Badan Cyber Nasional, Apa Latar Belakang Dan Fungsi Pembentukannya?

Badan Cyber Nasional, Apa Latar Belakang Dan Fungsi Pembentukannya?

Image dari helloitsliam.com
Image dari helloitsliam.com

Pemerintah dan negara kita sebentar lagi akan segera memiliki Badan Cyber Nasional (BCN). Hal ini sendiri telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2015 silam. Menurut pemerintah, Badan Cyber Nasional sangat diperlukan oleh negara guna menangkal serangan-serangan jaringan #internet yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab serta untuk memperkuat pertahanan cyber Indonesia.

Rencana pembentukan BCN ini sendiri telah mendapat respons positif dari berbagai pihak karena kebutuhan pertahanan cyber dalam negeri dinilai sudah sangat mendesak. Lalu seperti apakah latar belakang, tujuan dan perkembangan dari pembentukan BCN saat ini sendiri? Berikut ulasannya.

Latar belakang Pembentukan BCN

Perang cyber antar negara akhir-akhir ini sepertinya menjadi alasan paling kuat yang mendasari pemerintah Indonesia untuk membuat BCN. Hal ini sendiri dikuatkan oleh pernyataan pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI yang juga mantan Direktur Aplikasi Telematika Kemenkominfo, Aswin Sasongko beberapa waktu yang lalu.

Menurut Aswin, Indonesia memang harus segera mengantisipasi perang cyber yang saat ini sering terjadi.  Tren peningkatan keamanan cyber yang saat ini dilakukan oleh beberapa negara memang perlu juga diikuti oleh Indonesia yang memang memiliki ketahanan cyber yang tergolong masih lemah.

Artikel lain: Mengintip Fenomena Dunia Hacker Di Indonesia 

Peran Badan Cyber Nasional

Masih menurut Aswin, pembentukan BCN di Indonesia sangat bisa diwujudkan.  Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki sumber daya manusia Indonesia  untuk sektor informasi teknologi (IT) yang mumpuni.

Hal ini bisa dilihat sendiri dari kemampuan mereka saat sukses membuat sistem IT untuk pesawat dan alutsista. Keberadaan para ahli IT Indonesia ini sendiri tersebar di berbagai tempat dan bisa dipanggil sewaktu-waktu oleh pemerintah ketika dibutuhkan.

Sebenarnya sebelum nanti BCN ini muncul, Indonesia telah mempunyai sebuah unit perlindungan cyber yang berfungsi sebagai pengawas internet publik dan disebut ID SIRTII yaitu Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastrucure. Namun kehadiran BCN ini nanti akan menjalankan peran yang berbeda yaitu selain sebagai pertahanan pasif tapi juga sebagai pertahanan aktif yang bekerja secara menyeluruh dan nasional.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, keberadaan BCN ini berfokus pada bagaimana ia akan memiliki resiliensi, tidak hanya kepentingan defense tapi juga public utilities. Jadi semua hal dan sumber daya seperti air, listrik dan gas juga termasuk dalam perlindungan BCN.

Oktober 2015, “Blueprint” Pertahanan Cyber Bakal Diluncurkan

Lama tak terdengar sejak pernyataan Presiden Jokowi awal tahun yang lalu, rupanya misi pembentukan BCN mulai menampakkan dirinya. Senin, 24 Agustus 2015 dalam acara Indonesia Cyber Security Summit kemarin Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan bahwa pada bulan Oktober nanti Indonesia sudah akan memiliki detail blueprint atau roadmap sistem pertahanan cyber Indonesia.

Masih menurut Rudiantara, rancangan cetak biru ini nantinya akan melingkupi enam hingga delapan sektor prioritas pemerintah non-militer seperti transportasi, kelistrikan, perbankan, keuangan, gas dan air.

Konsep Pembentukan BCN

Pada proses pembentukan standar keamanan tersebut pemerintah rencananya akan mengajak berbagai pemangku kepentingan baik dari kalangan bisnis, akademisi atau praktisi. Selain itu, pemerintah juga berencana akan melakukan pengamatan, adopsi dan modifikasi pertahanan cyber yang dimiliki negara lain untuk disesuaikan dengan konten lokal Indonesia.

Dalam hal pembentukan BCN ini pemerintah juga tidak lupa akan membangun kesadaran publik yang dinilai merupakan sesuatu yang sangat penting. Bila sudah terbentuk kesadaran terhadap pentingnya cyber security ini maka semuanya akan berjalan dengan mudah. Lembaga bisa sama-sama memperkuat diri dan meningkatkan kompetensinya dalam hal keamanan cyber.

Baca juga: Perkembangan Kecepatan Akses Internet di Indonesia

Ketua Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), Andi Budimansyah menyatakan bahwa cyber security ini harus dibangun dan dilandasi dengan kesadaran oleh semua pihak. Alih-alih merasa ‘paling jago’, Andi lebih mengajak semua pihak sadar dan rendah diri serta saling menguatkan untuk berpartisipasi dalam  pembangunan keamanan cyber ini.

Masih menurut Andi, saat ini banyak domain pemerintah yang rawan diretas. Maka pendekatan yang paling baik adalah mengumpulkan para pemangku kepentingan, membangun kesadaran dan menghapus ego sektoral.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan