Clevio Coder Camp ~ Sekolah Coding Game Dengan Visi Tanamkan Jiwa Technopreneur

clevio coder

Game merupakan sesuatu yang selalu digemari oleh anak-anak. Namun sayang, game seringkali menimbulkan efek negatif, dari terbuangnya waktu hingga beragam aksi negatif yang melibatkan anak-anak. Efek buruk game ini bahkan dikatakan telah menimbulkan tindakan-tindakan yang membahyakan seperti perkelahian, tawuran hingga aksi begal yang belum lama ini marak terjadi.

Dari keadaan inilah kemudian muncul Clevio Coder Camp, kursus pemrograman #game untuk anak yang lahir dari keprihatinan pasangan suami istri Aranggi Soemardjan dan Siska Oetami atas dampak negatif game. Lalu seperti apakah sekolah coding game yang telah berjalan hampir selama dua tahun ini? Berikut ulasannya.

Ide Bisnis Startup Clevio Coder Camp

Selain dari faktor keprihatinan tadi, ternyata ide Aranggi dan Siska untuk membuat sekolah coding game ini lahir dari kegemaran buah hatinya yang bernama Neo dalam bermain dan memprogram game. Sang ayah, Aranggi yang seorang programmer membuat Neo yang waktu itu masih kelas 4 SD ikut tergerak mencoba-coba membuat game secara mandiri.

Tak dinyana, ternyata daya tangkap dan keahlian Neo dalam melakukan pemograman game sangat cepat bahkan bisa mengimbangi sang ayah. Nah, dari sinilah Aranggi dan Siska terpikir untuk mendirikan sekolah coding game bernama Clevio Coder Camp. Keputusan tersebut mereka lakukan setelah tidak menemukan tempat yang dirasa tepat untuk anaknya mengembangkan bakat dalam bidang pemrograman game.

Artikel lain: Nxtlvlgaming, Startup E-commerce Khusus Pecinta Game Esports




Tidak Hanya Sekedar Memprogram

Dalam menjalankan lembaga Clevio Coder Camp, Aranggi dan Siska melakukan pendekatan yang berbeda dengan tempat kursus sejenis. Selain tetap berfokus pada pengembangan kemampuan anak-anak usia sekolah dasar hingga 3 SMP, Clevio Coder Camp juga menanamkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur sejak dini.

Di Clevio, anak-anak akan diajak untuk belajar bekerja sama dalam sebuah tim #startup. Setiap anak bisa merasakan menjadi Game Programmer, Game Designer, dan Project Manager dalam tim tersebut. Dengan ini maka anak-anak akan sedikit demi sedikit mendapatkan pemahaman bila karya mereka juga memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi banyak orang.

Game yang dihasilkan dari Clevio Coder Camp ini didominasi game bertema edukasi, yang sesuai dengan ilmu yang pelajari peserta di sekolah. Hal ini sesuai dengan konsep Clevio Coder Camp sendiri yang ingin mengajak pesertanya mencipatkan game yang positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Dengan demikian, maka beragam ilmu seperti Matematika, Sejarah, ataupun pengetahuan alam yang dipelajari peserta di sekolah akan menjadi tantangan serta rasa penasaran bagi mereka untuk berkreasi dan akhirnya belajar pun jadi lebih menyenangkan.

Tantangan Bisnis Clevio Coder Camp

Paradigma dan kesan negatif tentang game yang sudah terlanjur melekat pada masyarakat umum ini diakui Aranggi menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan Clevio Coder Camp. Selain kesan negatif mengenai game, persepsi publik tentang sulitnya menguasai #teknologi, kecenderungan tidak peduli, dan ketakutan tampil beda merupakan sebuah rintangan lain dalam menjalankan sekolah coding ini.

Rintangan dan tantangan tersebut kemudian disiasati pihak Clevio dengan menggandeng pihak-pihak yang bisa meluruskan pandangan tersebut seperti pihak sekolah, media dan juga komunitas. Tentu bukna perkara mudah, namun sang founder percaya bahwa niat positif yang dibawa Clevio nantinya pasti dapat diterima dengan baik pula oleh masyarakat.




Monetisasi Clevio Coder Camp

Sampai sekarang, Clevio Coder Camp masih dijalankan secara bootstrap. Menurut Aranggi, pihaknya memang sengaja belum bergerak untuk mencari pendanaan ke VC atau sponsor untuk kegiatan-kegiatan Clevio. Meski begitu, Aranggi tak menutup kemungkinan bila dikemudian hari ia akan melakukan hal tersebut. Untuk saat ini Clevio Coder Camp masih mengandalkan kepercayaan dan dukungan para orang tua dan semua kolaborator yang menurut Aranggi merupakan investasi yang sangat penting dan tidak bisa dinilai dengan uang.

Tanpa sponsor, monetisasi Clevio Coder Camp pun didapat dari pemasukan dari biaya jasa kursus dan seminar yang mereka gelar. Untuk bergabung dengan Clevio Coder Camp,  calon peserta akan diberikan beberapa pilihan paket yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sementara biayanya sendiri berkisar dari Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung paket yang diambil.

Clevio Coder Camp kini telah mengakomodasi sekitar 200 siswa untuk kelas Regular Mingguan, dan ini bisa bertambah saat musim liburan seiring dibukanya kelas Xpress Liburan. Lengkapnya rekan-rekan bisa berkunjung di official website Clevio.co/camp.

Baca juga: Luminov, Startup Game Indonesia yg Peduli Pendidikan Anak

Rencana Kedepan

Dalam waktu dekat, Clevio berencana untuk membuka kelas pemrograman bagi anak-anak di daerah terpencil seperti Papua. Selain itu, Aranggi juga berencana menambah jumlah pembimbing yang kompeten. Saat ini Clevio juga tengah mengembangkan Clevio Jr College, sebuah program untuk remaja yang duduk di bangku SMA/SMK dan diharapkan bisa mengisi celah pemisah antara pendidikan formal standar dan homeschooling.

Para peserta Clevio Jr College ini nantinya akan menjadi Apprentice yang akan dibimbing oleh Coach dan para Mentor dengan harapan bahwa meraka bisa menghasilkan portfolio, karya, paten, inovasi, startup hingga akhirnya mereka bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan di perguruan tinggi kelas dunia atau tawaran karir dari perusahaan. Inspiratif!




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud