa ulasan selengkapnya tentang bisnis kuliner Bunchbead ini? Berikut Maxmanroe sajikan untuk Anda.

Awal Mula Ferdha Agisyanto Mengembangkan Bisnis

Bagi seorang lulusan dari jurusan S1 Teknik Perencanaan Tata Kota Universitas Brawijaya tentunya banyak diharapkan mampu berkarir di bidang yang masih se-linier. Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Ferdha Agisyanto yang justru memilih jalur bisnis sebagai pilihan hidup. Bahkan pada saat awal menekuni bisnis, ia sempat mendapat tentangan dari orangtua yang menganggap bahwa pilihan berbisnis tidaklah tepat.

Namun karena sudah merasa yakin dengan pilihan tersebut, Ferdha memutuskan untuk lanjut terus mengembangkan bisnisnya. Namun sebagai seorang anak, dirinya tahu betul bahwa pilihan yang telah diambil merupakan tanggung jawab besar yang harus ia buktikan. Oleh karena itu ia berusaha keras untuk mencari dan menemukan formula bisnis terbaik sebelum mengembangkan usaha kuliner.

Artikel lain: Gazan Azka Ghafara ~ Sukses Hadirkan Zanana Chips Dari Mental Pantang Menyerah Seorang Pengusaha

Rahasia Kenikmatan Sajian Kuliner Bunchbead

Setelah mantap menerjuni dunia bisnis, pilihan berbisnis kuliner dirasa paling cocok untuk ia jalankan pada waktu itu. Alasannya adalah, ia yakin betul bahwa bisnis kuliner merupakan ladang yang tidak akan pernah ada habisnya. Yang terpenting menurutnya adalah, sebagai pebisnis kita harus mampu menghadirkan sesuatu yang unik dan menarik. Tidak hanya beda dari yang lain, namun juga harus mampu memberikan kualitas terbaik agar konsumen puas.

Untuk menciptakan produk kuliner yang sempurna, Ferdha mengaku membutuhkan tak kurang dari 6 bulan untuk menciptakan resep cake mulai dari bahan, cara pembuatan, varian pelengkap hingga sosok tampilan produknya nanti. Dalam proses tersebut, ia ikut melibatkan pula beberapa orang terdekat mulai dari sahabat keluarga hingga teman kuliah untuk mencicipi dan memberikan tanggapan terkait dengan produk cake racikannya.

Dari para tester tersebut, Ferdha mendapatkan banyak sekali masukan yang mampu membantu dirinya untuk menciptakan produk yang sempurna. Selain itu ia juga mau punya strategi khusus agar nantinya setiap produk yang dijual dapat sesuai dengan keinginan konsumen. Strategi tersebut yakni memberikan pilihan varian custom untuk produk cake in jar yang ia buat. Jadi setiap konsumen bisa memilih mulai dari rasa cake serta topping yang ingin dimasukkan pada cake yang dipesan.

Strategi ini terbukti sangat jitu. Hampir setiap minggu ada saja konsumen yang kembali ke kedai Bunchbead untuk menikmati sajian cake in jar yang nikmat. Dari situlah nama Bunchbead terus dikenal bahkan menjadi salah satu tempat kuliner paling hits di kota Malang.

Fokus Menjaga Kualitas

Ketika ditanya mengenai bagaimana dirinya bisa mengembangkan bisnis yang begitu sukses, Ferdha menuturkan bahwa kunci utama yakni dengan selalu menjaga kualitas. Dan untuk menjaga kualitas produk cake in jar buatannya, Ferdha memulai dari bahan yang digunakan. Ia selalu menggunakan bahan berkualitas tinggi agar rasa yang dihasilkan tetap konsisten dan nikmat di lidah konsumen.

Permasalahan yang dihadapi adalah terkadang harga bahan dan juga pelengkap tidaklah stabil. Naik turunnya harga tersebut tentu juga berimbas pada neraca #keuangan bisnis. Namun meskipun harga bahan cenderung fluktuatif, ia tidak lantas secara sporadis kenaikan harga begitu saja. Alasannya karena jika harga yang ditawarkan terlampau mahal, tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi konsumen.

Untuk itu ia menerapkan, batas margin 10% dari harga setiap cake yang dijual, untuk mempertahankan agar konsumen tidak merasa terbebani dan tentunya kualitas produk selalu terjaga.

Baca juga: Rangga Umara, Pengusaha Kuliner Sukses Rumah Makan Lele Lela

Pencapaian Ferdha Agisyanto Dan Target Ke Depan

Saat ini Ferdha Agisyanto sudah mampu mengantongi omset bisnis sekitar 100 hingga 200 juta setiap bulannya dengan volume penjualan hingga 200 cake per bulan. Angka tersebut ia targetkan akan terus naik dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu target yang ingin diraih, yakni membangun cabang dari Bunchbead di kota besar lainnya di Jawa Timur seperti Surabaya.

2 KOMENTAR

  1. yang namanya bisnis kuliner memang selalu mencuri perhatian,brani berinovasi pasti sukses

  2. memang bisnis kuliner tidak ada matinya :)
    semoga bisa menyusul. Aamiin

Tinggalkan Balasan