4 Alasan Mengapa Blogger Perlu Melakukan Posting Ulang Konten Lama

Image dari Entrepreneur.com

Bagi rekan-rekan yang mendalami dunia blogging, proses membuat konten tentu menjadi salah satu langkah yang paling krusial dan dapat menentukan kesuksesan kita. Namun ada kalanya, kita merasa sulit untuk membuat konten karena beberapa alasan seperti waktu, bahan serta kegiatan lain yang harus dikerjakan.

Jika memang kita sudah memiliki blog dengan basis konten yang cukup lama, sebenarnya ada trik lain bisa kita lakukan yakni dengan memposting atau publish ulang konten lama kita.

Keuntungan Posting Ulang (update) Konten Lama

Dalam hal ini yang dimaksud dengan memposting ulang adalah, melakukan pembaruan dari konten lama yang sudah pernah kita tulis sebelumnya kemudian memperbarui tanggal posting tersebut. Jadi secara tidak langsung, konten tersebut akan berubah menjadi konten baru tanpa harus membuat konten yang sepenuhnya baru.

Salah satu hal yang wajib diperhatikan dalam upaya ini adalah jangan sampai Anda mengubah alamat URL dari konten tersebut. Karena jika kita mengubah URL konten, secara tidak langsung konten tersebut akan dianggap sepenuhnya baru tanpa mempertimbangkan posisi sebelumnya dari konten tersebut yang sudah terekam di mesin pencari.

Artikel lain: Mau Memposting Blog Setiap Hari? Coba Lakukan 3 Cara Mudahnya Berikut Ini




Terutama jika memang konten lama ini sudah mempunyai backlink, tentu sangat sayang jika kita kehilangan tautan tersebut. Dan berikut ini beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan posting ulang konten lama.

1. Konten Sudah Usang

Ketika kita memiliki konten yang sudah masuk ke mesin pencari, kemudian ada pengunjung yang melihat konten tersebut namun harus kecewa karena konten yang kita miliki ternyata sudah usang.

Usang disini bisa diartikan bahwa informasi yang terdapat dalam posting tersebut tidak lagi relevan atau perlu dilakukan update. Dengan melakukan posting ulang, kita bisa membuat konten lama kita lebih relevan sehingga tidak akan mengecewakan pengunjung.

Yang perlu diperhatikan adalah, jika kita hanya memiliki sedikit modifikasi konten, mungkin kita tidak terlalu perlu mempublish ulang pada tersebut. Akan lebih baik jika konten tersebut memang perlu untuk diperbaiki atau ditambahkan informasi dalam jumlah besar.

2. Konten Tidak Masuk Halaman Pertama

Dari penelitian disebutkan bahwa 91% dari orang yang mencari melalui mesin pencari, hanya melihat hasil pencarian di halaman pertama. Sisanya 9% baru meneruskan pencarian pada halaman kedua dan seterusnya.




Sekarang bayangkan jika konten lama yang kita miliki berada di posisi pertama namun di halaman kedua mesin pencari. Jika kita melakukan update terhadap konten tersebut, menambahkan informasi menarik, kemudian mempublish ulang, tentu ada kemungkinan kita mendapat tambahan share media sosial serta komentar yang berarti bisa lebih mendorong konten tersebut masuk halaman pertama.

Di lain sisi, jika kita hanya membiarkan konten lama kita tidak ter-update, maka konten tersebut akan tenggelam seiring waktu.

3. Konten Harus Di Update Secara Berkala

Pada beberapa topik pembahasan blog, ada informasi yang memerlukan update secara berkala. Seperti misalnya blog yang membahas tentang software serta #aplikasi. Tentunya dari waktu ke waktu, aplikasi serta software tersebut mengalami pembaruan baik dari sisi fitur, informasi atau hal lainnya.

Nah, jika kita mempunyai konten semacam ini, maka sangat disarankan untuk rutin melakukan publish ulang. Seperti yang telah disampaikan di atas, ketika nantinya ada pembaca yang melihat konten lama tersebut, maka mereka tidak akan kecewa dan meninggalkan blog kita dengan review negatif.

4. Memanfaatkan Algoritma Google

Salah satu pembaruan algoritma mesin pencari Google yang paling penting dalam beberapa tahun belakangan ini adalah, bagaimana Google tidak hanya memperhatikan exact keyword namun juga memperhatikan semantic keyword.

Baca juga: Pentingnya Posting Terjadwal Bagi Seorang Blogger Produktif

Sedikit penjelasan, exact keyword adalah kata kunci yang benar-benar sama, semisal konten membahas tentang resep nasi goreng, maka exact keyword yang dimasukkan adalah hanya “resep nasi goreng” saja. Sedangkan, saat ini Google  juga memperhatikan kata kunci yang bersifat semantik, dalam kasus “resep nasi goreng”, Google juga mempertimbangkan konten yang berisi kata kunci lain seperti “cara membuat nasi goreng”, “cara memasak nasi goreng”, “tutorial nasi goreng enak” dan lain sebagainya.

Nah, dengan melakukan update terhadap konten lama kita bisa memaksimalkan dengan menambahkan semantik keyword ke dalam konten tersebut. Dengan begitu, kesempatan untuk menaikkan peringkat konten kita bakal lebih meningkat.



16 total comments on this postSubmit yours
  1. Nah, hal ini ada 2 cara yang pernah saya lakukan. Yang pertama melakukan posting ulang dengan cara kembalikan artikel ke draf tanpa edit, lalu saya post kembali. Dan yang ke 2 saya edit beberapa informasi yang ada. Lalu simpan selanjutnya saya shar ulang ke google plus.

    Menurut om max yang terbaik yang bagaima ya. Apa artikel tersebut setelah di edit sesuai dengan perkembangan zaman lalu di share lagi atau perlu di simpan dulu ke draf baru di publis kembali yaa..

  2. mau nanyak nih mas,apakah backlink sekarang masih ada pengaruhnya untuk blog kita?

    • Masih mas, tapi hati-hati masang backlink. Sangat disarankan kontekstual backlink dari situs yang terurus, bukan situs spam

  3. Cara yang baik untuk memposting ulang itu bagaimana ya mas? Apakah dengan merubah total artikel lama lalu menggantinya dengan yang baru, atau menambahkan dan melengkapi informasi yang ada di dalamnya?

  4. pantesan ada sebagian konten saya yang menurun, soalnya saya gk pernah posting ulang mas. jadi fokus keywordnya aj yang di ganti mas ? isinya gk usah?

  5. teknik yang bagus ,, jika sedang kehabisan ide untuk update blog :D

  6. tanya lagi gan….konten ny mesti kita ubah banyK gak…biar gk keindikasi plagiat dsb

  7. wah bener juga….baaru kepikiran teknik re-Purbish konten…. cobain ah…

  8. Om mau tanya, jadi ketika saya lihat di google webmastertool saya melihat index dari artikel saya terkadang menurun tiap saya posting artikel baru. anggap saja saya melihat ada 20 artikel terindex dari 90 artikel. tapi ketika saya cek satu-satu dengan menggunakan “site:urlartikelsaya” saya hitung masih ada 85 artikel yang terindex. begitu juga jika menggunakan “site:domainblogsaya” saya melihat hampir semua terindex. lalu yang benar yang mana om? terima kasih

  9. itu yang sering saya lakukan saat sudah mentok kehilangan ide. Tapi jika keseringan juga para pembaca akan kecewa. lebih baik jangan sering dilakukan juga.

  10. Update waktu peluncuran artikel saja, sedangkan isinya tetap sama tanpa perubahan. mungkin ini yang dimaksud.

  11. sekarang ini google sering membabat habis blog atau web yang backlinknya nggak beres dan yang sering bertahan hanya blog yang memiliki kualitas konten yang bagus dan sering diupdate…

  12. mumpung algoritma google sekrang cepat merangking blog yang selalu update jadi walau kontent lama kalau update terus maka akan mendapatkan tempat di hati google mungkin, bener gak mas?

  13. Posting ulang itu edit postingan lama atau bikin baru dengan keyword sama mas? Selama ini sy coba edit postingan lama tapi tidak banyak memberikan dampak terhadap posisi serp.

  14. Kadang artikel yang lama malah turun posisinya di mesin pencari karena bermunculan artikel baru yang informasinya lebih lengkap.

    Kalau saya mengalami hal seperti itu, saya lebih suka hapus artikel yang lama kemudian membuat artikel yang baru dan menambah isi informasinya supaya semakin lengkap dan terbaru.

  15. Sya sering melakukan hal ini, memperbaharui content, bisa di cek kontent di blog saya selalu tanggal terbaru. Hee

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud