Beranda Bisnis 9 Faktor untuk Meningkatkan Minat Belanja Konsumen

9 Faktor untuk Meningkatkan Minat Belanja Konsumen

Ada suatu peribahasa yang sudah menjadi rahasia umum dan selalu dibahas dalam berbagai rapat penjualan, “Konsumen adalah raja.” Kalimat yang terkesan sederhana, namun begitu dibahas akan dapat meningkatkan minat belanja konsumen.

Seperti banyak pelaku usaha ketahui, bahwa minat belanja konsumen bergantung pada bagaimana cara para pelaku usaha memahami calon konsumen mereka. Kita harus tahu bagaimana gaya hidup konsumen.

Jika bicara minat belanja sudah pasti berkaitan dengan metode yang tepat guna untuk menjaring konsumen. Perlu diingat bahwa apapun metode atau strategi yang dibuat, sebaiknya para pelaku usaha tidak mengabaikan berbagai hal untuk meningkatkan minat belanja konsumen.

Kita akan bahas satu per satu mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belanja konsumen berikut ini.

1. Kepribadian Konsumen

Faktor untuk Meningkatkan Minat Belanja Konsumen

Semua orang sepakat bahwa konsumen adalah individu yang memiliki karakteristik kepribadian yang unik. Semua perusahaan besar seharusnya memahami karakteristik konsumennya agar dapat meningkatkan minat belanja mereka.

Berdasarkan tes kepribadian BRAIN personalities yang dapat diakses gratis di Brainpersonalities.com, kepribadian manusia terbagi menjadi 5 tipe berdasarkan fungsi otaknya.

Tiap-tiap tipe kepribadian memiliki perilaku dan minat yang berbeda terhadap barang, jasa, dan jenis profesi yang dipilihnya. Oleh karena itu, sebaiknya sedini mungkin Kita mengetahui tipe kepribadian konsumen yang menjadi target market Kita agar semua strategi yang digunakan tepat sasaran.

2. Layanan Pengiriman

Faktor untuk Meningkatkan Minat Belanja Konsumen 3

Perkembangan dunia bisnis, termasuk customer goods, tidak bisa lepas dari jasa logistik. Untuk menjangkau konsumen lebih luas, perusahaan harus memilih metode layanan pengiriman dan program gratis biaya kirim. Oleh karena faktor satu ini, minat belanja konsumen mampu terungkit jika perusahaan kita mempertimbangkannya dan menerapkannya.

Coba kita amati baik-baik perusahaan besar yang telah menerapakan strategi ini seperti Shopee yang menjadi perusahaan raksasa dengan tagline gratis ongkos kirim. Konsumen juga merasa dimudahkan dengan pilihan layanan yang ditawarkan.

Konsumen juga dapat memilih layanan pengiriman yang mereka harapkan. Apakah konsumen lebih memilih layanan pengiriman regular atau layanan pengiriman cepat. Jadi, siapkah kita menerapkannya?

3. Diskon Belanja

Barangkali kita sering mendengar istilah Big Promo, Midnight Sale, Sale up to 50%, dan berbagai bahasa promosi lainnya. Jika kita jeli melihat terhadap strategi berjualan, maka sebenarnya ini adalah termasuk salah satu faktur meningkatkan minat belanja konsumen.

Selain itu juga penawaran & kupon terbaik dalam bentuk diskon sangat efektif dapat mengkonversi konsumen menjadi pelanggan setia.

Studi kasus perusahaan yang melakukan strategi ini adalah Indomaret, alfamart, dan bahkan perusahaan teknologi informasi berbasis transpoertasi seperti Gojek dan Grab sangat intens menerapakannya untuk menjadi jembatan layanan pesanan makanan bagi pelaku usaha kuliner. Mereka sadar bahwa faktor ini dapat meningkatkan minat belanja konsumen.

4. Kekuatan Rekomendasi

Banyak perusahaan menerapkan daya ungkit rekomendasi untuk menarik minat belanja konsumen. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan rela menggelontorkan dana untuk menyewa jasa selebriti atau public figure untuk mendapat rekomendasi sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk yang direkomendasikan.

Dalam suatu studi kasus, para pelaku UMKM pun sudah banyak yang memanfaatkan kekuatan rekomendasi atau yang kita kenal dengan istilah endorse. Namun, penerapannya disesuaikan dengan kemampuan usahanya.

Misalnya, mereka memberikan sampel produk untuk mendapatkan respon positif dari tokoh atau artis tertentu. Dengan cara ini, mereka dapat juga mampu menerapkan cara yang sama seperti yang dilakukan perusahaan-perusahaan.

5. Jumlah Pengguna

Besarnya jumlah pengguna merupakan suatu prestasi dalam pemasaran perusahaan. Agar minat belanja konsumen terungkit, bukti-bukti keberhasilan, salah satunya jumlah pengguna, adalah faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terkait produk yang kita tawarkan.

Kita dapat menjumpai perusahaan ritel yang telah mengiklankan kepada konsumen tentang prestasi mereka yang mampu membuka sekian ratus bahkan sekian ribu cabang secara nasional.

Inilah termasuk bagian untuk memberikan informasi bahwa banyaknya unit cabang menandakan bahwa jumlah konsumen yang dilayani sangat banyak sampai-sampai mereka membuka banyak cabang-cabang baru.

6. Poin Belanja

Inilah adalah faktor untuk meningkatkan minat belanja yang paling popular digunakan perusahaan saat ini. Poin belanja bagaikan tabungan belanja bagi konsumen sehingga perusahaan lebih mengikat mereka untuk terus menggunakan layanan atau produk yang ditawarkan.

Metode ini terbukti sangat efektif untuk menjaring semakin banyak konsumen baru. Poin belanja ini mampu menarik minat belanja konsumen untuk membeli secara berkelanjutan.

Kembali lagi pada studi kasus Gojek dan Grab, kedua perusahaan ini menyediakan layanan poin yang dapat konsumen gunakan untuk membeli produk-produk yang telah bermitra dengan mereka. Konsumen akan mendapatkan potongan harga setiap membeli produk-produk mitra perusahaan tersebut.

7. Garansi Uang Kembali

Khawatir adalah faktor utama penyebab ketidakpercayaan konsumen untuk tidak membeli produk yang ditawarkan. Untuk menghilangkan kekhawatiran konsumen, sangat tepat strategi ini diaplikasikan agar minat belanja konsumen meningkat.

Perusahaan yang berbasis online dalam melakukan penjualan selalu menggunakan metode ini. Baik itu produk barang ataupun jasa, garansi uang kembali seperti strategi mutlak untuk meyakinkan konsumen bahwa memang produk yang ditawarkan berkualitas dan memuaskan. Kita juga harus bisa menerapkannya jika ingin meningkatkan penjualan.

8. Notifikasi Email

Tidak semua orang mau ditawarkan produk secara langsung sebagaimana yang dilakukan salesman. Seringkali salesman berada pada kondisi yang tidak tepat mungkin kondisi psikis calon konsumen yang kurang baik atau merasa terganggu dengan kehadiran salesman sehingga mereka menolak untuk membeli. Akibatnya, calon konsumen tidak menaruh perhatian terhadap produk yang ditawarkan.

Hal ini berbeda jika kita menggunakan layanan email sebagai alat pemasaran. Secara psikis, konsumen tidak begitu terganggu ketika dikirimkan penawaran. Mereka dapat menandai pesan penawaran yang kita kirim sebagai notifikasi mereka. Jika mereka sewaktu-waktu memerlukannya, mereke akan membuka email dan membeli produk yang ditawarkan.

Selain itu, email dapat mereka baca kapan pun dan dimana pun. Kenyamanan penawaran melalui email menjadi faktor penting uang mempengaruhi minat belanja konsumen.

9. Iklan yang Akurat

Hal inilah yang seringkali disalahpahami oleh pelaku usaha, terutama pelaku UMKM. Bahwa promosi melalui iklan merupakan tahapan terakhir dalam marketing karena mengingat jumlah dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Dan, belum tentu setiap UMKM merencanakan anggaran periklanan produk mereka secara intens dan masal.

Faktor terakhir untuk meningkatkan minat belanja konsumen ini merupakan strategi ampuh jika beberapa faktor-faktor sebelumnya sudah diterapkan. Karena kita juga harus mempertimbangkan risiko dalam pelaksanaannya, sebaiknya para pelaku usaha memilih strategi yang tepat disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan.

Demikianlah beberapa faktor yang diharapkan mampu meningkatkan minat belanja konsumen untuk produk-produk yang kita tawarkan. Setiap strategi memiliki hasil yang berbeda bagi tiap perusahaan. Semua itu tergantung bagaimana kita dengan tepat melakukan setiap tahap sesuai standar kelayakan strategi.

Untuk lebih jelasnya, menghubungi dan berkonsultasilah kepada konsultan profesional yang terbukti mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Salam sukses dan semoga bermanfaat.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan