Bersiap, Pemerintah Ingin Cetak Dua Startup Mirip “GoJek” Baru di Tahun 2016

startup transportasi

Image dari Akarpadinews.com

Di dalam era teknologi, komunikasi dan informasi yang makin cepat ini sepertinya setiap negera memang dituntut segera berbenah dan mempersiapkan dirinya agar tak mengalami ketertinggalan. Maka dari itu supaya tidak tertinggal lebih jauh dari negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) makin gencar mencanangkan program-program pemberdayaan pemercepat pertumbuhan #teknologi. Salah satu kebijakan dan program yang dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan teknologi di Indonesia itu adalah pengembangan startup.

Sebagai salah satu pendukung pertumbuhan teknologi, startup (bisnis rintisan berbasis digital) memang memiliki peranan yang penting bagi sebuah negara. Semakin sukses sebuah startup di sebuah negara maka semakin besar pula kesempatan negara untuk mengembangkan bidang teknologi digital dan komunikasi-nya.

Artikel lain: Terapkan Metode Crowdsourcing, Inilah Kekuatan Bisnis Layanan Pesan Ojek Online

Dari sinilah pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo terus berupaya untuk menumbuhkan startup. Bahkan dalam kabar terbarunya diperoleh informasi bahwa pada tahun 2016 ini Kemenkominfo memiliki target untuk mencetak atau meluncurkan dua startup berbasis kendaraan roda dua layaknya #Go-jek. Lalu seperti apakah cerita tentang pemerintah yang ingin mencetak dua startup layaknya Go-jek pada tahun 2016 ini? Berikut ulasannya.

Target Ambisius Pemerintah

Target mencetak dua startup berbasis transportasi roda dua online layaknya gojek ini memang telah menjadi program ambisius yang paling ingin diwujudkan pemerintah. Selain mencanangkan program “1.000 startup” hingga 2020, pemerintah melalui Kemenkominfo juga ingin mewujudkan #startup transportasi roda dua online.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sendiri menyatakan bahwa dirinya telah menyiapkan beberapa langkah untuk bisa segera mewujudkan dua “unicorn” hingga akhir tahun 2016 ini. Menurut pria yang akrab dipanggil chief RA ini disela-sela diskusi bertajuk “Digital Dividend” di Pakarti Center, Jakarta menyatakan bahwa paling tidak ada dua startup yang akan jadi unicorn seperti Go-Jek pada tahun ini.

Mentarget Nilai Bisnis Digital Mencapai 25 Miliar Dollar AS

Unicorn sendiri adalah istilah yang ditujukan untuk perusahaan rintisan digital (startup) yang tadinya kecil kemudian meraksasa. Untuk menjadi “unicorn”, sebuah startup memang diharuskan agar benar-benar menjadi sebuah pemecah masalah yang sering dialami manusia. Selain itu sebuah unicorn juga dituntut agar menyediakan solusi dari masalah nyata kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain mencetak dua “unicorn”, dalam kesempatan yang sama pemerintah yang diwakili oleh Menkominfo Rudiantara juga mematok nilai bisnis digital di Indonesia tahun ini mencapai 25 miliar dollar AS atau setara Rp 324 triliun.

Untuk bisa mencapai target dan mewujudkan tujuan dan target ambisius itu pemerintah melalui Kemenkominfo terus melakukan upaya untuk menumbuhkan ekosistem bisnis digital. Salah satunya yang dilakukan untuk hal tersebut adalah dengan membangun infrastruktur jaringan #internet yang mumpuni, baik lewat fixed broadband (Palapa Ring) maupun mobile broadband (jaringan 4G LTE).

Menurut Rudiantara dunia digital memang membutuhkan koneksinya sudah bagus dan merata. Jika hal ini bisa terwujud maka kesempatan untuk mengembangkan teknologi digital akan terbuka lebar dan akan berdampak dan bermanfaat pada semua kalangan masyarakat.




Tahapan Menuju Proses Inkubasi

Di sela-sela acara diskusi bertajuk “Digital Dividend” di Pakarti Center, Jakarta itu Rudiantara juga menyatakan bahwa pemerintah melalui kementriannya menargetkan akan ada 500 startup yang akan diinkubasi setiap tahunnya. Di antara 500 startup yang ada itu, setidaknya akan ada 200 startup yang harus bisa mendapatkan seed funding. Kemudian dari sini nantinya 200 startup yang ada tersebut bakal dibimbing secara intensif dari pendanaan seri A, seri B, hingga bisa melakukan penawaran saham ke publik (IPO).

Baca juga: Startup Blu-Jek ~ Satu lagi Ojek Online yang Semarakkan Bisnis Jasa Transportasi

Namun sebelum menuju ke tahap inkubasi itu, ada sebuah proses panjang yang harus dilewati para pengusaha startup. Pertama, setidaknya, mereka para pengembang startup itu yang biasanya mencapai 8.000 peserta setiap tahunnya ini harus mengikuti seminar.

Dari seminar itu nantinya diharapkan akan ada 4.000 peserta workshop. Setelah itu pada tahap berikutnya akan peserta workshop akan dikerucutkan menjadi 2.000 peserta hackathon, 1.000 peserta bootcamp, hingga mencapai 500 peserta inkubasi, 200 startup “jadi”, serta dua unicorn untuk tahun ini saja.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Hello,

    Saya joss, kalau boleh tahu bagaimana proses agar dapat mengulas tentang startup baru kita ya? Terima kasih

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud