Didi Kurniadi ~ Pengusaha yang Sukses Menjalankan Bisnis Souvenir Radja Promosi 

Image dari Kompas.com

Image dari Kompas.com

Sebagai pebisnis, berjuang dan bekerja keras adalah sebuah hal yang wajib dilakukan untuk bisa sukses. Apalagi jika mereka adalah orang yang merintisnya dari bawah tanpa adanya komponen bisnis yang mendukungnya. Tentu perjuangan mereka akan semakin berat dan lebih keras lagi.

Inilah yang dialami oleh Didi Kurniadi, seorang entrepreneur yang sukses membangun bisnis souvenir dari nol. Dengan membawa bendera brand Radja Promosi, Didi kini telah sukses memperoleh omzet mencapai Rp 500 setiap bulannya. Lalu seperti apakah kisah perjalanan Didi dalam membangun Radja Promosi ini? Berikut ulasannya.

Perjalanan Bisnis Didi Kurniadi

Sejak kecil Didi Kurniadi sudah mulai belajar berwirausaha. Karena kondisi keuangan keluarganya yang serba pas-pasan, Didi sejak kelas 3 SD hingga SMA berjualan empek-empek untuk membantu keuangan keluarga. Ketika menjadi mahasiswa di Universitas Lampung, selama tiga tahun Didi bergabung dengan organisasi kerohanian fakultas dengan menjadi pengurus dana dan usaha (danus).

Dari situ, dia banyak belajar mengelola sebuah bisnis. Agar ilmu bisnisnya semakin bertambah, setelah lulus dari kuliah, pria kelahiran tahun 1980 ini mengawali karir sebagai sales di sebuah lembaga pendidikan di Lampung.

Awal mula ketertarikan Didi Kurniadi pada dunia souvenir dimulai saat ia menemukan sebuah iklan jasa suvenir promosi dari Jakarta berupa permen promosi di majalah pemasaran. Saat itu dia melihat, cara berpromosi dengan permen cukup unik dan menarik karena jarang ada yang menggunakan. Dari sana Didi tertarik untuk mempelajarinya dengan cara menjadi tenaga penjual permen #promosi tersebut.




Artikel lain: Kandadinda Souvenir ~ Bisnis Aneka Souvenir Unik Khas Yogyakarta

Di akhir tahun 2004, Didi keluar dan membuka usaha permen promosinya sendiri di Lampung. Bermodal katalog dan contoh permen yang dia miliki, Didi coba melakukan pemasaran ke beberapa perusahaan di Lampung. Sayang pada awal bisnis souvenir ini Didi banyak mendapatkan penolakan.

Sempat Terlilit Hutang

Meski kemudian mendapatkan order banyak saat sistem penjualan telah diperbaiki namun Didi akhirnya harus menerima kenyataan bahwa ia terlilit hutang yang terbilang banyak. Hal ini terjadi karena Didi yang belum bisa mengelola keuangan dengan baik. Keuntungan yang yang seharusnya digunakan lagi untuk modal usaha, malah ia gunakan untuk keperluan pribadi. Dari sini Didi pun terlilit utang pada produsen permen promosi hingga mencapai Rp 20 juta.

Setelah memperbaiki sistem #keuangan usahanya, Didi Kurniadi melunasi utang dengan cara mengangsur. Tak mau lagi mengulang kecerobohan yang membuatnya terpuruk, Didi kini membuka usaha Souvenir dengan lebih serius dengan nama Radja Souvenir.

Selain dirasa unik, nama Radja sendiri dipilih Didi dengan sebuah harapan bahwa nama tertinggi dalam kasta kerajaan itu akan membawa usahanya mencapai puncak tertingi dalam kesuksesan. Dengan menambah variasi produk dan menjadi agen penjual souvenir lainnya dari Jakarta, usaha souvenirnya perlahan mulai bertumbuh.




Bangun dan Mencapai Kesuksesan Radja Souvenir

Radja Souvenir yang dirintis Didi Kurniadi sejak tahun 2009 saat ini pun sudah mencapai kesuksesan. Setiap bulannya, usahanya bisa memproduksi hingga ribuan souvenir. Beberapa produk souvenir  yang diproduksinya pun sudah sangat beragam dari handuk, boneka, payung, kaus, spanduk, mug, kotak tisu, jam, topi, tenda, pulpen, kipas, gantungan kunci dan masih banyak lagi.

Didi mengakui saat ini ia bisa mendapatkan sekitar 30 konsumen sampai 50 konsumen per bulan dengan nilai rata-rata pemesanan yang bisa mencapai sekitar Rp 9 juta sampai Rp 10 juta per konsumen. Dari sini, Didi pun bisa menghasilkan omzet usahanya yang mencapai Rp 500 juta per bulan.

Baca juga: Mawar Art Shop, Manfaatkan Rumput Liar Menjadi Uang Miliaran

Dengan dibantu oleh 20 orang karyawan untuk operasional, Radja Promosi sampai saat ini sudah banyak mendapatkan klien dari berbagai daerah di Sumatra dan Jawa. Tak tanggung-tanggung, sebagian besar dari pelanggan ini berasal dari perusahaan-perusahaan besar seperti Indosat, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan hotel-hotel.

Dari kesuksesan yang diraihnya, kini Didi Kurniadi seringkali mendapatkan tawaran untuk menjadi pembicara di seminar kewirausahaan. Salah satu event besar yang kemudian ia menjadi diminta sebagai pembicara adalah seminar Kun Fayakun for Business yang diselenggarakan oleh PPPA Daarul Quran Lampung.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud