Budi Harta Winata ~  Gabungkan Usaha Keras Dan Doa, Lulusan SMK Ini Sukses Menjadi Bos Konstruksi Baja

Budi Harta Winata

Jika kita bertanya pada banyak pengusaha sukses tentang apa kunci dari kesuksesan yang berhasil mereka raih, jawabannya akan sangat beragam. Namun jika dikerucutkan menjadi beberapa kata saja, mungkin usaha keras yang dipadukan dengan doa adalah salah satu ramuan jitu bagi para pengusaha untuk mencapai posisi kesuksesannya saat ini.

Kisah yang sama dibuktikan oleh seorang pengusaha di bidang konstruksi baja bernama Budi Harta Winata. Mengawali karir benar-benar dari bawah dengan usahanya yang amat keras, ia yakin impiannya bisa benar-benar menjadi kenyataan jika dibarengi dengan selalu berserah diri pada yang di atas.

Buktinya, kini lulusan SMK tersebut berhasil mengembangkan bisnis di bidang konstruksi baja bahkan menjadi salah satu yang terbesar di daerah Jakarta. Ingin tahu lebih lengkap mengenai kisah serta cerita perjuangan Budi Harta Winata membangun imperium bisnisnya tersebut? Semuanya telah kami rangkum dalam artikel di bawah ini.

Masa Muda Budi Harta Winata

Kembali pada saat Budi Harta Winata masih kecil, pengusaha berbadan gempal yang satu ini menghabiskan masa kanak-kanak di kota kelahiran yakni Banyuwangi, Jawa Timur. Baru setelah menginjak kelas 5 Sekolah Dasar, iya pergi ke daerah Palopo, Sulawesi Selatan, yang merupakan tanah kelahiran sang ayah.

Ada suatu cerita menarik ketika dirinya masih muda, mayoritas dari pemuda yang ada di lingkungan tempat tinggalnya tersebut ingin menjadi pelaut. Motivasi terbesar mengapa mereka ingin menjadi profesi pelaut sebagai tumpuan hidup adalah gajinya yang besar. Dari situlah keinginan Budi jadi pelaut pun mulai terpupuk.

Artikel lain: Chairul Tanjung, Si Anak Singkong Yang Menjadi Pengusaha Sukses Dan Menteri

Hijrah Ke Ibukota Jakarta

Setelah Budi lulus dari STM, ia memutuskan untuk ikut sang kakak pergi ke ibukota Jakarta. Hal tersebut dilakukan karena pada waktu itu ia belum mempunyai pandangan yang jelas tentang pekerjaan yang bisa saya jalankan.

Karir pertama ia tapaki di sebuah perusahaan otomotif. Kalau itu sebelum mendaftar pada perusahaan tersebut, ia berdoa pada Tuhan bahwa ia sangat ingin dan berharap bisa bekerja di perusahaan pembuatan velg truk tersebut. Dan doanya terkabul, ia mampu masuk menjadi salah satu pekerja di bagian pengelasan.

“Akhirnya saya melamar kerja. Tapi bedanya, kalau saya sebelum melamar, malamnya saya tahajud. Ya Allah, saya mau melamar kerja,” ujar Budi.

Ingin Mengembangkan Potensi Diri

Setelah beberapa waktu bekerja di perusahaan, Budi merasa bahwa potensi yang ia miliki sebenarnya masih bisa berkembang lebih besar lagi. Pada suatu saat, ia melihat proses renovasi sebuah pabrik. Berpikir, apakah ia bisa menjadi seorang kontraktor dan mengerjakan tugas seperti itu.




Kembali “jurus maut” sang pengusaha keluar. Ia berdoa kepada Tuhan bahwa ia ingin menjadi seorang kontraktor.”Malamnya saya berdoa sama Allah, Ya Allah, saya mau kerja seperti itu. Saya mau jadi kontraktor,” ungkapnya.

Dan tak butuh waktu lama Tuhan mendengar doa Budi dengan menunjukkannya sebuah sekolah yang khusus mengajarkan tentang seluk beluk arsitektur dan hal-hal terkait profesi kontraktor. Menariknya karena biaya mendaftar sekolah tersebut cukup tinggi, uang untuk pendaftaran tersebut justru didapatkan dari dana pesangon setelah ia dipecat akibat ikut berdemo di perusahaan sebelumnya.

Waktu pun berjalan dan dia berusaha mati-matian untuk menyerap semua ilmu yang diberikan di sekolah tersebut. Selepas itu yang ditawarkan sebuah pekerjaan di perusahaan baru dengan tanggung jawab sebagai petugas desain proyek. Di perusahaan tersebut karir Budi perlahan naik hingga mampu mencapai posisi Project Manager di usia 32 tahun.

Baca juga: William Soeryadjaya ~ Pengusaha Sukses Pendiri Astra Internasional

Mengembangkan Bisnis Secara Mandiri

Setelah mempunyai posisi yang cukup mapan di perusahaan tempatnya bekerja, nyatanya keinginan Budi untuk terus membuka potensi baru tidak pernah padam. Ia lalu keluar dari zona nyaman dengan membangun sebuah bisnis jasa pengelasan keliling. Dengan awalnya hanya mempunyai dua karyawan, bisnis milik Budi tersebut melayani berbagai jasa seperti pengelasan besi, pemasangan kanopi dan lain-lain.

Kini setelah Berapa tahun berjalan, usaha Budi berkembang begitu pesat. Di bawah perusahaan PT Artha Mas Graha Andalan miliknya, mimpi Budi sebagai Seorang kontraktor seakan lunas sudah.

“Saya cuma lulusan STM. Tapi sekarang anak buah saya ada yang insinyur, sarjana ekonomi. Tapi bukan sombong, masih pinteran saya. Dari visi dan cara pikir. Karena saya sekolahnya di alam. Dan saya banyak berdoa sama Allah,” ucapnya.

Seperti yang telah disampaikan di atas, poin penting yang bisa kita pelajari dari perjalanan dan kesuksesan seorang Budi Harta Winata terletak pada usaha kerasnya yang didukung dengan doa kepada Tuhan. Selain itu juga berpesan bahwa, Tuhan mempercayakan rezeki kepada setiap manusia dengan porsi yang seimbang. Yang terpenting adalah bagaimana kita perlu bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena menurutnya jika semakin banyak kita membantu orang, secara tidak langsung “porsi” rejeki milik kita juga akan bertambah.




3 total comments on this postSubmit yours
  1. SMK bisa!!! Bravo STM neg palopo

  2. Setiap nasip orang itu tidak ada yang mengetahui ya, jangan pernah menganggab remeh sesuatu hal sekecil apapun, karena kita tidak pernah mengetahu ujung perjalanna hidup ini, tetap berusaha dan tidak lupa untuk bersabar dan berdo’a , itulah kunci sukses yang benar.

  3. Kalau boleh tahu omzetnya pak Budi ini berapa mas?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud