Ayis Rahim, Founder dan CEO If Souvenir Yang Berhasil Capai Impian dan Ubah Kehidupan Jadi Lebih Baik

Ayis-Rahim-If-SouvenirArah kehidupan dan nasib seseorang memang tidak ada yang bisa menebak. Seburuk apapun kondisi dan posisi kita saat ini dengan usaha yang tekun dan pantang menyerah maka keadaan yang lebih baik bisa kita peroleh. Ini juga yang dialami oleh seorang pemuda bernama Ayis Rahim, seorang anak kampung yang berasal dari keluarga serba kekurangan yang kini sudah menjadi pebisnis sukses, founder dan CEO If Souvenir

Perubahan pada kehidupan Ayis saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba tapi diperoleh dengan usaha dan kerja keras yang terus-menerus tanpa kenal lelah. Lalu bagaimana kisah Ayis dalam memperjuangkan hidupnya dengan usaha di bidang kewirausahaan ini? Berikut ulasannya.

Anak Kampung Yang Serba Kekurangan

Melihat riwayat hidup keluarga Ayis Rahim maka kita akan mengetahui bahwa ada orang di sekitar kita yang hidupnya serba kekurangan. Ayahnya seorang buruh sedangkan Ibunya bekerja serabutan dengan penghasilan yang sangat kecil, hal ini membuat kehidupan mereka serba sulit. Keadaan yang serba sulit ini kemudian membuat Ayis yang saat itu masih kecil mau tak mau harus bekerja membantu orang tuanya mencari uang dengan berdagang kue di pasar dan keliling kampung.

Uang dari hasil jualan kue di pasar ini digunakan Ayis bukan untuk bersenang-senang tapi dipakai Ayis untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan juga untuk membayar uang sekolahnya. Tidak hanya menjadi penjual kue, Ayis juga pernah berjualan kantong keresek di pasar selama hampir enam tahun. Pada waktu beranjak remaja, Ayis masih terus berjualan meski dagangannya berbeda yaitu alat-alat rumah tangga. Selain berjualan alat rumah tangga, Ayis juga menjual suvenir seperti aneka bros yang menjadi cikal bakal bisnis suksesnya saat ini.

Artikel lain: Firdaus Ahmad, Mantan Kenek yang Kini Jadi Pengusaha Suskes di Inggris

Bercita-cita Masuk Universitas Indonesia

Meski hidup serba sulit dan serba kekurangan, namun impian Ayis tidak bisa diremehkan. Pasalnya, impian atau cita-cita Ayis adalah menempuh pendidikan sampai bangku kuliah. Kampus yang diimpikan Ayis saat itu tidak sembarangan, sebab pemuda kelahiran Gorontalo tahun 1988 ini bercita-cita ingin kuliah di salah satu kampus terbaik di Indonesia yaitu Universitas Indonesia (UI).




Orang tua Ayis sendiri awalnya sebenarnya kurang mendukung impian Ayis ini karena faktor ekonomi yang tidak memungkinkan. Namun karena tekadnya yang sudah kuat, maka Ayis pun tak mau mengubah impianya tesebut dan akhirnya orang tuanya menerimanya.

Hijrah ke Ibu Kota Jakarta

Karena impiannya sudah bulat, maka selepas Sekolah Menengah Atas (SMA), Ayis pun nekat merantau ke Jakarta. Berbekal uang tiga juta rupiah, Ayis mencoba peruntungannya di ibu kota yang terkenal keras. Tanpa sanak saudara dan tanpa pengalaman sama sekali, Ayis kala itu memang sempat mengalami kebingungan. Namun, demi cita-cita dan impiannya, Ayis pun kembali menghadapi segala tantangan di kota metropolitan ini dengan keberanian.

Di Jakarta Ayis harus kerja keras untuk bisa bertahan hidup dengan cara menjadi penjual koran selama satu tahun. Dari kegiatannya menjual koran dari satu terminal ke terminal lain membuat Ayis akrab dengan sebutan anak jalanan atau anak gelandangan.

Satu Impian Yang Terwujud

Masih tetap berjuang mencapai impiannya untuk masuk kampus UI, Ayis terus menunggu nasib baik datang padanya. Berkat semangatnya yang tinggi untuk bekerja dan belajar tanpa kenal lelah akhirnya Ayis berhasil masuk UI.

Keberhasilannya masuk kampus di Depok ini diakui Ayis berkat kakak-kakak mahasiswa UI yang mau meluangkan waktunya mengajari dirinya. Satu impian yang terwujud membuat Ayis semakin bersemangat untuk tetap pada jalurnya, dia ingin menjadi orang berhasil dan bisa menginspirasi banyak anak muda.




Baca juga: Sukses Berbisnis di Usia Muda – Bahkan Sebelum 20 Tahun!

Menjadi Pengusaha Sukses

Selain berhasil mencapai impiannya yaitu masuk kampus UI, Ayis juga saat ini sukses mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Ya, dengan menjadi pengusaha sukses, Ayis tidak lagi disebut sebagai anak jalanan dan pedagang asongan. Bersama dengan rekannya yaitu Ahmad Arief Budiman, Ayis telah sukses menjalani usahanya di bidang suvenir.

Bisnis yang diberi nama “If Souvenir” ini memang sudah terbilang sukses. Beberapa produk yang dijual “If Souvenir” ini antara lain souvenir Gelas, tempat tisu, kotak perhiasan, pin, gantungan kunci, bros, tasbih, kalender, suvenir lilin gelas, suvenir kipas, souvenir keramik, souvenir sendok garpu, dan lain sebagainya. Di bisnis nya ini Ayis menjabat sebagai CEO, sedangkan sahabatnya yaitu Ahmad Arief Budiman menjabat sebagai CTO. Get inspired!

#Pengusaha Muda
#Bisnis Kerajinan Tangan



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud