Dari Modal 20ribu, Mochamad Taufiq Berhasil Kembangkan Bisnis Keramik Skala Besar

Image dari Kontan.co.id

Image dari Kontan.co.id

Sesuatu yang berwarna-warni biasanya sukses menarik keingintahuan banyak orang. Tak percaya? Coba saja tengok popularitas rainbow cake atau macaroon yang warnanya begitu menarik perhatian dan membuat kita tergoda untuk mencicipi.

Rupanya bukan hanya makanan berwarna-warni saja yang berhasil menarik perhatian kita. Sebab penggunaan keramik dengan warna-warna yang cerah dan unik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kebutuhan bahan bangunan yang permintaannya terus meningkat dari hari ke hari.

Peluang Emas di Bidang Bisnis Keramik

Keramik adalah salah satu bahan wajib yang digunakan dalam proses pembangunan. Membangun rumah, gedung perkantoran, rumah sakit atau bangunan lainnya tentu membutuhkan keramik sebagai bahan alas bangunan atau sebagai pelengkap pada bagian dinding. Itulah sebabnya geliat industri keramik terus bertahan hingga era modern seperti saat ini.

Dulu awal tahun 1990, warna keramik belum beragam seperti warna keramik yang saat ini kita kenal. Persediaan warna keramik yang monoton tersebut ternyata mampu memberikan inspirasi kepada seorang pria bernama Mochamad Taufiq, salah satu pencetus bisnis keramik aneka warna dan motif dari Purwakarta.

Baca juga: Sunny Kamengmau ~ Dari Tukang Kebun Kini Sukses Produksi Tas Sosialita Jepang

Memulai Bisnis Bermodalkan Uang 20 Ribu Rupiah

Taufik saat itu mendapat ide ketika melihat warna keramik yang kurang bervariasi dan kualitasnya kurang baik. Saat itu warna keramik yang ada di pasaran kurang cerah dan mudah pudar jika sudah lama digunakan.

Berbekal ide kreatif, akhirnya Taufik menggunakan uang senilai 20 ribu rupiah untuk membeli keramik dan cat khusus untuk kendaraan. Tak disangka, motif dan warna yang terbuat dari cat kendaraan mampu bertahan lama dan tampak unik bila diaplikasikan pada permukaan keramik.

Awalnya, Taufik memasarkan keramik kreasinya secara konvensional kepada para calon pelanggannya. Ternyata produk tersebut sangat diminati oleh para pelanggannya hingga pesanan mulai berdatangan dalam jumlah banyak. Selama 1 tahun lamanya, Taufik rela bekerja hingga 24 jam untuk memenuhi permintaan keramik aneka warna dan motif tersebut. Sampai akhirnya di tahun kedua, Taufik mulai membuka bisnis produksi keramiknya sendiri dengan merekrut 3 orang pekerja di awal bisnis.

Kesuksesan Bisnis Mulai Nampak

Setelah kurang lebih dua tahun menjalani bisnis keramik aneka warna dan motif, Taufik memutuskan untuk tidak memasarkan produknya langsung kepada para pelanggan. Ia kemudian menjalin hubungan kerjasama dengan 5 toko besar di kawasan pusat penjualan keramik Purwakarta.

Bisnis yang dirintis dari keisengan tersebut makin berkembang menjadi sebuah bisnis yang amat sukses. Dalam sebulan, bisnis keramik milik Taufik bisa meraup omset rata-rata 150 juta rupiah dengan persentase keuntungan sebesar 30%. Pekerja yang awalnya hanya terdiri dari 3 orang pun jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 25 orang pada tahun 2015. Demi memenuhi kebutuhan bahan baku, bisnis keramik milik Taufik membutuhkan stok 2 ton tanah liat setiap bulan.




Semua Bisnis Pasti Menghadapi Tantangan

Sempat mengembangkan bisnis hingga ke daerah Kalimantan dan Sumatera, Taufik pernah memiliki 4 pabrik sekaligus beberapa tahun yang lalu. Namun karena masalah keluarga yang mendesak, 2 pabrik milik Taufik harus rela dijual pada pihak lain.

Kendala yang dirasakan dalam menjalani bisnis bukan hanya berasal dari modal saja. Tudingan tak beralasan mengenai hal pengrusakan lingkungan juga sempat dialamatkan kepada Taufik. Karena masalah tersebut, sistem produksi keramik di pabrik sempat mengalami hambatan dalam hal perizinan.

Baca juga: Valkrisda Caresti Botha ~ Hasilkan Jutaan Rupiah Dari Kreasi Limbah Kain

Namun bukan pebisnis handal namanya kalau Taufik lantas menyerah dengan keadaan. Usai berhasil memperjuangkan izin produksi untuk pabriknya, kini Taufik masih terus giat mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan keramik yang berkualitas. Tak gentar bersaing dengan produsen keramik aneka motif yang makin banyak jumlahnya, selalu ada kesempatan untuk mempertahankan popularitas bisnis di tengah persaingan.

Belajarlah untuk menganggap hambatan dalam bisnis sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebab meskipun pengalaman bisnis itu mahal harganya, selalu ada hikmah yang bisa kita petik dibalik pengalaman tersebut. Seperti pengalaman jatuh bangun bisnis keramik yang dihadapi oleh Mochamad Taufik dari Purwakarta.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Kisah yang patut di acungkan jempol… Thanks u share nya

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud