Di Industri Digital Marketing, Tidak Semua Yang Anda Anggap Ahli Adalah Pakar di Bidangnya

Bagi internet marketer pemula yang masih merintis karir di bisnis online, Anda pasti memiliki seseorang yang Anda idolakan, dijadikan panutan, status Facebook-nya selalu Anda like, status Twitter-nya sering Anda retweet, status Google plus nya Anda beri +1 dan di-share ulang. Mereka adalah orang-orang yang Anda anggap ‘master’ atau ‘mastah’, istilah untuk mereka yang dianggap pakar di industri digital marketing. Terus terang, Saya juga dulu seperti itu.

Ada satu pesan dari mentor saya yang selalu saya ingat, dia bilang begini “Tidak semua orang yang dianggap ahli/ pakar memiliki kemampuan dan pengalaman yang baik di bidang pemasaran online. Banyak dari mereka memang ahli ‘memasarkan diri sendiri‘ atau branding di sosmed, tapi sama sekali tidak punya keahlian yang memadai di internet marketing”. Benarkah begitu?

Setelah beberapa tahun terjun di bisnis online, saya mengetahui dan mengenal beberapa orang yang dianggap mastah atau mastih oleh para pemula. Beberapa dari antara mereka memang punya skill internet marketing yang unik dan tak ada duanya, tapi beberapa diantara mereka ada juga yang cuma jago ‘memasarkan diri sendiri’, kalau diperhatikan dengan seksama sebenarnya kemampuan internet marketing-nya biasa-biasa saja. Mereka ini saya sebut sebagai mastah karbitan, terkenal secara tiba-tiba dan tenggelamnya juga secara tiba-tiba.

Bagaimana kita bisa mengenali siapa yang pakar di industri digital marketing, dan siapa yang cuma mastah karbitan? Saya sering stalking dan baca status sosmed orang-orang terkenal di internet marketing Indonesia, dan berteman dengan banyak orang yang berhubungan dengan para ahli tersebut. Berikut ini beberapa hal yang unik yang saya temukan dari hasil pengamatan yang saya lakukan pada akun media sosial mastah/mastih karbitan.

Artikel lain: Ingin Serius Belajar Bisnis Online? Waspadai Pengajar Abal-Abal dan Penipu

1. Sering Pamer Penghasilan/ Trafik Website di Media Sosial

Fenomena pamer earning dan pamer trafik website/ blog di media sosial sudah menjadi hal yang biasa, bagi para pemula tentunya. Dan beberapa teman saya entah berapa kali ‘menunjukkan’ trafik dan earning blog mereka di sosmed dan komunitas yang saya ikuti. Pertanyaannya, apakah sering menunjukkan earning dan trafik blog di sosmed sudah masuk kategori pamer?




Sebagian orang menganggap sharing screenshoot (SS) penghasilan bisa memberikan semangat dan motivasi ke orang lain. Tapi tentu saja bisa juga bisa mengakibatkan kecemburuan/ iri hati. Menurut saya pribadi lebih baik tidak usah share SS di sosmed, karena bisa menimbulkan pro dan kontra, apalagi kalau Anda pamer lalu tidak mau berbagi tips dan triks bagaimana cara Anda mendapatkannya.

Lalu apa hubungannya dengan mastah karbitan? Mereka yang profesional dan pakar di bidangnya tidak pernah menunjukkan informasi dengan sembarangan, sangat-sangat jarang mereka mau berbagi informasi mengenai detail penghasilan ataupun detail trafik website mereka. Kalau ditanya biasanya mereka hanya bilang “sekitar segini,  sorry no SS bro”. Berbeda dengan mastah karbitan. Mastah karbitan sangat suka pamer screenshoot earning ataupun trafik websitenya walaupun tidak ada yang memintanya.

2. ‘Lebay’ Saat Membranding Diri Sendiri

Di dunia online marketing, membangun brand diri sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang wajar dan sah-sah saja. Tapi kalau terlalu sering mengklaim diri sendiri sebagai pakar atau ahli di satu bidang, menurut saya ini sudah masuk kategori narsisme. Lain hal kalau orang lain yang mengenal Anda sebagai pakar di bidang tertentu, berarti Anda punya authority atau keahlian khusus di bidang tersebut.

Inilah yang selalu dilakukan mastah karbitan, mereka membranding diri sendiri secara terus menerus. Padahal kemampuannya dibidang tersebut biasa-biasa saja, bahkan banyak yang lebih hebat. Misalnya ada yang menyebut dirinya Setan SEO, Hantu Facebook, Iblis WordPress, Pengendali Internet, dan lain sebagainya, julukan yang menurut saya menggelikan.

Ok lah, silahkan membuat julukan diri sendiri untuk branding, tapi sebaiknya diikuti dengan kemampuan yang memadai di bidangnya. Jangan sampai kita mengaku sebagai ahli SEO dengan julukan Setan SEO, padahal websitenya sendiri tidak ada trafik dari search engine, atau bahkan websitenya deindex. Jangan mengaku Pakar WordPress, padahal masih bingung membedakan mana WP Admin dan mana cPanel hosting.




3. Seolah Menguasai Semua Model Bisnis Online

Ini salah satu hal yang sering saya lihat pada beberapa mastah karbitan yang sempat saya kenal. Saya melihat si mastah seperti tidak punya kemampuan mumpuni di bidang bisnis tertentu, hari ini dia bicara soal bisnis Affiliate Amazon, besok bicara soal ClickBank, lusa bicara soal Google Adsense, lalu bicara soal bisnis dropship dan toko online, kemudian tiba-tiba dia buka bisnis jual hosting website. Banyak sekali ya bisnis online-nya.

Mereka yang masih awam di bisnis online pasti menganggap bahwa si mastah karbitan ini adalah orang yang sangat ahli dan pakar bisnis online karena menguasai banyak model bisnis di internet. Faktanya, mereka yang profesional dan pakar di bisnis online pasti hanya fokus menjalankan satu atau dua jenis bisnis saja, karena menurut mereka menjalankan banyak model bisnis sekaligus sama sekali tidak efektif dan hasilnya tidak akan maksimal walaupun didukung oleh adanya karyawan.

Selain itu, ada juga mastah karbitan yang tiba-tiba ganti profesi lho. Yang dulunya sangat sering berbicara mengenai bisnis online dan bisnis UKM, tiba-tiba terjun ke dunia politik. Menurut saya, lebih baik menjalankan satu atau dua jenis bisnis online dan menjadi salah satu yang terbaik di bisnis tersebut, daripada menjalankan banyak jenis bisnis tapi semuanya berjalan lambat atau stagnan.

Aku tidak takut dengan orang yang berlatih 10000 tendangan tapi hanya satu kali. Yang aku takutkan adalah orang yang berlatih satu tendangan, tapi sebanyak 10000 kali ~ Bruce Lee

4. Percaya Diri Tinggi dan Merasa Paling Hebat

Ini adalah ciri khas kebanyakan mastah karbitan. Biasanya mereka punya semangat yang tinggi, percaya diri, suka bergaul dengan newbie, dan sering berbagi tips-tips ringan di status Facebook atau Twitter mereka. Rasa percaya diri itu memang sangat penting di industri digital, apalagi bila kita menjalankan bisnis online yang proses pemasarannya berhubungan dengan banyak orang, baik di dunia online ataupun di dunia nyata.

Namun, terkadang rasa percaya diri ini berlebihan sehingga mengarah ke arogan dan merasa paling hebat. Setidaknya itulah yang saya perhatikan dari beberapa mastah dan mastih karbitan yang menjadi teman saya di Facebook. Terkadang mereka mendiskreditkan seorang newbie yang sedang bertanya, sehingga si newbie kena bully. Mastah/mastih karbitan ini tidak sadar bahwa status atau komentar mereka di media sosial dibaca oleh banyak orang, bahkan para profesional yang ahli di bisnis online.

Baca juga: Sebenarnya, Apa Itu Internet Marketing?

5. Pada Akhirnya Popularitasnya Akan Tenggelam

Popularitas seseorang akan berbanding lurus dengan prestasinya, teorinya seperti itu. Sama halnya dengan popularitas seseorang, ketenaran seorang mastah/ mastih karbitan pasti lambat laun akan semakin pudar dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Kenapa? Ya jelas, mereka tidak punya prestasi di bidang di mana mereka mengklaim diri sebagai pakar/ ahli.

Hal ini sudah terbukti, beberapa orang yang dulunya dianggap master internet marketing dan sering dielu-elukan para newbie, belakangan justru dianggap sebagai penipu. Saya tidak perlu sebutkan nama, tapi sudah ada beberapa mastah/ mastih yang popularitasnya meredup dan hilang secara perlaha-lahan dari komunitas internet marketer, bahkan ada yang sudah banting setir ke dunia politik.

Conclusion:

Sebagai newbie atau pemula di bisnis online, sebaiknya kita selalu berhati-hati dalam menilai seseorang yang dianggap master internet marketing. Belajarlah dari mereka yang sudah punya reputasi baik dan memang memiliki bisnis online yang jelas, bukan mereka yang hebat dalam mempromosikan diri sendiri tapi bisnis onlinenya tidak jelas apa. Membangun bisnis online itu tidak ada yang instan, semuanya melalui proses. Sikap mawas diri akan menjauhkan kita dari ‘orang-orang pintar’ yang ingin menipu dengan memanfaatkan popularitas mereka di internet.

Ditulis oleh Rio Brian



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud