Bemybean ~ Kesuksesan Bisnis Sofa Bean Bag Unik Dengan Corak Nusantara

Bemybean ~ Kesuksesan Bisnis Sofa Bean Bag Unik Dengan Corak Nusantara

Bemybean
Image dari Jawapos.com

Furniture atau perlengkapan tata ruang rumah ialah salah satu produk yang mempunyai pasar yang terbilang cukup besar dan stabil. Dengan pertumbuhan sektor properti yang semakin maju, tentu juga ikut mendorong kebutuhan akan furniture yang mencukupi. Inilah salah satu alasan mengapa sektor bisnis yang satu ini masih sangat menjanjikan untuk dijalankan.

Seperti yang dirintis oleh tiga mahasiswa asal Institut Teknologi Bandung yakni Estie Budiutami (Estie), Cherie Anisa Nuraini (Cherie) dan Kiki Zakiyatus Shalihah (Kiki). Mereka memutuskan untuk mengembangkan produk furniture unik berkonsep bean bag. Di Indonesia bean bag mungkin belum terlalu populer. Namun sebenarnya dari sisi konsep yang ditawarkan, jenis bantal duduk ini sangat menarik dan cocok dengan gaya modern yang banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan  saat ini.

Hal tersebutlah yang menjadikan tiga sekawan ini tertarik untuk menggeluti pembuatan bantal duduk bean bag. Namun tentu saja pada produk yang mereka kembangkan, mereka tak lupa menyuntikkan inovasi kreatif sebagai daya dorong serta diferensiasi dari produk bantal duduk yang lain. Inovasi tersebut mereka wujudkan dengan menambahkan corak nusantara seperti penggunaan kain batik dan sarung sebagai media cover bean bag.

Awal Mengembangkan Usaha

Pada awalnya, usaha bersama ini sebenarnya merupakan suksesor dari bisnis sampingan yang sudah di tekuni oleh salah satu penggagas nya yaitu Estie. Kala itu dara cantik yang masih menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Bandung tersebut, memang sudah tertarik dengan beragam produk kursi bean bag.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, yang menjadikan bisnis ini begitu potensial menurut Estie adalah yang pertama karena masih sepinya pesaing. Produk bantal duduk atau sofa unik memang sudah banyak berkembang di Indonesia, namun untuk model bean bag memang masih belum terlalu berkembang. Jikalaupun ada, umumnya bantal jenis ini dihargai dengan banderol yang cukup mahal. Dan alasan yang kedua adalah, model sofa bean bag dirasa sangat cocok dan bakal menarik minat kaum muda.

Artikel lain: David Yuwono ~ Sukses Kembangkan Bisnis Tas Denim Dry Bag dengan Modal Rp 800 Ribu

Bermula Dari Modal Patungan

Setelah menekuni pembuatan bantal bean bag selama beberapa bulan, Estie semakin yakin bahwa produk ini mempunyai potensi yang sangat besar. Untuk itulah setelah lulus dari ITB, ia kemudian mengajak dua orang sahabatnya untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Gayung pun bersambut, kedua sahabatnya tertarik dan mau mengembangkan usaha bersama-sama. Yang menarik adalah pada awal pengembangan usaha tersebut mereka mengumpulkan uang secara patungan sebagai modal awal. Dari hasil patungan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp.15 juta.

Tahap produksi pun mulai dijalankan, mereka melakukan segala halnya benar-benar dari nol. Mereka mencari supplier styrofoam sebagai bahan pengisi, kain pembungkus serta tenaga penjahit yang akan diajak untuk bekerjasama dalam pembuatan produk bantal bean bag. Khusus untuk kain pembungkus bantal duduk, mereka menambahkan inovasi yaitu penggunaan kain sarung dan batik sebagai salah satu ciri identitas brand “Bemybean” yang mereka buat.

Meski menggunakan pilihan kain sarung dan batik, produk bantal duduk bean bag yang mereka kembangkan juga menerima pesanan secara custom. Sehingga para konsumen bisa menyesuaikan dengan selera mereka terkait corak kain yang digunakan pada bantal duduk.

Baca juga: Dea Valencia Budiarto ~ Kreator Batik Kultur, Sulap Produk Sisa Jadi Bisnis Fashion Kreatif

Perkembangan Bisnis Bemybean

Dengan harga produk sekitar Rp.120 ribu hingga yang termahal yakni mencapai Rp1.280.000, nyatanya produk Bemybean sangat digemari oleh konsumen. Hal tersebut nampak dengan peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu terkait jumlah pemesanan serta volume produksi.

Tak hanya di kawasan Bandung sebagai markas bisnis mereka, pesanan bantal Bemybean juga datang dari berbagai wilayah mulai Jakarta, Surabaya, Aceh, Bali serta banyak wilayah lain. Dengan hasil penjualan sekitar 30 buah sofa selama seminggu, omset usaha yang didapatkan oleh pendiri bemybean bisa mencapai Rp.20 juta per bulan.

Jeli dalam melihat peluang memang menjadi kekuatan bagi sebagian pebisnis dalam mencapai kesuksesan. Demikian juga yang dilakukan oleh Estie dan kawan-kawan, celah mengembangkan produk Bean Bag dapat dimanfaatkan dengan sangat baik. Ditambah dengan inovasi penggunaan kain bernuansa etnik sebagai bahan penutupnya, produk yang mereka ciptakan bisa menarik lebih banyak pengguna.

1 KOMENTAR

  1. Sangat menginspirasi sekali mas..
    Kebetulan sekali saya saat ini juga sedang merintis bisnis dibidang sofa, khususnya jasa cuci sofa. Mudah2an artikel ini bisa menginspirasi saya untuk lebih bersemangat lagi. Terima kasih

Tinggalkan Balasan