Cara Menjadi Buzzer yang Disukai Brand, 4 Tips dari Buzzer Terkenal

Menjadi Buzzer yang Disukai Brand

Image dari Drufgaya.com

Bagaimana cara menjadi Buzzer yang Disukai Brand? Saat ini fenomena buzzer di dunia media sosial memang sangat marak. Buzzer sendiri adalah pengguna media sosial yang memiliki pengikut berjumlah 2.000 atau lebih yang dibayar oleh sebuah brand untuk mempromosikan produk tertentu lewat rangkaian tweet.

Dengan banyaknya jumlah follower yang dimilikinya, seorang pengguna media sosial memang akan berpeluang menarik perhatian sekelompok pebisnis atau profesional untuk bisa mempromosikan produknya atau dirinya.

Media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook memang menjadi salah satu komponen untuk bisa meluaskan komunikasi dan jaringan. Dengan akun yang memiliki ribuan follower, maka apapun yang diposting pastinya akan banyak dilihat dan direspon oleh banyak orang.

Potensi Menjadi Buzzer Media Sosial

Maka dari itu posisi seorang buzzer yang memiliki akun Twitter dengan ribuan follower ini sangatlah strategis. Karena postingan mereka dianggapp bisa mempengaruhi opini publik, lalu para brand mengendorse-nya untuk mengenalkan produknya ke masyarakat luas.

Begitu penting dan strategisnya posisi seorang buzzer ini maka siapapun yang ingin menggunakan jasanya untuk berkicau tentang brand, maka mereka harus memberikan kompensasi dengan sejumlah uang.




Berapa uang yang bisa diterima seorang buzzer ini? beberapa sumber menyatakan bahwa sekali posting, seorang buzzer bisa mengantongi uang hingga Rp2 juta. Angka ini tentu saja sangat menggiurkan untuk sebuah pekerjaan yang sangat mudah dan dapat dikerjakan tidak lebih dari 5 menit.

Artikel lain: Apa Itu Twitter Buzzer ~ Peluang Penghasilan Aktivis Media Sosial

Meski sangat menggiurkan, namun untuk menjadi seorang buzzer tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selain modal follower yang banyak, seorang buzeer juga memerlukan beberapa tips dan strategi untuk bisa menjadikan dirinya disukai oleh brand.

Lalu apa saja tips dan strategi untuk menjadi buzzer yang disukai brand? Berikut ulasan dari beberapa buzzer seperti Swastika Nohara, Ani berta dan Digital Head of Juara Agency Wiwik W dalam sebuah acara.

1. Selalu Aktif dan Mengikuti Tren di Media Sosial

Tips dan strategi pertama seorang buzzer agar bisa disukai brand adalah dengan selalu aktif di media sosial. Namanya juga buzzer, ya mereka sudah seharusnya harus aktif di media sosial. Namun ternyata aktif juga belum cukup. Ini karena tanpa pengetahuan di dalam media sosial tersebut maka semuanya akan terasa sia-sia.




Menurut Swastika dan Ani Berta menjadi seorang buzzer memang dituntut untuk selalu aktif mengikuti tren yang sedang berkembang di media sosial. Dengan selalu update perkembangan media sosial ini maka mereka para buzzer ini akan lebih mudah mengetahui teknik membuat tweet yang bisa menarik brand.

2. Ciptakan Konten Original dan Kreatif

Menurut Swastika yang biasa dipanggil Tika ini, untuk menjadi buzzer yang disukai brand memerlukan originalitas dan kreativitas dalam menciptakan konten di setiap akun media sosial yang dipakainya. Lebih lanjut Tika yang juga seorang novelis dan juga penulis skenario film ini mengisahkan awalnya menjadi buzzer. Saat melakukan kultwit, ia memang selalu mengusahakan untuk menuliskan konten yang kreatif dan original.

Sehingga saat ini selalu ada saja brand yang menghubunginya untuk mengkampanyekan sebuah produk. Lain Tika lain pula Ani Berta. Meski Ani mengawali “karir”nya sebagai buzzer blog. Namun diakuinya konten yang yang dibuatnya di blog selalu original dan kreatif. Dari kontennya yang kreatif ini maka ia kemudian juga sering dihubungi brand untuk mengkampanyekan sebuah produk.

3. Bangun Networking

Berikutnya tips untuk bisa menjadi buzzer yang disukai brand adalah membangun networking atau jaringan yang baik. Networking memang sesuatu yang penting untuk bisa meluaskan usahanya sebagai buzzer.

Buzzer tidak bisa berdiam diri saja untuk bisa mendapatkan brand. Namun meraka harus terus selalu membangun networking agar potensi dan kesempatan mereka mendapatkan brand semakin besar.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dengan Menjadi Buzzer di Instagram

4. Kooperatif dan Tidak Perhitungan

Terakhir, tips untuk bisa disukai oleh brand adalah dengan bersikap kooperatif dan tidak perhitungan. Menurut Wiwik W, Digital Head of Juara Agency, buzzer yang disukai brand adalah buzzer yang kooperatif dan tidak itung-itungan.

Artinya, selain harus kreatif dalam mencipta konten sesuai guideline-nya, seorang buzzer juga harus bisa menciptakan konversasi sehingga kampanye yang sedang dilakukan bisa menjadi viral.

Penutup

Di atas tadi adalah tips singkat tentang cara menjadi buzzer yang disukai brand. Bila Anda tertarik menjalankan profesi sebagai buzzer di media sosial, maka tips di atas sangat bermanfaat untuk dilakukan.



1 comment on this postSubmit yours
  1. kebetulan ada beberapa teman yang memang menjadi buzzer dan mereka memposting konten yang sama antara buzzer satu dengan yang lainnya sehingga kadang saya tuh merasa enggak nyaman aja…isinya timeline temen saya kok sama semua itu…itu… aja

    saya juga kaget mereka memiliki follower hingga 3 ribuan lebih padahal beberapa hari terakhir masih 500an tapi anehnya yg nge-like cuma puluhan wqwq hasil beli follower atau aplikasi penambah follower.

    tapi apa emang iya para pengguna jasa buzzer tuh mementingkan buzzer dengan follower banyak? (walaupun enggak tahu ya itu human atau bot followernya)

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud