Ayam Babe: Peluang Bisnis Kuliner Olahan Ayam Bakar Khas Betawi Asli

Ayam Babe

Image dari Qraved.com

Ayam Babe – Bisnis olahan ayam memang memiliki banyak peminat dan penggemar. Salah satu usaha olahan Ayam asal ibu kota yang muncul dan meramaikan persaingan saat ini adalah Ayam Babe. Ayam Babe yang merupakan akronim dari Ayam Bakar Betawi ini diusung oleh putra daerah Betawi yaitu Muammar Khadafi (Dafi) sejak tahun tahun 2011.

Lalu seperti apakah bisnis kuliner olahan Ayam yang satu ini? Berikut ulasannya.

Awal Mula Usaha Ayam Babe

Seperti dijelaskan sebelumnya, usaha ini dirintis oleh Muammar Khadafi (Dafi) sejak bulan Mei 2011. Sebuah Food Court Bazaar Madinah adalah lokasi pertama dimulainya usaha Ayam Babe. Dari resep keluarga ditambah sedikit modifikasi bumbu dan konsep unik, terciptalah Ayam Babe yang ternyata pada awal mula usahanya mendapatkan respon yang positif dari para pembeli. Namun sayang, tidak lama dari itu tepatnya 6 bulan sejak awal usahanya tanpa alasan yang jelas, Dafi tidak diizinkan berdagang lagi oleh pengelola Bazaar Madinah.

Meski demikian, Dafi tak patah arang, meski tak punya outlet, pemesanan Ayam Babe masih terus berjalan dengan konsep pesanan yang dijalankan dari rumah. Hingga kemudian pada bulan Agustus 2012, Ayam Babe kembali mendapatkan outlet barunya di daerah Kukusan Beji, Depok.

Artikel lain: Ayam Bakar Mas Mono, Kesuksesan Memang Milik Orang yang Berusaha




Di lokasi ini, Ayam Babe semakin populer karena sebagian besar konsumennya adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang ternyata mampu mendongkrak brand Ayam babe. Pada bulan juni 2013, Ayam Babe kembali membuka outlet barunya yang berlokasi di perumahan Pondok Duta 1, Cimanggis Depok.

Nama dan Kekhasan Ayam Babe

Menurut Dafi, sebenarnya dalam sejarah kuliner Betawi tidak ada cap ayam bakar betawi. Nama Ayam Babe ini sengaja dipakai untuk menunjukkan identitas bahwa pengelolanya adalah putra daerah betawi. Alasan kedua penggunaan nama Ayam Babe ini adalah untuk menyaingi beberapa daerah lain yang sudah terkenal dengan ayam bakarnya seperti Solo dan Sukabumi.

Meskipun seperti mengikuti tren, namun menurut Dafi Ayam babe memiliki kekhasan tersendiri yaitu rasanya yaitu pedas manis. Sebagian besar kuliner ayam bakar yang ada memang banyak didominasi oleh rasa manis dengan bumbu kecapnya. Dengan rasa pedas manis yang dipunyai kuliner ini diharapkan akan semakin menambah varian rasa baru dalam kuliner ayam bakar.

Ayam Bakar Betawi (Ayam Babe) sendiri menyediakan banyak variasi menu seperti ayam bakar, iga bakar, lele bakar, tempe bakar, ayam goreng kelapa, ayam bakar madu hingga aneka camilan bakar mulai dari sate tempe bakar, sate terong bakar, sate ceker bakar, sate sosis bakar dan lain-lain. Dengan harga jual yang terjangkau mulai Rp 3.000 hingga Rp 30.000 per porsi, Ayam Babe tentu bisa menjadi pilihan para pecinta kuliner Ayam.

Tawarkan Kemitraan

Dengan semakin besarnya pasar dan populernya brand Ayam Babe, Dafi pun menawarkan kemitraan usaha bagi siapapun yang tertarik. Paket investasinya sendiri adalah sebesar Rp 295 juta. Dengan paket investasi itu, mitra akan mendapat perlengkapan usaha seperti kitchen set, furniture, sofa, signage, sepeda motor dan box delivery. Selain itu mitra juga akan mendapat  bahan baku awal, paket promosi awal, rekrutmen dan pelatihan SDM.




Kemitraan ini menawarkan sistem bagi hasil 70:30 dengan biaya royalti sebesar 5% dari omzet setiap bulan. Dengan target balik modal sekitar dua setengah tahun, kerjasama selama lima tahun ini akan membuat mitra mendapatkan 70% dari laba bersih dan sisanya 30% untuk pusat. Setelah balik modal, sistem bagi hasil akan menjadi 50:50. Informasi lengkapnya bisa disimak di website resminya www.ayambakarbetawi.com.

Baca juga: Sedapnya Berbisnis Waralaba Ayam Goreng dan Bakar Pak Cipto

Mitra Akan Mendapatkan Tiga Sumber Pendapatan

Khadafi sendiri menargetkan mitra bisa mencetak penjualan sebanyak 500 porsi dalam sehari dengan target omzet mencapai Rp 3,5 juta per hari. Dengan asumsi ini jika dihitung per bulan, estimasi omzet akan mencapai sekitar Rp 100 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra usaha masih bisa meraup laba bersih sekitar 20% dengan keadaan balik modal (BEP) sekitar 2,5 tahun.

Dalam kerjasama ini mitra juga wajibkan memasok beberapa bahan seperti bumbu ungkep, aneka sambal, bumbu bakar, dan perlengkapan promosi dari pusat. Luas ruangan yang dianjurkan dalam usaha kemitraan ini adalah minimal 100 meter (m) atau ruko seluas 5 m x 12 m dengan jumlah karyawan sebanyak tujuh orang.

Khadafi juga menambahkan bahwa dengan bekerjasama dengan bisnis ini, mitra akan memilki tiga sumber pemasukan atau pendapatan yakni omzet dari konsumen yang makan di outlet, penjualan paket nasi kotak, dan penjualan makanan olahan beku Ayam BaBe Frozen yang dia produksi.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud